Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Monday, September 21, 2015

Berbakti Kepada Orangtua

Berbakti Kepada Orangtua


Birul Walidain
            Islam selain menjelaskan hak orang tua kepada anak yaitu mengajarkan kepada kebaikan dan ketaatannya pada yang maha kuasa karena setiap bayi yang lahir adalah ftrah, orangtuanyalah yang menyebabkan dia Yahudi, Nasrani, Majusi. Seorang datang kepada Nabi n dan bertanya, " Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi n menjawab, "Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu)." (HR. Aththusi).
            Islam juga menjelaskan hak anak kepada orang tua, yaitu berbakti kepadanya. Dalam sebuah hadist Rasullah n. Bersabda: Kepada siapakah wahai Rasul yang berhak mendapatkan cinta dan kasih sayang, Rasulullah n. Menjawab ibumu, kepada siapa lagi, jawabnya ibumu, kemudian kepada siapa lagi, jawabnya ibumu, kemudian kepada siapa lagi jawabannya bapakmu. (Al-Hadits)
            Tugas seorang anak adalah memberikan kasih sayang kepada orangtuanya, bukan kepada si dia. Namun kalau sudah bersuami bagi wanita yang harus dia taati adalah suaminya. Namun kalau laki-laki tetap harus taat pada orangtuanya, karena surga juga dibawah kaki ibu. Maka dari itu, kita senantiasa untuk berbuat baik kepada orangtua. Kenapa harus berbuat baik kepada orangtua? Jawabnya ada pada hadits berikut: Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)
            Apakah orangtua kita ridha kalau kita menjadi anak yang nakal, mengobarkan aurat, cabe-cabean. Dalam satu riwayat ditegaskan bahwa selangkah anak perempuan kelaur rumah tanpa menutup aurat maka selangkah pula kaki orangnya ke neraka, selangkah kaki istri keluar tanpa menutup aurat maka selangkah kaki suaminya ke Neraka. Inilah bedanya, kalau anak-anak perempuan belum nikah tanggungan orangtua, maka jagalah orangtua dari api neraka. Tutuplah auratmu, walau itu sulit bagimu. Karena keridhaan Allah juga ada pada keridhaan orangtua. Bagi wanita yang bersuami maka tanggungannya suami, oleh karena itu suami yang kita cintai masak mau kita bawa dia ke Neraka, maka tiada selain #yukNutupAurat.
            Menutup aurat bukan saja kamu yang mendapatkan pahala, tapi juga mengalir kepada orangtua bagi yang belum menikah, dan kepada suami bagi yang sudah nikah. Jadi dek, kalau gak mau orangtuanya ke Neraka besok peke hijab ya. Bukan saja hijab yang menyebabkan kita dan orang tau berpahala, taat pada Allah juga termasuk kategorinya. Namun jika kita mengabaikannya maka ingatlah hadits berikut: Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir. (HR. Muslim) kafir yang dimaksud dalam hadits ini adalah kufur nikmat yang tidak mengeluarkan kita dari Islam.
            Lantas bagaimana kalau orangtua menyuruhmu untuk bermaksiat dan melanggar ketentuan Allah l. Maka dalam hal ini Allah firmankan langsung dalam Al-Qur’an:
bÎ)ur š#yyg»y_ #n?tã br& šÍô±è@ Î1 $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ Ÿxsù $yJßg÷èÏÜè? ( $yJßgö6Ïm$|¹ur Îû $u÷R9$# $]ùrã÷ètB ( ôìÎ7¨?$#ur Ÿ@Î6y ô`tB z>$tRr& ¥n<Î) 4 ¢OèO ¥n<Î) öNä3ãèÅ_ötB Nà6ã¥Îm;tRé'sù $yJÎ/ óOçFZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÎÈ  
