Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Tuesday, March 28, 2023

Tradisi Meugang di Aceh Part 1 dari seri Ramadhan Journey

Tradisi Meugang di Aceh Part 1 dari seri Ramadhan Journey



Oleh: @amriadits |  ex Joernalist 

Pagi itu seorang anak terlihat sedang berdialog dengan ibundanya di pojok gubuk kecil yang terbuat dari bambu dan triplek seadanya. Ia menanyakan perihal hari ini apa ibunya akan membelikan daging untuk dimasak. Karena hari ini adalah hari Meugang, yang mana seluruh lapisan masyarakat membeli dan memasak daging. Karena besok sudah masuk puasa Ramadhan. 


Namun Janda Anak 1 itu belum ada uang untuk membeli daging Meugang hari itu. Maklum habis badai Covid-19 kondisi ekonomi para petani desa tidak menguntungkan. Karena harga-harga hasil pertanian sedang turun. Hasil bumi sedang tidak memihak kepadanya. 


Setelah bercakap dengan anaknya, kemudian janda korban konflik yang akrab Nyakmah itu bergegas menuju pasar. Untuk melihat apa ada daging yang tidak layak di jual di pasar agar anaknya bisa merasakan daging atau minimal perasa saja. 


Setelah ia melihat-lihat seisi pasar ia belum berani menanyakan perihal apa ada daging yang tidak  layak di jual, namun masih bisa untuk diolah. Hampir setengah hari ia mengelilingi pasar itu. Kemudian ada pedagang yang menegurnya dan menanyakan kepadanya kenapa dari tadi dia hanya keliling pasar. 


Dari itu Nyakmah memberanikan diri menceritakan perihal dirinya ke pasar. Sangat terkaget dan terkejut pedagang itu. Kemudian pedagang itu menanyakan suaminya kemana. Nyakmah pun menceritakan kalau suaminya adalah korban pembantaian saat DOM di Aceh pada tahun 2004 yang lalu. Dimana saat itu anaknya masih balia baru beranjak usia  3 bulan. 


Kemudian sambil berlinang air mata pedagang itu membungkus daging satu tumpuk untuk dibawa pulang oleh Nyakmah agar anaknya yang menginjak usia remaja itu bisa bahagia di hari Meugang seperti anak lainnya.


Dari kisah-kisah pilu yang saya dengar dari teman-teman di Aceh, saya pun menelusuri seberapa penting melestarikan tradisi Meugang di Aceh. Dibawah penduduk yang masih banyak berada dibawah garis kemiskinan. Apalagi tradisi Meugang ini dalam satu tahun ada 3 kali, 1 hari sebelum Ramadhan, 1 hari sebelum Idul Fitri dan 1 hari sebelum Idul Adha. 


Bagaimana sejarah Meugang ini ada di Aceh, darimana asal muasalnya. Sejauh mana akan pentingnya tradisi ini untuk di lestarikan. 


Untuk menjawab hal itu saya menghubungi Tokoh Agama dan masyarakat yang ada di Lhokseumawe. Tgk. Mustakim Nurdin Pimpinan Ma'had Ahlul Qur'an Kota Lhokseumawe.



Menurutnya tradisi Meugang ini bukan dibuat oleh masyarakat Aceh oleh satu atau dua orang. Namun tradisi ini ada sejak zaman kerajaan Aceh dahulu yang tiap daerah melakukan penyembelihan Sapi, Kerbau, Kambing dan binatang ternak lainnya untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat Aceh kala itu di tiap daerah. Sebagai bentuk mensyukuri atas kemakmuran Aceh yang diberikan oleh Allah Subhana wa ta'ala. Atas rasa syukur itulah hadirnya tradisi Meugang sampai saat ini. 


Namun saat ini, tradisi Meugang sudah jauh berbeda, saat ini justru masyarakat Aceh berlomba-lomba untuk membeli daging Meugang dan bahkan ada yang sangat miris, ada harus menahan malu untuk minta-minta agar anaknya bisa makan daging Meugang. 


Karena itu Tgk. Mustakim mengajak masyarakat agar tradisi Meugang di kembali ke Khitahnya sebagaimana masa kerajaan dahulu. Maka politisi, pengusaha dan orang menengah keatas agar lebih peka terhadap hal ini. Mari kita lestarikan tradisi Meugang ini sebagai bentuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua. 


Sebagaimana masa kerajaan dahulu yang  membagikan secara cuma-cuma tanpa menjualnya. Sehingga tradisi Meugang ini sesuai dengan Khitahnya atau sesuai dasarnya, bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan tradisi Meugang tentunya akan lebih bermakna. 


