Saturday, March 13, 2021

Majalah Sahabat Mendukung Kreatifitas

Majalah Sahabat Mendukung Kreatifitas



Sahabat mungkin sudah pernah membaca atau mendengar ada anak kecil di Peru yang mendirikan bank. Namanya Jose Adolfo Quisocala Condori, dia mendirikan bank untuk anak-anak di sekolahnya. Usia masih belia yaitu, 7 tahun saat ia mendirikan bank "Bartselana Student Bank" yang saat ini sudah memiliki 2.000 Nasabah, dengan berbagai layanan di bank tersebut.

Ide Jose mendirikan bank diawali ketika dirinya melihat banyak teman-teman kelasnya yang menghabiskan uang untuk permen dan mainan, daripada menyimpannya. Meskipun masih anak-anak ia sudah memikirkan akan pentingnya menabung dan mengakses keuangan seperti orang dewasa.

Ia juga memekirkan bagaimana cara anak-anak mendapatkan uang tanpa ada bantuan orang dewasa. Daur ulang sampah ternyata menjadi jawaban dari pertanyaan itu. Walaupun awalnya dia dianggap gila, bahkan oleh gurunya mengatakan tidak mungkin dilakukan oleh anak-anak seusianya dengan sistem yang sangat rumit.

Namun ternyata guru kelas dan kepala sekolah tempat ia belajar mendukungnya. Ide di balik model bank ini cukup sederhana. Anak-anak dapat menjadi nasabah bank dengan menyerahkan setidaknya 5 kilogram sampah yang dapat didaur ulang (kertas atau plastik). Ia bekerja sama dengan pengusaha daur ulang agar sampah yang ia jual berharga mahal.

Jose sangat percaya bahwa menanamkan budaya menabung sejak kecil adalah salah satu cara untuk mempromosikan perubahan nyata di Peru. Saat ini ia telah menerima beberapa penghargaan, telah ditampilkan dalam dokumenter asing karena usaha miliknya, dan diundang ke acara di negara-negara di seluruh dunia.

Menariknya ternyata Jose bukanlah satu-satunya di dunia yang membuat bank. Di India, ada juga bank yang dibuat oleh anak-anak jalanan seperti itu. Inti dari cerita kesuksesan Jose diusia anak-anak ini adalah kreatif dalam mewujudkan setiap idenya. Kreasi bank ala jose selain membuat dompet teman-temannya tebal, juga telah melestarikan lingkungan.

Disinilah pentingnya kreasi tanpa batas. Sahabat juga dapat melakukan hal yang sama lewat rubrik Tangan Terampil yang ada di Majalah Anak Sahabat. Dimana pada rubrik ini mengajak sahabat semua untuk membuat kreasi baik dari daur ulang sampah, maupun kreasi lainnya. Majalah Sahabat sangat mendukung kreatifitas sahabat semuanya di seluruh Indonesia.

Nah, bagi sahabat semuanya yang bisa membuat daur ulang sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, unik, dan bagus. Silahkan mengirimkan video cara membuatnya ke email: cs.majalahsahabat@gmail.com Video terbaik akan mendapatkan bingkisan terbaik dari Majalah Anak Sahabat.

Sunday, February 28, 2021

IKA STID MN Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

IKA STID MN Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir



Pengurus Pusat Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah Mohammad Natsir (IKA STID MN) menyerahkan bantuan banjir kepada para alumni yang terdampak banjir di daerah Bekasi, pada hari Jum'at, (26/2/21). Bantuan diserahkan langsung oleh ketua umum IKA STID Mohammad Natsir, Ust. Hendriyanto yang didampingi oleh pengurus lainya; Ust. Iad Yahyadin (Waketum), Ust. Amriadi (Sekum), Ust. Imam Sarido (Bendum), Ust. Asep Rochman (Kor. Div. Pendidikan&Da'wah). 

Program ini juga merupakan salah satu program IKA STID MN dibawah Divisi Kesra & Kesehatan Keluarga Alumni.

Berangkat dari Pusdiklat Dewan Da'wah ba'da sholat ashar ke kediaman para alumni yang terdampak banjir di seputar kawasan Bekasi. Qaddarallah ada sekitar 12 rumah Alumni STID Mohammad Natsir yang terdampak banjir di awal tahun ini.  
Alhamdulillah distribusi bantuan selesai diserahkan semua menjelang Magrib.