Artinya: dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman: 15)
            Maka jelas sudah dengan ayat diatas jika orangtua menjauhkan kita kepada Allah l. Maka jangan ikuti hal itu, tapi jagalah orangtua didunia dengan baik, sebagaimana semestinya. Da’wah kepada orangtua adalah yang utama, jika orangtua kita dalam kesyirikan. Orangtua kita yang telah melahirkan kita jangan sekali-kali kita mengatakan ah kepadanya. Karena itu termasuk dosa besar, dengarlah apa yang dia katakan, kerjakanlah apa yang disuruhkan olehnya selama tidak bertentangan dengan aturan Allah l.
            Jangan sekali-kali membentaknya, apalagi mencacinya, jangan sampai kita termasuk anak-anak yang durhaka kepada orangtua. Mentang-mentang kita berpendidikan kita menghinanya, dengan berbagai kata seperti bego, goblok dan lain-lain. Itu sangatlah tidak pantas kita katakana kepadanya. Walaupun yang dilakukan oleh orangtua kita itu salah, namun tidak mesti harus keluar kata-kata yang kasar. Berlemah lembutlah dengan mereka. Tiada alasan tidak bisa berlemah lembut dengan orangtua, kenapa kepada si dia kamu lebih bisa dan bahkan romantisme yang kamu obralkan.
            Ingatlah jasa-jasanya, jangan sampai ketika kita Berjaya kita lupa kepadanya. Jangan sampai ketika kita kaya tidak pernah kita sampai kepada orangtua kita. Padahal dia dengan susah payah menjaga kita waktu kecil. Tapi ketika dia tua kita melah meninggalkannya ditempat panti jompo. Sugguh aneh jika demikian, pernahkan ketika kita kecil ditinggalkan oleh orangtua kita demikian. Maka dosa yang sangat teramat besar jika orangtua kita tidak ridha terhadap diri kita.
            Pernahkan ingat kisah dongeng Maling Kundang, mungkin kisah itu bisa menginspirasikan diri kita. Namun juga ada kisah yang bukan dogeng, tapi nyata benar ada. Dia bernama Alqomar. Ketika dia sebelum memiliki Istri, dia selalu berbakti kepada orangtuanya. Namun ketika dia sudah beristri dia lupa kepada orangtuanya. Dia lebih cinta kepada Istrinya daripada ibunya. Maka ibunya pun tidak ridha kepadanya dan tidak bisa memaafkannya.
            Maka ketika dia meninggal nyawanya tertahan, bagaikan ikan yang terdampar kedarat. Namun karena orangtuanya bersisikeras tidak akan memaafkan perbuatannya, Rasulullah n. Menganggilnya, tawaran Rasulullah juga tidak menyurutkan ibunda Alqomar untuk memaafkan anaknya. Kemudian Rasulullah n memerintahkan kepada para sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar, agar Alqomar tidak tersiksa lagi.
            Namun sang ibu tidak tega melihat anaknya untuk dibakar, lantas dia juga memaafkannya. Akhirnya Alqomar meninggal dunia dengan siksaan didunia saja yang begitu berat. Namun bagaimana diakhirat, hanya Allah yang maha mengetahui segalanya. Maka dari itu taatilah orangtua kita. Jangan sekali-kali kita menyakitinya, karena itu dosa yang teramat pedih. Tugas kita sebagai anak yang shaleh/shaleha mendoakan mereka semua. semoga mereka diberikan oleh Allah panjang umur, sehat selalu, dan diampuni dosa-dosanya. Aamiin…