Hal yang sama juga diungkapkan pengamat kebijakan publik dan juru bicara Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA), Rizky Maulizar. Menurutnya tradisi Meugang ini pertama kali nya ada pada masa kerajaan Aceh Darussalam, tepatnya pada masa Sultan Iskandar Muda. Dimana pada masa itu, kerajaan Aceh memang sangat makmur dan sejahtera. 


Untuk meyakinkan pendapat mereka tentang sejarah Tradisi Meugang ini, saya melakukan penelusuran dari sumber-sumber terbuka dan beberapa hasil penelitian, hasilnya sama seperti yang diungkapkan dua narasumber diatas. 


Kemudian saya menghubungi narasumber berikutnya, Muhammad Nadir aktivis dakwah dan CEO Hoka Travel Indonesia yang pernah dikirim oleh Dewan Da'wah Pusat untuk berdakwah di Pulau Banyak, namun selama beliau disana tidak ada tradisi Meugang disana. Padahal Pulau Banyak adalah masuk kedalam pemerintahan Aceh. Pulau Banyak, yang terletak di Aceh Singkil ini, menyimpan banyak keindahan Alam dan menjadi tempat destinasi wisata Nasional. Namun susah bahan pokok seperti beras dan daging disana, mengingat kondisi alam memang tidak memungkinkan. Hasil alam satu-satunya dari laut. Tidak ada padi atau beras disana, kalau ada pun yang didagangkan harganya sangat mahal. Belum tentu ada beras yang masuk seminggu sekali. Tergantung pada kondisi laut disana. 


Bagaimana dengan Aceh bagian Tengah. Saya menghubungi Mahdi melalui pesan WhatsApp penduduk asli Takengon. Namun hingga tulisan dimuat belum ada balasan darinya. 


Sementara itu Kolektor Manuskrip Aceh Tarmizi A Hamid menjelaskan Meugang merupakan tradisi di Aceh yang sudah dilaksanakan sejak abad ke-17 dan termaktub dalam Undang-undang Aceh "Qanun Meukuta Alam". Tujuannya untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama di kalangan masyarakat Aceh itu sendiri.


Karena itu pada hari Meugang itu restoran, toko-toko, kantor-kantor tutup semua dan para perantau pun pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga dan dapat bersantap daging Meugang bersama keluarga. 


Karena itu kalau dari tujuan dasar, dari sejarah dan makna Meugang itu sendiri harus dilestarikan tradisi ini. Namun rasa kepedulian dan empati serta lupa dengan sesama apalah gunanya sebuah tradisi. Karena itu Tradisi Meugang ini harus kembali ke Khitahnya, sebagaimana masa Sultan Iskandar Muda.

Saturday, March 13, 2021

Masa Depan Kini dan Nanti

Masa Depan Kini dan Nanti



Membicarakan masa depan, artinya kita membicarakan sesuatu hal yang belum terjadi. Kalau sudah kita lalui artinya tinggal kenangan, sejarah, dan yang lainnya.

Sebenarnya sejauh mana kita bisa meyakinkan diri kita untuk bisa menatap masa depan. Kita bisa membuat target-target, cita-cita atau visi yang ingin kita raih. Kita juga bisa membuat road Map atau langkah-langkah atau misi yang ingin kita jalankan untuk mencapai suatu visi.

Semua harapan, tujuan, visi akan sirna tanpa ada langkah strategis, taktik dan langkah-langkah jika hal dalam misi kita memiliki hambatan. Tidak mudah memang menggapai mimpi yang ingin kita raih.

Hari ini langkah A gagal mencapai tujuan, maka harus ada langkah B, C, dan D untuk hari esok. Jangan sampai kembali jatuh kedalam lubang yang sama, karena hal inilah yang membuat kita gagal dalam megapai tujuan.

Jika langkah A,B,C,D yang kita buat gagal semua. Ada kemungkinan yang lupa atau absen yang belum kita lakukan. Doa dan dekatkan diri kita kepada yang maha kuasa.

Setelah itu kembali atur strategi, usaha dan ikhtiar kembali. Karena kita akan mencapai tujuan di masa depan. Kalau belum juga ada tanda-tanda untuk mencapai tujuan tersebut pasti ada hikmahnya, minimal pengalaman kita terus bertambah.

