Showing posts with label sastra. Show all posts
Showing posts with label sastra. Show all posts

Tuesday, July 2, 2019

Ulang Tahunnya ke 17 Tahun

Ulang Tahunnya ke 17 Tahun


Namanya Wina Damayani, sekarang umurnya sudah genap 17 tahun. Saat ini ia akan masuk SMA untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun terlahir dari keluarga kurang mampu tapi ia terlihat tegar dan tidak patah semangat dalam belajar. Memang hampir semua anak-anak yang tinggal disana demikian faktanya.
Saya kenal mereka sejak tahun 2015 yang lalu, waktu itu mereka masih kecil-kecil. Mereka masih berani bercanda tawa dengan saya. Saat itu saya menjadi karyawan di Sahabat Dhuafa, sebuah lembaga sosial di yang ada di depan rumah Wina.
IMG_3722.JPG
Sejak saat itulah kami menjadi sangat erat dengan mereka dan bahkan layaknya keluarga. Sampai saat ini mereka masih dekat dengan saya dan saya sering berkunjung kesana. Walaupun sebentar, sambil menunggu cetakan atau pun singgah sebentar dari pulang dinas luar, kalau kata anak-anak karywan. Tapi saya bukan lah karyawan yang memiliki banyak gaji, saya bagaikan penggangguran yang tidak ada akar tempat bersandar.
IMG_3705.JPG
Kembali lagi soal ulang tahun Wina yang 17 tahun kemarin. Saya tidak dikabarin sebelumnya, saya datang kesana juga Cuma mampir saat pulang dari Jakarta. Sesampai disana baru dicerita kalau Wina hari ini ulang tahun.

Ya saya tidak bisa buat apa-apa lagi, mu pulang tidak enak. Mau beli oleh-oleh juga uang pas-pasan. Karena baru pulang, yang ada adalah kamera dan tripod. Maklum saya suka hunting dan mengabadikan alam bebas.
Saat itu saya mendokumentasikan semua acara wina, memotret acara yang sederhana itu. Tapi kelihatan wow di mata teman-temannya. Karena hadirnya saya layaknya photography professional. Padahal amatiran.
IMG_3728.JPG
Dalam memeriahkan ulang tahunnya, teman-temannya juga ikut menyumbangkan lagu-lagu untuk dirinya, yang saat itu bagian penyedia microphone adalah om Buce. Om Buce juga ikut menyanyikan beberapa lagu, untuk dirinya. Saya membuat video ucapan selamat ulang tahun di HP nya.
Hal yang paling menarik saat itu, ada pada Keyla. Keyla adalah anak kecil yang masih berumur 3 tahun lebih itu ikut Perform juga di ulang tahun Wina. Dia menyanyikan lagu ulang tahun khusus untuk Wina. Dengan suara yang lucu Keyla mampu mencuri perhartian para hadirin saat ikut ketawa.
IMG_3755.JPG
Dari itu tadi malam saya bisa mengedit 2 Video lagu yang di nyanyikan oleh Pepi untuk di apload ke Youtube. Nanti akan saya post semua di Youtube video-video yang perform di Ulang Tahunnya ke 17 tahun tersebut. Di program “Spesial Ultah Wina” di youtube saya.
IMG_3741.JPG
Kedepannya akan banyak program di Channel Youtube saya, seperti isu terkini, teknologi, dan hal-hal yang lainnya. Ngobrol bareng inspirasi juga akan tayang dalam program “Indonesian Talk”. Program Traveling di dukung penuh oleh Hoka Travel. Sedangkan untuk Inspirasi Da’wah akan di dukung oleh KPZ Laznas Dewan Da’wah.
Semua sudah dan akan kita bicarakan mengenai program-program tayang di Youtube saya dan proses pengambilan video. Walaupun video diambil dengan kamera HP tapi yang terpenting adalah kontennya yang mau kita sampaikan. Semoga Channel Youtube saya bisa berjalan dengan sukses sesuai keinginan para jomblo lainnya. Terima kasih tak terhingga kepada para sucbcribe dan yang turut mendukung program youtube saya.
Sampai jumpa di edisi selanjutnya, tetap bersama @amriadits [author | art].