Pengurus IKA STID Juga memohon maaf atas keterlambatan penyaluran bantuan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung baik secara moril atau secara langsung.

Alhamdulillah berkat dukungan dari banyak pihak,  pendistribusian bantuan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang telah disepakati antar pengurus. []

Saturday, February 27, 2021

𝗕𝘂𝗯𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗷𝗮

𝗕𝘂𝗯𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗷𝗮

 

Gambar Hanya Pemanis

Edisi yang lalu saya menulis Mengkudeta Lembaga kali ini kita sambungkan dengan judul "Membubarkan Lembaga. Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kejadian ditubuh beberapa Lembaga baru-baru. Ada Lembaga keamanan yang justru tidak aman, karena banyak sekali melakukan keonaran dan kriminalitas lainnya.

Bukan itu saja, bahkan ada yang Lembaga yang secara terang-terangan mengelapkan dana bantuan sosial. Hal ini sangat menyedihkan apalagi negara saat ini sedang multi krisis karena covid-19 (sebagai kambing hitamnya).

Ada juga Lembaga preman yang kerjanya secara terus menerus memalak masyarakat atas alasan keamanan dan hak preman. Biasanya Lembaga meminta sumbangan sukarela, tapi kini ada Lembaga yang justrus meminta secara paksa dan intimidasi.

Ada Lembaga rasis, namun secara terang-terangan melakukan pemalakan pada masyarakat dengan memeras, merampok dan membegalnya. Sayangnya Lembaga seperti ini justru terlindungi hukum, mereka itu licin seperti belut dan cerdik seperti Simpanse. Mereka menganggap masyarakat itu seperti binatang yang tersesat dan terjebak dalam perangkap mereka. Hanya menunggu waktu untuk di eksekusi oleh pemburu.

Beberapa gambar diatas kita sebagai orang awam, sangat miris. Alangkah baiknya kalau ada hukum yang bisa membubarkan Lembaga perampok, pembegal dan Lembaga kejahatan dengan kriminalitas tertinggi.

Tetapi sepertinya hukum tidak berlaku, karena hukum itu hanya untuk Lembaga kemanusian yang terlihat disetiap musibah dan bencana. Selain itu untuk Lembaga dengan gagasan pemikiran, akademis, dan mencari solusi. Tetapi mereka juga harus berhenti dengan alasan ini dan itu.

Apa boleh buat karena bukan saya yang jadi presiden, kalau saya yang jadi presiden tentu berbeda cerita. Lembaga yang merasahkan masyarakat, kriminalitas, melanggar HAM, Perampok, dan masalah lainnya. Maka bersiaplah untuk dibubarkan, bahkan bisa menjadi terlarang.

Tapi apa boleh buat, itu hanya sekedar mimpi disiang bolong. Korban bohong tentu tidak ada yang bisa menolong. Begitu juga dengan angota dan kadernya. Semua menjadi korban dibawahnya. Tentu semua ini ada hikmahnya, agar kita tidak terlena dengan dunia ini, harus banyak tangan keatas. Karena dengan sujud dan menengadah kepada sang maha penolong, semua tertolong. Termasuk dari bencana dan rencana jahat para Lembaga.

Sabtu, 27 February 2021

Mari Kita Kudeta Saja

Mari Kita Kudeta Saja

 

Gamber hanya pemanis

Apakah lembaga, Yayasan, Ormas, partai atau yang perkumpulan lainnya bisa dikudeta? Jawabannya tergantung, yang pasti bisa atau tidak siapa yang bermain, kekuatan hukum yang berlaku dan yang lainnya.

Kalau partai dikenal dengan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa), di ormas namanya Muktamar, Munas, dan yang lainnya. Sekali lagi siapa yang bermain dibelakang, tergantung juga pada kader dan pengaruh lainnya.

Misalnya ada kader yang ingin menjadi ketua umum sebuah lembaga, maka dia harus bisa mempengaruhi kader lainnya. Model pengaruh macam-macam ada yang main uang, prestasi, dan juga menghasut.

Kalau terjadi Munaslub maka bisa saja dipastikan terjadinya kudeta terhadap lembaga tersebut. Tergantung banyaknya suara atau pengaruh suara dalam Munaslub tersebut.