Belajar terus dari pengalaman-pengalaman yang telah kita lalui. Lakukan terus perubahan, investasi waktu, tenaga lebih banyak lagi, dan lebih fokus lagi. Maka Insyaallah dengan izin Allah yang maha kuasa, maka masa depan yang ingin kita capai pasti akan ketemu.

Selamat berjuang untuk hari ini, selamat memanen untuk hari esok. Teruslah berkarya, berinovasi, berubah, untuk mencapai tujuan kita. Tetap semangat untuk menjadi yang terbaik diantara yang baik.

Bekasi, Senin 8 Maret 2021.

Friday, December 4, 2020

Selamat Jalan Pak Nurbowo - Jurnalis Dakwah

Selamat Jalan Pak Nurbowo - Jurnalis Dakwah

 


Pagi-pagi berita duka menyelimuti seluruh grup keluarga besar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Ya, kabar duka cita atas meninggalnya Pak Ir. Nurbowo. Beliau adalah aktif di Laznas Dewan Dakwah dan sering menulis artikel dan berita seputar dakwah pedalaman. Sering menulis feature tentang kisah para da'i dan aktivis dewan dakwah.


Saat saya mendiri tebarsuara.com beliau adalah termasuk penulis yang aktif mengirim berita dan artikel ke email saya. Beberapa hari sebelum aksi 212 beliau termasuk salah satu yang menggagas lahir Forjim (Forum Jurnalis Muslim). Saya termasuk yang diundang dalam pembentukan Forjim tersebut di Gedung Menara Dakwah Jakarta.


Akhir tahun 2016 saya kembali ke kampus untuk menyelesaikan tugas akhir semester (skripsi) di STID Mohammad Natsir. Tiga hari di Kampus saya di minta untuk bergabung dengan Majalah Sahabat oleh Ust. Dwi Budiman membantu Ust. Imam Saridho (Pimpinan Majalah Sahabat).


Saya menulis proposal penelitian skripsi tentang Majalah Sahabat dan tentunya di tolak. Kemudian saya ambil Majalah Man Tazakka Laznas Dewan Dakwah yang saat itu pemimpin redaksi nya adalah pak Nurbowo.


Saya ketemu dengan pak Nurbowo untuk diskusi penelitian saya. Namun, saya hanya 2 kali bertemu dengan beliau, tapi kita tetap komunikasi via email. Karena saat itu beliau sangat sibuk ke daerah dengan Laznas Dewan Dakwah dan berita-berita yang beliau dapatkan di daerah selalu dikirimkan ke redaksi Tebar Suara (sebelum saya bubarkan).


Karena sulit ketemu dengan para petinggi di Majalah Man Tazakka dan keterbatasan data saya tidak jadi mengambil penelitian disana. Akhirnya saya ganti judul skripsi lagi. Ini yang kelima kalinya saya ganti.


Terakhir saya ketemu beliau setelah Tebar Suara saya tutup, saat itu beliau mengajak saya untuk menulis feature da'i pedalaman lewat laporan tahunan para da'i. Tantangan yang luar biasa sebenarnya hasil laporan dijadikan sebuah cerita. Tapi karena kemampuan menulis dan mengemas cerita saya belum mampuni, tentu saja tidak jadi.


Tapi setelah itu kita tidak pernah ketemu lagi, apalagi saya sudah jarang ke Dewan Da'wah. Terakhir saya ke Dewan Da'wah saat mengantar undangan pernikahan saya, tapi sayangnya saya ketemu dengan beliau. Padahal saya mau berdiskusi banyak dengan beliau, apalagi sekarang beliau sebagai ketua Ifokom di Dewan Dakwah. Tentu sangat banyak cerita dan berita dari beliau.


Sekarang beliau telah berpulang kepada yang maha kuasa. Semoga semua amal ibadah beliau diterima oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan kesabaran serta ketabahan.


Bekasi, 2 Desember 2020


Amriadi Al Masjidiy

(Pemred Majalah Sahabat)

Friday, November 27, 2020

 Kembali Ke Literasi

Kembali Ke Literasi


Kemarin saya berkesempatan silaturahim dengan Pimpinan Persis Se-Jabodetabeka dan Banten dalam acara Refleksi 1 Abad Persatuan Islam 1923-2023 di @Hom Hotel Tambun Bekasi (24/10/20). Saya hadir diajak teman saya pak Misbahuddin untuk melakukan dokumensi acara tersebut. 