Tuesday, June 11, 2019

Misteri Bunga Hantu di Kaki Sinabung

Misteri Bunga Hantu di Kaki Sinabung


Malam itu di gua hantu yang menakutkan. Peristiwa tahun 1999 masih terekam dibenak sang Andri. Begitu mencekam saat dia sendiri tertinggal dari rombongan pendaki gunung Sinabung Medan. Andri menceritakan dirinya sibuk mengabadikan sepucuk bunga yang Indah di kaki gunung. Sehingga dia lupa dengan teman-temannya.
Dibenaknya hanya bunga yang indah itu yang mau di petik untuk dibawa pulang. Dia berniat memberikan bunga yang indah itu kepada kekasih tercintanya. Namun saat dia mencabut akar-akar bunga itu baru teringat akan teman-temannya.
Saat itu matahari sudah mau terbenam. Dia berusaha mencari teman-temannya. Namun nihil, hari semakin gelap. Akhirnya dia menemukan sebuah gua kecil. Kemudian dia pun mencoba untuk membuat Api agar tidak gelap saat masuk ke gua.
IMG_0236.JPG
Di dalam gua itu sangat seram sekali. Dindingan seperti air yang mengalair di dalamnya. Andri berusaha menyentuh dinding itu, namun saat itu dia memilih maju lebih dalam. Dalam suasana yang menyeramkan itu, dia baru teringat kalau di dalam tasnya ada senter yang jauh lebih terang, dibandingkan api yang di bawa sekarang.
Akhirnya dia mencari ujung gua untuk berteduh malam itu. Semoga saja tidak ada binatang buas di dalamnya. Sialnya ujung gua tidak pernah ketemu, dan gua tersebut begitu luas dan jauh. Setelah menyalakan senternya, dia mulai membuat api yang besar. Karena suasana juga dingin.
Lagi asyik membuat api, dia merasakan seperti ada makluk yang lewat di depannya. Namun tidak ada keliatan. Dia terus menyenter ke seluruh gua itu. Namun tidak tidak apa-apa selain dinding gua yang aneh itu. Akhirnya dia mengambil peralatan kamping untuk Istirahat sejenak.
IMG_1346.JPG
Jam menunjukkan pukul 12:00 WIB. Saat itulah mulai terdengar suara aneh dan menyeramkan. Dia mulai ketakutan dengan suara itu. Dia kembali dia menyalakan senter keseluruh ruangan gua. Tidak ada yang aneh, yang ada cuma suara yang menakutkan.
Pukul 2 WIB dia masih berada didalam gua itu. Bertahan dengan suara aneh itu. Beberapa saat kemudian dia pun tertikur dengan pulas. Akhirnya di temukan oleh warga ke esokan hari nya di lereng gunung.
Ternyata semalam dia tidak berada di gua. Tapi hanya halusinasi saja. Setelah itu dia melihat bunga yang dia petik di dalam tasnya, ternyata sudah tidak. Kata warga setempat, kalau itu bukan lah bunga. Tapi jelmaan Ratu Bunga Wangi dari Siliwangi. Saat beranjak pulang dia melihat kembali tempat bunga yang dia cabut tadi.
Ternyata bunga itu kembali ke tempat semula. Tapi hanya dia yang bisa melihat. Sampai di persawahan dia bertemu dengan seorang perempuan dan mengasih bunga yang mirip dengan bunga yang dia cabut tadi.
Wanita itu berpesan kalau bunga itu harus di tanam kembali di tempat yang ia cabut tadi. Andri pun kembali ke tempat tadi, dan tidak ada bunga itu lagi. Tapi bunga itu ada di tangannya sekarang. Kemudian dia tanam kembali.
IMG_1343.JPG
Setelah di tanam tiba-tiba di belakang muncul teman-temannya. Mereka satu sama lain saling bertanya kita ada dimana. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang.
Itulah pengalaman Andri saat pertama mendaki Gunung Sinabung. Pesannya kepada para pendaki untuk menjaga alam kita dengan baik saat melakukan traveling. Karena belum tentu yang kita lihat itu indah, tapi ada pemiliknya. Sekian.[]
Edisi Intervew dengan seorang Traveling asal NTB-Indonesia. Photo Rahman dan Amriadi Al Masjidiy di depan Kampus STID Mohammad Natsir Jakarta. Photo hanya Ilustrasi, tidak ada sangkut paut dengan cerita ini.