Ada juga model kudeta yang halus. Misalnya saat sebuah lembaga melakukan pergantian pengurus maka tentu saja akan ada penyerapan aspirasi yang akan menjadi ketua umum. Disini kader saling mempengaruhi para Dewan Syuro, Dewan Pengawas, Dewan pembina dan yang lainnya.

Para kader bisa melakukan berbagai macam cara, baik kepada para dewan tersebut maupun sesama kader. Agar dia terpilih dalam pemilihan tersebut.

Jika tidak bermain cantik tentu sangat sulit untuk memenangkan pertarungan. Ada juga yang licik, dia mempengaruhi kader yang lain dan memprovokasinya. Sehingga jika dia terpilih pun dia masih memiliki pengaruh untuk berada di posisi strategis. Disini dia bisa menggeser posisi orang yang tidak sependapat dengan dia dan memasukkan orang-orang yang dekat dengannya untuk mendapatkan jabatan dalam jajaran lembaga tersebut.

Suatu saat atau periode depan bisa dengan gampang merebut kursi utama. Bisa juga dengan cara kudeta ditengah jalan. Tapi sekali lagi tergantung kader dan pengaruhnya.

Setelah mendapatkan jabatan strategis dia akan melakukan road show ke daerah dengan alasan kunjungan, padahal mencari dukungan.

Bisa juga bergandengan tangan dengan ketua umum nya agar terlihat seksi dan mendukung kebijakannya. Kader macam ini memang licin seperti ular dan cerdik seperti merpati.

Sangat berbahaya tentunya. Disinilah butuh ketelitian dalam melihat, bukan hanya pintar bersuara, pandai merangkai kata, serta berorasi. Tapi lihatlah dan rampungkan suara aspirasi dari bawah, dari setiap sudut, setiap Ortom, unit, dan bidang lainnya. Karena tidak semua bisa mendukung kebijakan anda sebagai pemegang kekuasaan.

Intinya perlu memperhatikan para kader, karyawan, maupun staf yang paling dekat dengan anda sendiri. Semua perlu diperhatikan, perlu pelayanan, perlu diservis, perlu diajak bicara, dialog dan berkalaborasi bersama. Agar lembaga atau organisasi anda berjalan dengan baik dan semua terorganisir.

Bekasi, 20 February 2021

Selamatkan Para Kader (Bagian 3)

Selamatkan Para Kader (Bagian 3)

Gambar Hanya Pemanis


Pada bagian pertama kita sudah membahas permasalahan para kader ditubuh suatu lembaga. Kali ini kita sambung lagi pembahasan yang sempat putus beberapa hari yang lalu.

Kader penjilat adalah kader yang memuji-muji lembaga untuk mendapatkan posisi yang diinginkan, hadiah, atau pujian dari atasan. Bahwa dia hebat, layak jadi ini dan itu. Kader yang cari muka dan perhatian ini terlalu banyak juga di berbagai lembaga.

Ada juga kader super yang berkerja dengan ikhlas, totalitas dan penuh kesabaran untuk membesarkan lembaga. Namun biasanya kader model ini akan terjegal dengan para kader cari muka dan kader-kader model lainnya. Karena itu kader seperti ini tidak lama di suatu lembaga,karena kurang bisa main cantik dan tidak mau curang. Tidak gila jabatan apalagi jika jabatan itu bukan di bidang nya.

Kader sakit adalah kader yang terakhir yang akan kita bahas. Kader ini tidak memiliki skill atau keahlian. Pemalas dan mencari belaskasian. Kader model ini tidak tau untung, udah dikasih fasilitas rusak tidak diperbaiki, atau setidaknya bertanggungjawab. Minimal melaporkan keatasan.

Kader sakit ini juga sering memanfaatkan orang lain untuk menjegal orang yang tidak dia sukai. Tidak jarang terjadi saling memanfaatkan karena ketidak becusan dalam bekerja. Tidak memiliki kemampuan tapi gila jabatan, giliran kerja tidak bisa. Tapi soal uang hijau matanya, bahkan sadisnya memanfaatkan keuangan lembaga untuk bisnis sendiri.