Dalam acara yang dihadiri tokoh-tokoh Persis tersebut tentu banyak sekali ilmu yang disampaikan. Hal baru bagi saya dapat terlibat langsung dalam acara seperti ini. Sebelumnya saya hanya membaca Persis sebagai sebuah gerakan Islam pembaharuan.Tentu saja Persis bukan hanya sebuah gerakan keagamaan, tapi juga memiliki Pondok Pesantren yang melahirkan ribuan santri setiap tahunnya. Hadirnya buku yang berkualitas dari para tokohnya. 


Saya sendiri kemarin mendapatkan beberapa buku yang mengingatkan saya kembali akan penting literasi. Dalam acara itu saya mendapatkan beberapa buku, pertama dikasih langsung oleh Penulis nya yaitu Ade Khairul Anwar dengan judul Rumah Impian, kemudian saat pulang dikasih lagi beberapa buku lainnya. Dari beberapa buku itu, yang sudah saya baca Cuma satu yaitu buku karya Ust. Wildan Hasan dengan judul Persis nu Ana. Sebelumnya saya juga sempat membaca buku yang dikasih langsung oleh beliau yaitu Bawalah Facebookmu Ke Surga. 


Saat mendapatkan buku tesebut saya teingat saat jadi Mahasiswa di Lampung maupun di STID Mohammad Natsir Jakarta. Dimana hampir setiap ada kajian kita mendapatkan buku gratis atau paling tidak saya membelinya. Saya punya koleksi sekitar seribuan buku yang sudah saya bawa pulang kerumah. 

Setelah menjadi Mahasiswa dan tuntutan untuk membaca buku serta diskusi hampir tidak pernah saya lakukan lagi. Padahal saya sendiri aktif di Majalah Sahabat, tapi jarang penah baca buku. Karena itu setelah acara Persis kemarin, saya mencoba kembali untuk peduli pada literasi. Karena literasi itu penting untuk Ilmu Pengetahuan dan Wawasan.  Sepertinya saya harus membuat perpustakaan pribadi agar bisa kembali dengan literasi bukan dengan terasi.

Gambar Hanya Ilustrasi (Suara.com)


Challenge Anies Baswedan

Bebepa hari ini lalu banyak yang memposting foto duduk sambil membaca buku, hal ini terinspiasi dari Anies Baswedan (gubenur DKI Jakarta) yang mengaploud foto dirinya sambil membaca buku How Democracies Die. Foto Anies ini viral hingga kedalam istana Negara, bahkan beberapa pejabat publik mengaku sudah membaca itu ditahun 2002, padahal buku itu pertama dirilis 2018 yang lalu. Challenge seperti yang dilakukan Pak Anies juga pernah dilakukan oleh Jokowi hingga Prabowo. 


Karena itu menurut hemat saya Challenge yang dilakukan tokoh-tokoh itu perlu ditiru atau paling tidak kita bisa membuat Challenge “sahabat semua hari ini sudah membaka buku apa?” Sambil memposting membaca buku. Saya sendiri kemarin sempat membuat challenge ini dengan memposting membaca buku Persis nu Ana. 


Terserah kita membaca buku apa saja termasuk komik, majalah, Koran, dan lain-lain. Karena budaya membaca Indonesia sangat rendah, maka dengan banyak memposting kita membaca akan memberikan jalan untuk orang lain akan penasaan untuk mencari dan membacanya. Hal ini bisa menjadi salah satu altenatif untuk meningkatkan minat baca. 


Baca Komik

Diwaktu saya masih duduk dibangku MTss di Lhokseumawe dan tinggal di Panti Asuhan, saya sering menyewa komik dan membacanya hingga berjam-jam. Bahkan saya pernah kedapatan membawa komik kesekolah dan sita oleh guru. Saya masih ingat yang menyita komik yang saya baca itu Pak Anwar, guru komputer pertama saya. 


Tapi saat di Panti Asuhan dan bahkan saya minta izin untuk menyewa komik kepada Waled (Ust. Drs. Boihaqi Muhammad). Beliau mengizinkan saya dan meminta dibawa ke tempat beliau terlebih dahalu sebelum saya membacanya. Beliau cuma melihat sekilas dan mengembalikan lagi ke saya tentu saja  mengizinkan saya untuk membaca komik-komik itu. 


Ternyata beliau paham itu akan menjadi awal mula minat baca saya dari komik-komik itu. Setelah SMA saya sudah mulai suka dengan buku Komputer dan bisnis media. Bahkan beberapa tulisan saya dimuat di tabloid minguan seperti PCplus. Saya menyukai buku-buku agama dan politik justru saat manjadi mahasiswa. Karena akses memiliki buku agama dan politik saat ini sangat mudah, apalagi saya kuliah dipenguruan tinggi Islam. 