Sunday, April 7, 2019

Puisi Qonuun Yang Cantik Nan Mengelitik

Puisi Qonuun Yang Cantik Nan Mengelitik


Mungkin sebagian dari kita sudah populer dengan akun Instagram yang bernama Qonuun. Dia terkenal dengan puisi-puisinya yang mengkritik pemerintah Indonesia dan fenomena sosial lainnya. Bagi anda yang belum kenal dengannya silahkan follow Intagramnya agar bisa mendengarkan puisi-puisi yang indah itu.
Mulai dari puisi kisah seorang gadis Pertiwi yang mau di lamar owi. Pada tahun 2014 datanglah owi melamar Pertiwi. Seorang laki-laki sederhana, datang dengan mengendara Banteng untuk melamar Pertiwi. Dengan segudang janji-janji, dari tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018 si Pertiwi tak kunjung di nikahi Owi. Sampai keluarga Pertiwi meneriakkan ganti pokoknya ganti. Sampai di buat lagu #2019ganti. Namun sang Owi dengan berani mengandengkan Kiyai Jawi untuk meminta satu periode lagi. Sanggupkah keluarga Pertiwi untuk galau satu periode lagi. Temukan kelanjutan kisah pertiwi melalui Puisi-puisi Qanuun hanya di Instagram nya.
Kisah lainnya datang dari negeri dogeng endonisi. Di lantiklah seorang polisi bernama Toti. Setelah dilantik pak Toti bodoh dalam mengadili. Ketika si Cebi membuat onar, pak Toti diam bagaikan disumbat materai. Namun sungguh malam yang dialami pemuda 212 yang mengalami persekuki saat ngaji. Bahkan sang kiyai dikejar sampai Arab saudi dengan kasus fiksi.
Puisi lainnya menceritakan tentang orang Sombong. Kisah lain juga menceritakan soal pembakaran Bendera Tuahid, kemudian jangan suka menipu, sampai menanggapi polimik poligami PSI. Masih banyak lagi puisi-puisi kerennya yang terbaru.
Namun saya ceritakan disini. Kalau mau tau ya silahkan aja follow Instagramnya dan nonton puisi-puisi dia. Sebagai penyuka sastra dan satire tentu saya menyukai model-model kritik seperti dia. Bahkan saya mengoleksi puisi-puisi Taufik Ismail seorang puisi Legend yang melawan Komunisme dan Narkoba.

Selain dia masih banyak sastrawan lainnya yang melakukan kritik lewat puisi dan berbagai model sastra lain. Bahkan seoranng ulama terkemuka yang menjadi ketua MUI pertama yaitu Buya Hamka juga menerbitkan berbagai buku sastra dan juga mengarang berbagai puisi dalam mengkritik rezim pada waktu itu.
Selain itu juga ada sastrawan dari sebelah kiri yaitu Tan Malaka. Dia juga menulis berbagai puisi baik dalam mengkritik sosial maupun dalam berpolitik lewat Partai Murba tempoe Doloe. Dia juga turut menyebarkan paham sosialis lewat sastra puisi dan satirenya.