Ada juga yang memanfaatkan uang lembaga untuk deposito pribadi, menambah usaha. Bahkan tidak malu jika semua usahanya ditargetkan kelembaga tersebut. Misalnya dia jualan aneka pakaian, perlengkapan kantor, aksesoris, sembako dan yang lainnya adalah usaha sang kader itu. Semua usahanya dimanfaatkan agar lembaga tersebut membeli padanya untuk anggota atau kebutuhan lembaga itu sendiri.

Memang semua kader bermain, tapi tidak semua kader bermain untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Apalagi kader baru yang tiba-tiba nunjuk gigi bahwa dia mampu segalanya. Sampai dia bisa menggambarkan dengan baik lembaga tersebut untuk kepentingannya. Padahal di dalam sebuah lembaga yang pertama harus dipahami adalah nilai-nilai para pendiri (cita-cita pendiri), sejarah perjalanan dan orang-orang didalam nya.

Termasuk kader perintis, kader yang sudah berjuang berdarah-darah, kesamaan pola pikir antar kader dan pengurus lembaga. Inilah tiga hal penting dalam menilai suatu lembaga jika ingin menjadi garda terdepan dalam membela dan membesarkan lembaga. Jika tidak omong kosong semua. Apalagi jika cuma ingin jabatan yang keren saja.

Bekasi, 11 February 2021.

Selamatkan Para Kader (Bagian 2)

Selamatkan Para Kader (Bagian 2)

Gambar Hanya Pemanis


Kader adalah orang yang dibina oleh sebuah lembaga kepengurusan. Istilah kader sangat lengket dengan partai politik, walaupun kader berlaku untuk semua lembaga atau organisasi masyarakat.

Para kader ini satu asas dan tujuan dengan lembaga tersebut. Tidak harus langsung dari dalam, boleh juga dari luar. Belakangan kader Hanya menjadi relawan saja, tidak lebih dan bahkan tidak dihargai.

Kader hanya dianggap sebagai pembantu, giliran kerjaan ya urusan kader. Tapi giliran proyek yang duitnya gede, ouh itu bukan kader dan lupa dengan kader. Bahkan ada yang menganggap menjadi kader itu, hanya sebatas sampah yang tidak tahu mau dibuang kemana.

Para kader juga kadang Mamut saja. Karena lembaga cenderung kapitalisme, sehingga para kader terombang ambing di lautan. 

Seorang kader yang aktif adalah orang yang mampu mewujudkan cita-cita para pendiri lembaga itu sendiri. Misalnya Muhammadiyah dengan KH. Ahmad Dahlan, NU dengan KH. 'Asyim-Nya, FPI dengan Habib Rezieq-nya.

Namun ketika kader membelok dari cita-cita para pendiri, maka sangat wajar jika kita persoalkan. Kader yang hanya menopang nama lembaga agar mudah mendapatkan jobs atau projects.

Ada juga kader yang mau kerja kalau ada duit dan ada maunya. Semua di hitung dengan materi, jika tidak sesuai maka dia akan berkoar-koar dan bahkan mempengaruhi yang lain untuk melakukan tindakan kejahatan. Kader yang begini sering terjadi di partai politik, dimana korupsi jadi sistematis. Hal ini semua dilakukan hanya untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya, tidak mau tahu apa itu merugikan lembaga atau tidak.

Model kader yang paling parah adalah ketika dia berpura-pura baik dan santun didepan para petinggi lembaga. Namun menusuk dari belakang lewat orang-orang yang dia percaya. Dia menyiapkan kelompoknya untuk berkoar-koar agar memprotes ini dan itu. Agar menghasilkan kebijakan sesuai dengan yang ia inginkan.

Ketika hal yang dia mau didapatkan maka orang-orangnya akan mendapatkan imbalan baik jabatan tertentu ataupun hadiah lainnya. Model kader seperti ini juga berusaha menyingkirkan orang-orang yang berlawanan dengan dia. Tidak mau tahu apa orang yang disingkirkan itu sangat berjasa, kredibel, profesional dan berpotensi. Namun hakikat serakah kader ini, membuat lembaga salah menyingkirkan kader atau membuat tidak nyaman para kader sesungguhnya.

