Showing posts with label Suara Islam. Show all posts
Showing posts with label Suara Islam. Show all posts

Friday, January 29, 2016

Bantahan Terhadap Syiah

Bantahan Terhadap Syiah

Bantahan Terhadap Fitnah Syiah

Oleh: Amriadi Al Masjidiy*

A.    Siapa Syiah
Telah beredar sebuah flanflet dengan judul “Gurita Wahhabi di Indonesia”. Dari beberapa netizen mengatakan yang membuat flatflet tersebut adalah Syiah, seperti yang terdapat di Faebook Wildan Hasan, Kualisi Umat Islam dan dan lain-lain. Syiah itu siapa? Saya sangat menganjurkan anda untuk membaca buku yang dikeluarkan oleh MUI dengan judul “Mengenal Penyimpngan Syiah di Indonesia”, buku tersebut di tulis oleh tokoh-tokoh besar Indonesia termasuk pendiri NU dan Dewan Da’wah.
Karena saya sebatas mahasiswa makanya hanya bisa mengutip saja. Dalam buku tersebut anda dapat membedakan mana Ahlus Sunnah dan mana Syiah tentang pokok-pokok dan kaidah-kaidah asal yang sangat fundamental. Dalam penelitian LPPI menemukan hal yang sangat tidak masuk akal apa yang dianut oleh Syiah. Sebutkan saja Arsy Allah dan segala langit serta bumi tidak sebanding dengan tali Sandalnya Ali bin Abi Talib. Lebih lanjut dalam penelitian LPPI, Syiah tidak mengakui Al-Qur’an, karena tidak murni lagi dan bahkan mereka mengatakan meliki Al-Qur’an Sendiri yang disebut sebagai mushab Fatimah. Lebih lanjut, Ratu Syiah Indonesia (Emelia) mengatakan “Nabi Muhammad bukan Nabi kita Orang Syiah”.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa syiah itu sesat menyesatkan. Bahkan Syiah sangat tidak manusiawi dalam memperlakukan wanita seperti layaknya PSK, artinya kawin kontra boleh satu jam dan seberapa yang dia mau. Ini adalah usaha membinatangkan wanita, dan merendahkan serendah-rendahnya. Padahal Rasulullah Muhammad n. Telah mengangkat derajat wanita. Untuk lebih lanjut lihat Sofware “Kesesatan dan Bahaya Syiah di Indonesia” hasil penelitian LPPI.

B.     Siapa Wahhabi
Wahhabi di sematkan sebagai pengikut Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. Jika kita telusuri kitap-kitap karangan beliau tidak ada masalah dan sama dengan pendapat maryoritas ulama salaf dan khalaf, hanya saja memiliki perbedaan dalam hal fiqh. Karena syaikh Abdul Wahab lebih banyak arah pemikirannya kepada mazdhab Abu Hanifah. Seluruh umat Islam di dunia maupun di Indonesia mengakui 4 Mazdhab dalam Islam yaitu Maliki, Hanafi, Syafii dan Hambali. Dengan demikian pendapat fiqhiyah Syaihk Abdul Wahab di terima dalam dunia Islam.
Problem dalam masyarakat masalah Wahhabi, selalu dikaitkan sebagai golongan yang suka mengkafirkan, membid’ahkan, mensyirikan dan lain-lain sebagainya. Kita bisa teliti dengan tepat siapa yang suka menyesatkan dan siapa yang suka menuduh dan sebangsanya. Siapa yang mengkampanyekan itu. Kaum Wahhabi tidak menyesatkan sesama muslim. Tapi ada yang menyesatkannya seperti Yazib dalam bukunya Mulia dengan Manhaj Salaf. Itu Cuma yazid, jadi silahkan protes si yazib dan sebangsanya. Dan yang pasti mereka tidak terikat kepada kelompok tertentu.
Tapi lihatlah siapa yang sering mengkafirkan sesama muslim, tidak lain tidak bukan adalah Syiah. Dia mengkafirkan Sahabat Nabi n. Seperti Umar, Usman dan yang lainnya. Kenapa tidak disebut Syiah sebagai kaum takfiri. Kenapa dialamatkan kepada Wahhabi. Inilah permainan media dan terpengaruh oleh yang lainnya. Masalah wahabi sebenarnya sudah terasa local, karena Imam Bonjol dulunya juga disebut sebagai Wahhabi. Ulama-ulama di Aceh yang terhimpun dalam POSA juga disebutkan sebagai kaum Wahhabi, kemudian Muhammadiyah, Persis dan beberapa Ormas Islam pembaharu juga disebut sebagai Wahhabi. Jadi Wahhabi di Indonesia bukan hal yang baru, tetapi sudah menjadi bagian dari Indonesia. Dalam hal ini Penulis merekomendasikan anda untuk membaca tulisan-tulisan Khairil Miswar disini: http://patahkekeringan.blogspot.co.id/ karena penulis melihat tulisan Tgk. Khairil Miswar sangat Objektif.