Model kritik lewat sastra, khususnya puisi juga menggegerkan Indonesia saat ini. Lewat puisi Neno Warisman di malam munajat 212. Sampai pak Karni mengangkat diskusi di forum ILC Tvone. Banyak pembelaan dan kritik terhadap puisi tersebut, terlepas dari pro-kontra. Tapi puisi model seperti ini harus di pertahankan, karena puisi model kritik adalah hak semua orang untuk bersuara. Toh, dalam puisi tersebut tidak ada pelecehan baik terhadap seseorang maupun kelompok.
Dalam dunia politik Indonesia kita juga sering mendengarkan puisi-puisi dari Fadli Zon politikus Partai Amanat Nasional (PAN). Begitu juga dengan sindiran keras oleh Rocky Gerung dan Fahri Hamzah. Hal semacam ini tidak perlu baper oleh suatu Rezim, karena kritik kepada pemerintah adalah hak warga negara.

Thursday, April 13, 2017

Aku Hanya Bisa Tersenyum Padamu

Aku Hanya Bisa Tersenyum Padamu

 
Quote Amriadi Al Masjidiy
Oleh: Amriadi Al Masjidiy (CEO Tebar Suara)
Al Masjidiy | Disetiap aku berjumpa denganmu, aku selalu tersenyum kepadamu. Walaupun kamu cuek aja. Tetapi terkadang aku membuatmu salah tingkah (gr) dengan seyumku itu. Kadang-kadang aku berbicara sambil terseyum lebay, kepadamu. Sehingga membuat dirimu yakin kepadaku dan semakin dekat dengan diriku. Bahkan sehari tidak ada diriku, kamu merasa kehilangan dan kesepian. Ya, itulah caraku dalam memperhatikan dirimu.

Itulah senyum cintaku kepadamu. Tetapi, ini hanya intermezzo saja. Dalam membuka tulisan ini. Walau terkadang, itu sering kita temui di lingkungan kita. Terlepas dari boleh dan tidaknya interaksi antara lawan jenis.

Pada tahun 2010, aku sedang masih sekolah di Lhokseumawe -Aceh. Ketika itu ada anak baru yang rambutnya gondrong dan acak-acaka,. memberikan seyuman persahabatan kepadaku. Aku sudah berpikiran bahaya akan menghadang, maklum aku adalah siswa paling tidak percaya diri di sekolah. Namun ternyata anak baru itu adalah teman sejati nantinya. Teman yang bisa diajak canda dan tawa, senang dan susah. Kekecewaan dan kekurangan lainnya tertutupi, karena kita saling menghargai satu sama lain.

Ternyata senyum itu begitu manfaat pada kita. Ia dapat menumbuhkan persahabatan yang kuat, kesatuan yang memadai dan persatuan antara satu dengan yang lain.

Ketika aku bergabung organisasi, disana selalu ada intimidasi antara bawahan dan atasan. Tetapi kita harus bersikap dewasa, selalu santai dan percaya satu sama lain. walaupun terkadang ada teman yang berbahya, yaitu kawan palsu. Membunuh kita lewat belakang, dengan ditutupi kemunafikan lewat senyuman yang mengesankan.

Itulah sebabnya seyum itu dapat mendatangkan banyak kesan dan kawan, sumber keberkahan dan rezeki. Karena disitu akan ada kepercayaan dan saling membantu antara sesama.

Ketika seorang pedagang yang sopan dan santun menawarkan barang dan jasa kepada konsumennya, tentu barang itu banyak yang laku. Karena berkah dari seyuman dan kesopananya. Maka bertapa mewahnya senyum kesopanan itu. Tidak heran kalau Rasulullah Saw, mengajarkan kita untuk selalu tersenyum, karena ia bagian dari sedekah.

Ketika aku membuat kesalahan, menyebrang jalan tidak melihat kiri-kanan. Sehingga seorang pengendara, harus mengerem tiba-tiba karena diriku. Dia berhenti dan hendak memarahiku. Namun aku tersenyum dan meminta maaf padanya. Sehingga api kemarahannya terpadamkan dan menemui perdamaian antara diriku dengannya. Karena itu aku selalu untuk tersenyum walau itu kelihatan mengerikan.