Kader yang tidak tulus akan merusak lembaga dan bisa juga berujung kudeta pada lembaga. Tetapi kembali lagi ke lembaga,bagaimana membina dan mendidik kadernya. Jangan sampai lembaga salah arah, apalagi sampai menyingkirkan yang mestinya di pertahankan. Intinya selamatkan para kader anda. Minimal hargailah kerja keras dan pengabdian mereka.


Bekasi, Sabtu 06 Februari 2021.

Selamatkan Para Kader (Bagian 1)

Selamatkan Para Kader (Bagian 1)

Gambar Hanya Pemanis


Belum lama ini ada berita yang tidak mengenakkan. Ada partai yang mau di kudeta oleh kadernya sendiri. Jauh sebelum itu ada issue sebuah yayasan yang memiliki banyak kadernya juga mau membredel sebuah media dibawah yayasan itu.

Saya sempat menulis status di WhatsApp menanggapi terkait kader kudeta partai dan kader bredel media sendiri. Mungkin kita lupa berterimakasih kepada para kader.

Banyak tempat yang menganggap kader itu sebagai relawan. Kerja keras, air mata, hati dan pikiran mereka lupa kita nilai. Lupa kita gunakan hati dan otak kita untuk menghargai para kader itu.

Padahal tanpa kader sebuah lembaga bukan apa-apa. Giliran materi kadang kita harus mengeluarkan banyak materi untuk mencari orang yang tepat, profesional dan pengalaman. Tapi giliran kader kita lupa memikirkan bahwa mereka lebih potensial dan tahan banting.

Harusnya setiap lembaga apapun bisa menghargai lebih kepada kader, agar para kader tidak membuat hal-hal yang tidak diinginkan. Agar persepsi kader bisa sejalan dengan dengan lurus, tanpa berbelok apalagi bergugur di Medan perang.

Mari selamatkan para kader. Hargai langkahnya, pikiran, dan kerja mereka.

Bekasi, 04 Februari 2021

IKA STID MN Menggelar Rapat Perdana Setelah Pelantikan

IKA STID MN Menggelar Rapat Perdana Setelah Pelantikan


 

Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (IKA STID) Mohammad Natsir Jakarta menggelar rapat perdana setelah pelantikan pada, Sabtu 30 Januari 2021 yang lalu.

Rapat kali diadakan di Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah dan Zoom. Dalam rapat kali ini, Rabu 3 Februari 2021 memutuskan untuk sosialisasi IKA STID MN, karena masih banyak alumni lulusan STID ini belum mengetahui atas pembentukan Ikatan Alumni. Agenda dalam waktu dekat ini IKA STID MN akan membuat group Alumni, Webinar antar koordinator angkatan dan Silaturrahim Akbar.

Pembentukan alumni sendiri berdasarkan kesepakatan Alumni Dalam Konvensi 12 Desember 2020 yang lalu. Dimana dalam kesepakatan konvensi tersebut memutuskan Ustadz Hendriyanto, S.Kom.I sebagai ketua IKA STID MN yang merupakan alumni senior, angkatan kedelapan. Disamping itu Ust. Iad Yahyadin Munthe, S.Sos.I terpilih sebagai Wakil, Sekretaris ditunjuk yang millenial yaitu Amriadi, S.Sos dan Bendahara Ust. Imam Saridho, S.Sos.I.

image.png

kemudian dalam rapat pengurus terpilih terbentuk bidang-bidang, dan semua pengurus yang telah dibentuk kemudian disahkan dan dilantik oleh ketua STID Mohmmad Natsir yaitu Ust. Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I beberapa waktu yang lalu.

Alasan pembentukan alumni sendiri atas keharusan setiap penguruan tinggi wajib memiliki Ikatan Alumni, untuk keperluan administrasi dan pengembangan kampus. Dimana kampus dan alumni dapat bersinergi, memberikan masukan, pandangan dan yang lainnya.

Tiktok Dalam Dilema Sosial

Tiktok Dalam Dilema Sosial

 


Bowo Alpenliebe terpaksa keluar dari sekolah karena kerap dibully gara-gara videonya di tiktok. Dia sempat viral beberapa waktu yang lalu dengan video-video nyelenehnya. Dia dibully bukan hanya di tiktok, tapi juga di dunia nyata.