C.    Mereka Bukan Wahhabi
Syiah salah alamat menuduh Ormas Islam dan partai Islam yang ada dalam flanflet tersebut. Karena seluruh ormas yang di sebutkan dalam flanflet tersebut adalah bukanlah golongan Wahhabi. Kenapa mereka bukan Wahhabi? karena ideology mereka beda dengan ideology Wahhabi. Sebut saja MIUMI pimpinan Bactiar Nasir dan sebagai Dewan Penasehat adalah Muhammad Idrus Ramli (Dewan Pakar Syariah NU Pusat). Idrus Romli Selama ini baik secara pribadi ataupun struktural menolak Wahhabi dan bahkan beliau menulis buku “Pintar Berdebat dengan Wahhabi”, jadi tidak Mungkin NU bisa bersama dengan Wahhabi. Walaupun Imam Besar Istiqlal berusaha menyatukan NU Wahhabi, namun dengan tegas pihak NU membantahnya (lihat: www.republika.com). Maka tuduhan terhadap MIUMI Wahhabi adalah fitnah. Kenapa dialamatkan MIUMI sebagai Intelektual Wahhbi, karena selama ini orang-orang MIUMI anti Syiah secara Intelektual, bukan asal-asalan fatwa syiah itu sesat.
Mereka juga salah alamat menuduh MMI, JAT, JAS, MIT dan lain-lain sebagai Wahhabi. Hal ini bisa kita lihat waktu Parade Tauhid 16 Agustus 2015 kemarin. Mereka semua hadir dalam acara tersebut sebagai acara penyatuan ummat. Namun kaum Wahhabi yang di sponsori Rodja mengadakan kajian Tauhid di Istiqlal Jakarta, sehingga umat Islam terpecah. Sebagian ikut ke Istiqlal dan sebagian ikut Parade Tauhid Indonesia. Dengan demikian jelas beda ideology Wahhabi dengan Ormas-Ormas Islam yang di sebutkan dalam flanflet tersebut.
Kenapa mereka di tuduh Wahhabi, karena selama ini mereka anti terhadap syiah. Kenapa mereka tidak memasukkan FPI sebagai Wahhabi militer dalam flanflet tersebut. Padahal FPI ikut Parade Tauhid dan juga memiliki prinsip-prinsip yang sama dengan ormas Islam yang disebutkan tadi. Syiah takut karena FPI memiliki prinsip yang bermasalah dengan mereka langsung sikat. Jika kita kaji lebih jauh Wahhabi tidak banyak bahas Jihad. Namun ormas yang disebutkan militer oleh Syiah tersebut, tentunya lebih banyak kajiannya tentang Jihad dan syariat Islam. Jika mau jujur Wahhabi sangat bertolak belakang dengan kaum Jihadis.
Selanjutnya Ormas Mahasiswa dan Pelajar KAMMI dan IPI di masukkan kedalam wahabi, karena selama ini mereka sangat tegas menolak syiah dan memperjuangkan Syariat Islam. Lalu kenapa IMM, Hasmi dan yang lainnya tidak masuk, padahal jika kita lihat dalam sehari-hari mereka juga memperjuangkan Syariah Islam dan menolak syiah. Sekalagi syiah ciut bin takut karena mereka memiliki strutural yang kuat. Jadi mereka harus pilah dan memilah. Dalam memfitnah kalangan muda. Jika mereka menuduh yang besar tentu akan bahaya. Dengan demikian tuduhan Syiah terhadap ormas-ormas Islam itu wahabi adalah fitnah besar dan tidak beralasan.