Saat aku pertama berjumpa dengan anak-anak ditempat aku mengajar, seperti di Lampung, Jakarta dan tempat lainnya. Mereka awalnya mengira diriku adalah sosok yang kejam dan menakutkan. Namun setelah lama bergaul dengan mereka, tentu anggapan awal mereka salah 180 derajat. Akhirnya mereka mengatakan kepada temannya “kakak itu baik lo”.

Sikap itulah yang membuat aku selalu dalam keceriaan, tetapi terkadang itu palsu. Karena hati tidak pernah bisa bohong terhadap diri sendiri. Kesedihan dan aneka galau juga mempiriku. Tetapi karena kebiasaan itu yang membuatku selalu tegar menghadapi cobaan dan ujian dari yang mahakuasa.

Senyumku juga terkadang salah tingkah, pada orang yang belum saya kenal. Tetapi seolah-olah sudah mengenalnya. Sehingga sebagian orang akan mengatakan itu adalah orang gila. Bukan karamahan dan persahabatan yang kita dapat, tapi caci maki juga kita rasakan. Terlepas dari intermezzo atau benar-benar terjadi dalam kehidupanku. Namun percayalah bahwa tersenyum itu bagian dari kedermawanan seseorang yang harus di jaga dan di lestarikan.[]



Thursday, October 20, 2016

 Mencari Arti Kehidupan Dalam Sebuah Ujian

Mencari Arti Kehidupan Dalam Sebuah Ujian


Jakarta, 21 Februari 2016 10:00
ACB Post | Tanggal 21 Februari merupakan tanggal central M mendirikan Media Online. Dia menjadi Pimpinan umum media tersebut dengan menjabat semua lapisannya. Aneh dari kesendirian itu, bisa mendapatkan 5 Citizen yang membantunya dalam peliputan berita.

Inilah hal yang luar biasa, tentunya tidak bisa semua orang mampu melakukannya. Penghasilan media online saya sendiri sudah tau bagaimana, kalau tidak ada iklan dari google adsense tentu tidak ada penghasilan yang memadai. Apalagi kalau tidak ada iklan sama sekali.

Saya mencoba kerja sama dengan sebuah iklan bernuansa Islam yaitu Halal.ad namun penghasilannya tidak cukup untuk membeli koata internet. Bagaimana dengan M yang tidak ada iklan di medianya sama sekali. Darimana dia berpenghasilan.

Usut punya usut, ternyata M hanya mengandalkan penghasilannya 200 ribu perminggu dari panahan. Saya juga sadar untuk menjalani pemberitaan yang benar itu memang sulit, terkadang sama-sama media Islam sendiri saling bentrok hanya karena beda paham.

M menjelaskan pada saya arti dari media, media itu saluran informasi yang tidak akan ada kebenarannya. Semua memiliki kepentingan masing-masing. Media jaman dulu ada benarnya dalam berita kecelakaan, namun media sekarang kecelakaan pun dapat direkayasa. Ada benarnya ketika berita olahraga, namun sekarang berita olahraga juga tidak dapat lagi diperaya.

Maka media yang jujur sangat dibutuhkan di jaman sekarang, tetapi itu hanya ada pada media kecil dan tentunya mereka itu tidak luput dari kesusahan terlebih dahulu.

Saat itu saya juga sadar M sangat kurus sekarang, dan saya dapat merasakan kalau M tidak bisa makan sehari tiga kali. Setelah saya memceritakan apa yang saya alami di saat mendirikan media yang hampir setiap hari tidak bisa makan. Akhirnya M juga menceritakan hal yang sama seperti yang saya alami dan bahkan sangat parah lagi.

Dia hanya makan gorengan yang dibuat sendiri dari campuran tepung, bowang bombai dan kangkung yang dia tanam dihalaman tempat tinggalnya. Itulah makan sehari-harinya. Saya sangat kasian padanya dan saya juga berniat untuk membesarkan medianya, namun dia menolak hal itu.