Pemabahasan selanjutnya: I'tikaf


Friday, September 18, 2015

Stop TV Perusak!

Stop TV Perusak!


            Era Reformasi merupakan era informasi dan teknologi. Dimana media massa berkuasa saat ini. Untuk menjadi presiden juga ditentukan oleh pecitraan media. Hampir semua konten yang ada di televise nasional sekarang tidak lebih dari sampah. Televise sekarang hadir dalam berbagai bentuk, model dan merek. Tayangan dalam televise mulai dari haram jadah sampai akhlak ada di televise. Oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam melihat tanyangan televise. Berikut ini kita bahas beberapa konten perusak dalam tayangan televise.
1.      Iklan
Iklan merupakan tayangan wajib tv nasional. Dari tayangan porno sampai tanyangan penipuan juga ada didalamnya. Tayangan iklan misalnya kue untuk anak, apa hubungannya kue anak dengan gadis yang mengobarkan aurat. Apa ini ingin mencipkan habits anak-anak agar berpakai seperti bintang iklan. apalagi iklan sabun mandi, shampo dan alat-alat kosmetik wanita, sudah diluar dari wajar.
Iklan itu bagaikan mata kuliah kalau kami dikampus, diulang sekali itu biasa saja. Tapi kalau diulang berkali-kali itu bego banget. Iklan juga seringkali penipuan, coba lihat iklan promo yang banyak bintang sampai-sampai dalam bintang ada bintang. Bintang pertama pajak ditangung pemenang, kalau mau kasih seharusnya kasih saja ngapain pake pajak-pajak segala. Bintang kedua, selama persediaan masih ada, ini sudah mulai menipu. Kita tidak tau berapa jumlah yang disediakan, satu juga persediaan. Bintang selanjutnya hati-hati penipuan. Ininih, maling teriak maling. Dan masih banyak iklan yang tidak berbobot lainnya ditelevisi.
2.      Film
Film juga menayangkan pornografi, apalagi dalam film drama Korea dan Barat. Ciuman dan adengan porno adalah unsur yang harus ada didalamnya. Hal yang sama juga ada dalam ditayangkan kisah-kisah pacaran yang romantis Senetron, ada juga senetron yang membuat ibu-ibu menangis ketika nonton. Senetron paling laku di Indonesia, sehingga anak-anak yang sering nonton senetron kebawa arus. Lagi putus cinta, gunci kamar diam sediri. Supaya datang bala bantuan sebagai mana yang dilihat dalam senetron. Pakaian yang digunakan dalam senetron sering kali adalah pakaian ala orang primitif, berpakaian tapi telanjang. Hal ini juga diikuti oleh anak-anak.
Misalnya magrib anak-anak ke masjid untuk shalat dan ngaji sampai jam 10:00 WIB untuk anak di daerah Sumatra zaman dulu. Sekarang anak-anak akan nonton Ipin dan Upin walaupun kelihatan Islami namun jam tayang pas magrib. Sehingga tidak jauh beda juga dengan senetron yang ditonton oleh kakaknya. Zaman dulu adek maupun kakaknya selalu ke masjid untuk shalat magrib dan mengaji. Namun di era sekarang semua berubah, shalat tidak ada lagi dan masjid juga sudah tidak dikenal lagi oleh anak-anak, apalagi mereka baca Al-Qur’an. Maka dari itu musibah besar bagi umat Islam atas hadirnya televise perusak moral bangsa.
3.      Lagu
Lagu-lagu yang ditayangkan justru goyang oplosan yang tidak pantas untuk dilihat anak-anak. Namun apadaya televise menayangkan itu. Lagu-lagu dangdutpun berbagai macam bait-baitnya. Mulai dari goyang dumang, sampai belah duren juga tidak luput dari tayangan. Pacarku 5 langkah adalah pembohongan pablik, sedekat-dekat rumah minimal 20 langkah. Tapi dalam lagu dangdut Cuma 5 langkah. Belah duren jelas lagu porno yang tidak pantas ada dan didengarkan oleh anak-anak.
Semua penyanyi dangdut pasti pakai baju primitif, yang ketinggalan zaman. Karena sering tayang akhirnya anak-anak menjadi habits, yang dia hafal lagu-lagu lupa terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Akhirnya anak-anak lebih kenal dengan Citata daripada Aisyah Ra istri nabi . Lebih kenal dengan JKT48, Koboy Junior, Wali Band daripada kisah pemuda dalam gua karena menyelamatkan imannya.
4.      Lawak
Lawak atau komedi boleh-boleh saja ditayangkan guna untuk menghiburkan. Namun pelecehan terhadah orang yang rendah. Hanya untuk orang ketawa mereka rela melecehkan orang yang umurnya lebih tua. Hal ini juga akan membuat anak-anak kita ikut-ikutan melecehkan kita, anak-anak sulit untuk diatur karena mereka melihat tayangan yang jelas tidak mendidik. Banyak ketawa dalam Islam juga dilarang, namun sangat disayangkan acara seperti Saur, sebelum subuh yang biasanya kita bermunajab kepada Allah tapi dengan tayangan saur tersebut kita malah nonkrong didepan televise dan ketawa.