D.    Siapa yang Anti Syiah dan Wahhabi?
Jika kita baca dimedia-media, semua ormas Islam menolak Syiah, tidak ada ormas Islam yang pro Syiah. Termasuk NU adalah Anti Syiah, walaupun dalam beberap tokoh NU yang mendukung Syiah. Namun sebagian besar tokoh NU dan bahkan pendiri NU sendiri, tolak yang namanya Syiah. Beberapa Tokoh NU seperti Zain Al Kaf, Mstafa Ya’kub dan lain-lain secara terang-terangan mengatakan bahwa Syiah lebih berbahya dari pada Wahhabi. Jika mau jujur yang pro Syiah hanyalah Aliran sesat sebangsa JIL, JIN, Ahmadiyah dan yang sebangsa dengannya.
Perlu diketahui bahwa Syiah dalam sejarah Islam memiliki cacatan yang sangat hitam sebagai pengkhianat. Beberapa Ustadz di Indonesia seperti Fariq Okbah, Mustafa Ya’kub dan lain-lain mengatakan Syiah lebih bahaya dari Komunis (http://cyberdakwah.com/). Ada juga Abu Rusydan mengatakan Syiah lebih bahaya dari ISIS (kiblat.net). Ada juga beberapa Tokoh Islam lainnya mengatakan bahwa Syiah lebih bebahaya dari pada Yahudi.
Bagaimana dengan Wahhabi, hampir seluruh Ormas Islam menerimnya walaupun memiliki catatan dan bahkan MUI Jakarta dengan tegas mengatakan Wahhabi Salafi tidak sesat. Maka dalam hal ini fitnah Syiah terhadap ormas Islam wahhhabi adalah propaganda untuk memecahkan ummat dan memjauhkannya dengan yang namanya syariat Islam. Menjauhkan ummat dari I’dad, ini sudah barang tentu Syiah memiliki Agenda yang bahaya terhadap NKRI.

 *) Penulis adalah ketua Islamic Research Forum dan Aktivis Da'wah Dewan Da'wah Pusat