Sebelum itu, kita juga mendengarkan ada anak yang dikeluarkan dari sekolah karena videonya di tiktok. Di Pekan Baru dua siswa membuat video yang kebablasan berujung di keluarkan dari sekolah. Padahal sudah berkali-kali ditegur, karena pertimbangan ujian nasional hanya satu orang yang dipindah sekolahkan.

"Jangan karena satu orang 860 siswa yang lain jadi terjangkit, ini pun kita lakukan untuk menyelamatkan si anak dari psikologinya, makanya kita minta agar orang tuanya mencari sekolah lain, kami akan bantu buat surat pindahnya." Ungkap kepala sekolah SMP Negeri 10 Pekanbaru Riau tersebut.

Tidak sampai disitu peristiwa dikeluarkan dari sekolah karena video tiktok kembali terjadi. Kali ini menimpa lima siswi kelas 1 SMP Negeri Suela, Lombok Timur. Kelima siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah karena menginjak-injak rapor dalam video tiktoknya.

Kejadian seperti ini juga tidak hanya dialami di Indonesia, tapi di belahan dunia lainnya juga mengalami hal yang sama. Misalnya, di Georgia dua siswa juga dikeluarkan dari sekolahnya karena membuat video tiktok yang rasis.

Dari peristiwa dan kejadian tadi maka kita harus menggunakan sesuatu pada tempatnya. Jangan demi viral atau konten tiktok kita melakukan segalanya. Tanpa memperhatikan (mempertimbangkan) sebab akibat nantinya setelah membuat video tersebut. Selain itu kita juga patut melihat seberapa manfaat atau positif dari video tersebut sebelum kita buat.

Gunakan media sosial apapun itu dengan bijaksana, jangan menyalahi aturan apalagi mengikuti sesuatu yang salah. Apalagi sampai dikeluarkan dari sekolah dan menghilangkan rasa malu serta harga diri sebagai makluk ciptaan Allah.

Dari itu Majalah Sahabat selalu menuliskan warning akan hal ini. Karena banyak juga yang bertanya mengenai hal ini di rubrik sahabat ummi. Namun Majalah Sahabat tidak bisa menuliskan semua permasalahan sahabat karena keterbatasan. Penting juga orangtua untuk orangtua agar mengawasi anak-anak dalam bermedia sosial. Agar tidak mengalami hal-hal yang buruk bagi si anak akibat bermedia sosial ria. []

Ikut Terdampak Covid-19, Majalah Sahabat Terbit Buku Perdana

Ikut Terdampak Covid-19, Majalah Sahabat Terbit Buku Perdana



 Alhamdulillah, sudah 8 tahun Majalah Sahabat menemani pembaca anak-anak di berbagai wilayah Indonesia. Akhirnya, dimasa pandemi COVID-19 ini kami bisa menerbitkan buku perdana yaitu Tuntunan Wudhu, Shalat dan Dzikir yang dilengkapi dengan Dzikir Pagi-Petang. Harapan dari buku ini, agar bisa menjadi panduan wudhu, shalat dan dzikir untuk anak-anak di Indonesia.

Kami berusaha membuat tata letak yang menarik dengan ilustrasi gambar, berserta keterangan dari setiap gerakan wudhu dan shalat. Mudah-mudahan buku ini memudahkan pembaca dalam memahami serta mengamalkannya.

InsyaAllah setelah buku ini, akan menyusul buku terbitan Majalah Sahabat berikutnya. Aamiin. Kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama senantiasa kami nantikan. Mohon do’a dan dukungan agar kami terus bisa berkiprah dalam dunia penerbitan majalah dan buku-buku bermutu untuk anak-anak Indonesia.

#Launching Buku Perdana


Review Buku Perdana Majalah Sahabat

Buku kecil ini, berisi tentang tata cara wudhu’, tata cara shalat dan dzikir setelah shalat. Buku ini disusun untuk segmentasi anak-anak seusia sekolah dasar. Dihadirkan dengan kemasan yang berbeda, dengan harapan akan mudah difahami dan kemudian bisa diamalkan.

Dilengkapi dengan gambar praktek Wudhu' dan Shalat. Warna buku ini seluruhnya full color, lengkap dengan animasi dan ilustrasi yang menarik. Jadi sangat cocok untuk sahabat yang seusia sekolah dasar. Untuk dapat memiliki buku ini sahabat bisa menghubungi di WhatsApps: 0813-8122-4664.