Anak-anak biasanya ke masjid untuk shalat shubuh berjamaah dan mendengarkan tausiah, sekarang justru anak-anak tidak lagi demikian. Kerena mereka ngantuk dan harus tidur karena nonton bola tadi malam sampai jam 3 pagi dan bahkan ada yang tidak tidur dan ada yang mengerikan tidurnya sampai subuhnya diwaktu shalat zduha, itupun kalau mereka shalat.
5.      Infotaiment
Infotaiment seperti sebritis, silet, kiss, gossip dan dan lain-lain menurut data kementrian adalah puncak pencerai suami Istri. Akibat nonton infotaiment istri rata-rata gugat cerai. Kenapa demikian karena konten yang dicerita, perselingkuhan para artis, ganti-ganti pacar. Itulah yang digosipkan. Tidak ada etika dan jelas melanggar kode etik jurnalistik. Membongkar aib orang jelas bukan akhlak seorang muslim, jangan bilang-bilang ke orang lain ya, tapi obrolnya di televise. Tapi jangan bilang orang. Kelihatan banget gobloknya. Maka kelihatanlah habis nonton gossip pulang suami dari kerja dicurigai macam-macam, itu semua karena tayangan yang merusak.
6.      Berita
Ada hal yang bermanfaat seperti berita, namun menonton berita juga harus kritis. Karena media sekarang bukan lagi saluran. Kalau dulu kopi keluarnya tetap kopi, kalau sekarang bisa jadi yang keluar kopi susu. Karena media sudah dipengaruhi oleh pemilik modal, politik dan lain-lain. Sehingga berita tidak ada yang seimbang. Selalu memihak kepada pengiklan, dan siapa yang bermain dibalik layar itu. Selain itu televise juga mengalihkan isu, lagi isu korupsi tiba-tiba sudah ada isu terorisme. Sehingga yang korupsi tidak terlihat lagi dimedia. Jadi pencuri Negara aman-aman saja dengan isu terorisme. Yang menjadi korban adalah umat Islam, yang selalu disudutkan.
7.      Pengajian.
Televise juga menayangkan kajian-kajian keislaman. Namun yang diundang adalah tokoh-tokoh dan ulama yang error pemikirannya. Yang mengatakan jilbab itu tidak wajib, yang mengatakan lesbiyan boleh, yang mengatakan semua agama sama. Inilah yang ditayangkan oleh televise. Sehingga bukan bertambah keimanan tapi kesesatan yang terjadi. Bila ada ustadz yang menjelaskan tentang kebenaran pasti akan mendapatkan vonis teroris, radikalis, ekstrimis dan sebagainya, sehingga tidak mendapat lagi undangan dari kajian televise. Sehingga para ulama yang benar tidak lagi bisa mengatakan yang benar, selain menjelaskan pahala-pahala sebuah amalan. Sedangkan ketauhidan tidak ada, sehingga umat tau bagaimana beriman tapi tidak tau kenapa harus beriman.
Inilah yang terjadi dizaman sekarang yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Dalam hal ini Allah  berfirman:
`s9ur 4ÓyÌös? y7Ytã ߊqåkuŽø9$# Ÿwur 3t»|Á¨Y9$# 4Ó®Lym yìÎ6®Ks? öNåktJ¯=ÏB 3 ö@è% žcÎ) yèd «!$# uqèd 3yçlù;$# 3 ÈûÈõs9ur |M÷èt7¨?$# Nèduä!#uq÷dr& y÷èt/ Ï%©!$# x8uä!%y` z`ÏB ÉOù=Ïèø9$#   $tB y7s9 z`ÏB «!$# `ÏB <cÍ<ur Ÿwur AŽÅÁtR ÇÊËÉÈ  
Artinya: “orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Dalam ayat diatas jelas, millah disini tidak harus agama, gaya hidup, pemikiran. Tayangan televise jelas sekali untuk merusak moral bangsa, seperti yang telah kita bahas diatas. Boleh berislam tapi pemikiran tidak Islam, akhlak bukan Islam, gaya bukan Islam, dan lainnya. Alhamdulillah untuk menjawab hal ini lahir tv-tv Islam yang dikenal dengan tv da’wah, sebut saja Rodja TV, Wesal TV, Insan TV, Ahsan TV,  Bunayya TV, Surau TV, Hang TV, Yufid TV, IHBS TV, Suara Iman, Erje TV, SN TV, Iqra’ TV, Telivisi Internasional ada Mekkah Live, Madinah Live, Peace TV dan lain-lain.

Bagi anda yang sering akses internet menonton tv, lihat saja di http://www.useemoslem.com/ semua tv da’wah ada website itu. Sementara kami juga berniat mendirikan streening TV yang telah kami rancang dengan nama ATV, dan Dewan Da’wah sendiri juga memiliki streening tv yaitu dewandakwah.tv. dari alasan diatas maka sudah pantaslah kita beralih kepada tv-tv Islam yang jujur bersuara dan pastinya tidak ada iklan aneh-aneh. Maka tiada kata selain stop televise nasional dan beralih ke tv-tv Islam yang bermanfaat.   
Pembahasan Selanjutnya: Pendidikan Untuk Anak