Intinya memiliki bacaan atau literasi itu sangat penting. Kualitas diri kita atau cerminan kita juga tergantung dengan bacaan kita. Salam Literasi.  


Amriadi Al Masjidiy (Pemred Majalah Anak Sahabat)


Bekasi, 26 November 2020

Tuesday, July 2, 2019

Ulang Tahunnya ke 17 Tahun

Ulang Tahunnya ke 17 Tahun


Namanya Wina Damayani, sekarang umurnya sudah genap 17 tahun. Saat ini ia akan masuk SMA untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun terlahir dari keluarga kurang mampu tapi ia terlihat tegar dan tidak patah semangat dalam belajar. Memang hampir semua anak-anak yang tinggal disana demikian faktanya.
Saya kenal mereka sejak tahun 2015 yang lalu, waktu itu mereka masih kecil-kecil. Mereka masih berani bercanda tawa dengan saya. Saat itu saya menjadi karyawan di Sahabat Dhuafa, sebuah lembaga sosial di yang ada di depan rumah Wina.
IMG_3722.JPG
Sejak saat itulah kami menjadi sangat erat dengan mereka dan bahkan layaknya keluarga. Sampai saat ini mereka masih dekat dengan saya dan saya sering berkunjung kesana. Walaupun sebentar, sambil menunggu cetakan atau pun singgah sebentar dari pulang dinas luar, kalau kata anak-anak karywan. Tapi saya bukan lah karyawan yang memiliki banyak gaji, saya bagaikan penggangguran yang tidak ada akar tempat bersandar.
IMG_3705.JPG
Kembali lagi soal ulang tahun Wina yang 17 tahun kemarin. Saya tidak dikabarin sebelumnya, saya datang kesana juga Cuma mampir saat pulang dari Jakarta. Sesampai disana baru dicerita kalau Wina hari ini ulang tahun.

Ya saya tidak bisa buat apa-apa lagi, mu pulang tidak enak. Mau beli oleh-oleh juga uang pas-pasan. Karena baru pulang, yang ada adalah kamera dan tripod. Maklum saya suka hunting dan mengabadikan alam bebas.
Saat itu saya mendokumentasikan semua acara wina, memotret acara yang sederhana itu. Tapi kelihatan wow di mata teman-temannya. Karena hadirnya saya layaknya photography professional. Padahal amatiran.
IMG_3728.JPG
Dalam memeriahkan ulang tahunnya, teman-temannya juga ikut menyumbangkan lagu-lagu untuk dirinya, yang saat itu bagian penyedia microphone adalah om Buce. Om Buce juga ikut menyanyikan beberapa lagu, untuk dirinya. Saya membuat video ucapan selamat ulang tahun di HP nya.
Hal yang paling menarik saat itu, ada pada Keyla. Keyla adalah anak kecil yang masih berumur 3 tahun lebih itu ikut Perform juga di ulang tahun Wina. Dia menyanyikan lagu ulang tahun khusus untuk Wina. Dengan suara yang lucu Keyla mampu mencuri perhartian para hadirin saat ikut ketawa.
IMG_3755.JPG
Dari itu tadi malam saya bisa mengedit 2 Video lagu yang di nyanyikan oleh Pepi untuk di apload ke Youtube. Nanti akan saya post semua di Youtube video-video yang perform di Ulang Tahunnya ke 17 tahun tersebut. Di program “Spesial Ultah Wina” di youtube saya.
IMG_3741.JPG
Kedepannya akan banyak program di Channel Youtube saya, seperti isu terkini, teknologi, dan hal-hal yang lainnya. Ngobrol bareng inspirasi juga akan tayang dalam program “Indonesian Talk”. Program Traveling di dukung penuh oleh Hoka Travel. Sedangkan untuk Inspirasi Da’wah akan di dukung oleh KPZ Laznas Dewan Da’wah.
Semua sudah dan akan kita bicarakan mengenai program-program tayang di Youtube saya dan proses pengambilan video. Walaupun video diambil dengan kamera HP tapi yang terpenting adalah kontennya yang mau kita sampaikan. Semoga Channel Youtube saya bisa berjalan dengan sukses sesuai keinginan para jomblo lainnya. Terima kasih tak terhingga kepada para sucbcribe dan yang turut mendukung program youtube saya.
Sampai jumpa di edisi selanjutnya, tetap bersama @amriadits [author | art].