Karena saya juga memiliki media, rupanya perjuangan untuk menceritakan kebenaran itu sangat pahit rasanya dibandingkan kebohongan. Maka pantas saja netizen sekarang bisa menjadi berita. Karena warga mulai paham media massa.

Namun atas nama netizen media juga telah merampas hak suara warga dan mengarahkan pada kepentingan politik dan pemilik modal. Tentunya hal yang sensitif yang membuat media mempublikasikan apa yang dia tulis oleh para netizen.

Saya meminta kepada M untuk terus bersabar dan memohon kesediannya untuk menulis disini dengan tidak membongkar indetitasnya. Karena saya tau akan ada seribu inspirasi dan senyuman disana.

Setelah bercerita panjang lebar, saya menyerahkan sebuah buku inspirasi. Saat itu dia berkata ini buku yang bagus. ‘Bandung dulu baru Jakarta, senyum dulu baru dibaca”. Sambil tertawa saya kembali menanyakan perihal skripsinya sudah sampai mana.

Sambil tersenyum M berkata “Suatu penelitian harus dikerjakan secara mendalam dan bernilai keilmiahannya.” Oleh sebab itu dia mau menliti sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat bukan pada issue.

Saya secepatnya nanti ke Kampus untuk menyelesaikan skripsi agar kita tidak dikeluarkan.

M! Apa kamu tidak sayang pada dirimu? Bagaimana mungkin aku tidak menghargai pemberian yang sempurna ini, tegas M kepada saya.

Saya tau M tidak akan habis mau bercerita kepada saya atas segala kehidupannya, walau kami teman dekat yang sudah lama bersatu.

M sosok yang keras kepala yang telah banyak mengajarkan saya arti kesabaran dan kebenaran untuk tetap berada pada idealisme sendiri. Dia berani tidak makan demi sebuah prinsip. Berani bertindak walau tidak di gaji.

Saat itu M bekerja sebagai team club panahan di Kota Bekasi, awalnya gajinya lancar. Namun beberapa bulan ini dia tidak menerima gajinya, padahal dia dengan susah payah memperbaiki bantalan panahan, mengantarkanya kemana yang suruh oleh atasannya. Sampai suatu ketika dia pernah mengalami sakit leher akibat beratnya barang yang dibawa dan menderita tidak bisa makan selama dua hari.

Namun sampai sekarang gajinya belum diterima dan tidak ada informasi apakah dia akan menerima atau tidak. Sekarang dia tidak punya apa-apa kecuali menahan lapar setiap harinya. Saya sangat kasian dan turut perhatian selaku teman dekatnya. Tapi apa boleh buat kami sama dalam keadaan yang sama.

Dari itu saya mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya. Hal inilah yang membuat kami tidak bisa mengerjakan skripsi dan banyak tunggakan di kampus.

Kami hanya mahasiswa dari gunung yang tidak ada peninggalan harta dari orang tua. Merantau untuk mencari jati diri, memadu nasip demi sebuah kehidupan lebih baik nantinya.

Mungkin saja kami lebih baik dari orang-orang yang tinggal dibawah jembatan dan penggusuran. Tapi kami sebagai kaum marginal memiliki hak untuk tetap hidup disini dan berhak bersuara yang sama seperti warga lainnya.

“Ketika masyarakat yang baik tidak lagi peduli pada kebaikan, saat itulah kriminalitas berkembang”

Terima kasih telah membaca cerita kami, semoga anda yang dibawah untuk tidak putus asa dalam menjalani kehidupan ini. Saya telah mengalami dan melihat langsung banyak hal penderitaan masyarakat akan kekerasan, keadilan dan kesejahteraan serta hak asasi manusia.

 Mungkin kami kaum yang lagi diuji untuk menaati perintah illahi. Karena kehidupan sesungguhnya ada pada surga nanti. Salam hangat, salam sejati. Semoga ketemu lagi pada cerita lain nanti.