Thursday, August 6, 2015

Islam Nusantara

Islam Nusantara

Islam Nusantara
 
Sebelum kita bahas apa itu Islam Nusantara, ada baiknya terlebih dahulu kita bahas apa itu Islam dan apa itu Nusantara. Islam berasal dari kata Aslama-yaslimu-islam yang artinya berserah diri dan kedamaian. Lebih lanjut Islam berarti agama yang damai dengan berserah diri kepada Allah yang maha Kuasa, dan orang yang menganut agama Islam disebut muslim. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…” (QS. Ali Imran: 19).
Nusantara merupakan arah wilayah, pada zaman dahulu wilayah Nusantara tidak hanya Indonesia, tetapi juga termasuk sebagian wilayah Malaisyia. Indonesia merupakan Negara yang majemuk, didalamnya ada banyak ragam budaya, ragam bahasa, ragam suku, ragam ras dan sebagainya. Jadi tepatnya Islam Nusantara adalah Islam yang sesuai dengan kemajemukan yang ada di Indonesia, yang bersifat toleransi. Walaupun Masjid di bakar, muslim dibantai, Islam Nusantara tetap toleransi, tidak boleh dibalas dengan kekerasan.
Siapa yang mengangkat tema Islam Nusantara? Selama penelusuran penulis belum mengetahui siapa yang pertama kali memberi nama Islam Nusantara. Namun semakin hangat pembicaannya ketika Muktamar NU (Nadlatul Ulama) ke 33 di Jombang yang mengangkat tema Islam Nusantara. Berbagai perdebatan pun terjadi di media, ada yang pro ada pula yang kontra. Islam Nusantara sebelumnya juga menjadi tema bahasan dengan berdirinya Jamaat Islam Nusantara, dan kemudian muncul situs www.islamnusantara.com pembahasan pun semakin indah. Sampai-sampai dunia Internasional juga membahas masalah Islam Nusantara di gedung PBB.
Bagaimana hakikat Islam Nusantara? Dari berbagai pendapat yang di lontarkan. Ada pendapat yang mengatakan “Islam Arab beda dengan Islam Nusantara” dari pekataan ini saja sudah jelas arahnya kemana. Mereka ingin menciptakan opini untuk anti ke arab-araban. Semua yang datang dari arab tidak sesuai dengan apa yang ada di Indonesia, karena Indonesia memiliki ragam budaya dan masalah. Dari pendapat ini kemudian muncul berbagai opini terhadap Islam Nusantara.
Kalau memang tujuannya untuk anti terhadap Arab, maka shalat jangan menghadap ke Mekkah, kerena Mekkah terletak di Arab. Semua yang berbaur Arab harus ditinggalkan dan diganti dengan ragam Jawa atau Nusantara. Haji jangan juga ke Arab, Al-Qur’an juga jangan dipakai karena berbahasa Arab. Hampir semua dasar-dasar Islam harus dibuang karena Islam Nusantara beda dengan Islam yang ada di Arab. Oleh karena itu ide Islam Nusantara adalah ide salah.
Gagasan lain juga di lontarkan untuk mendukung gagasan Islam Nusantara, “Islam harus masuk kedalam budaya”. Kalau Islam masuk kedalam ranah budaya maka Islam akan tinggal namanya saja. Namun aturan dalam Islam, sudah tidak ada lagi. Karena budaya Indonesia beda dengan budaya Cina. Budaya Arab sangat jauh beda dengan budaya Eropa. Maka jika Islam yang mengikuti adat dan budaya, semua dasar-dasar Islam harus dibuang, karena tidak sesuai dengan adat dan budaya setempat. Misalnya ketika ada adat budaya yang memasang sesajen dan jampi-jampi yang jelas-jelas syirik dalam Islam, jika harus mengikuti adat dan budaya tentunya Islam kehilangan jati diri sebagai agama yang mentauhidkan Allah l.
Oleh karena itu Islam bukan agama adat dan budaya. Islam adalah agama yang diridhai Allah dan telah sempurna. Dari itu seharusnya Islam kita jadikan adat budaya, bukan adat budaya kita jadikan Islam. Jangan jadikan Islam Nusantara, tapi Islamkan Nusantara sebagai mana tema Milad FPI ke 17, tanggal 17 Agustus 2015 nantinya. Sudah seharusnya kita untuk meninggalkan yang sesat dan kembali kepada yang haq.
Kenapa Islam semakin rancu di Indonesia? Karena umat Islam di Indonesia mengenal Islam dari pertanya bangaimana berislam? Bukan dari pertanya kenapa harus berislam? Jika pertanyaannya di mulai dari bagaimana cara shalat dan puasa, yang tau cara shalat tapi malah meninggalkannya. Karena belajar dari bagaimana sehingga muncul Islam budaya, Islam moderat, Radikal, dan Nusantara.
Inilah sebabnya penulis mengajak untuk kembali, menanyakan kenapa harus berislam. Sebelum kita menjawab pertanyaan kenapa tersebut, penulis ingin memaparkan hasil pengamatan dari masyarakat di Negeri Bebek. Negeri bebek merupakan negeri yang populasinya penduduknya muslim terbesar di dunia yang berhasil mengalahkan Indonesia. Negeri yang kaya raya akan hasil buminya. Negeri tersebut jika kita lempar tongkat, tumbuh pohon. Apalagi jika yang dilempar adalah pohon, maka hutan yang akan tumbuh.
Negeri yang ijo royo ini diberikan namanya negeri bebek. Kenapa mereka berikan negeri bebek. Menurut para pendiri Negara, mereka mengusulkan agar nama negeri tersebut diberikan nama sesuai dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. Akhirnya gagasannya diterima dan diberikanlah namanya negeri bebek. Karena kebiasaan masyarakat disana suka ikut-ikutan.
Seandainya bebek bisa bicara, lalu kita tanyakan kepada bebek yang paling belakang. Kenapa lewat situ, dia akan menjawab sorri mas aku baru disini. Coba Tanya saja yang didepan lagi. Yang didepan juga tidak tau mau kemana, Cuma mengikuti kakak kelas saja. Kita Tanya yang didepan lagi, juga jawaban tidak tau mau kemana. Sampai ke yang paling depan juga jawaban tidak tahu. Karena dari dulu jalannya lewat sini. Mereka tidak tau kalau jalan itu arahnya ketempat pemotong bebek.
Disisi lain negeri bebek rakyatnya hidup dibawah garis kemiskinan, berbagai kriminalitas ada disana. Mulai dari sexs bebas sampai oborsi juga banyak terjadi disana. Disebuah kota sana anak-anak SMP mereka sudah pernah melakukan hubungan intim antara 7 dari 10 wanita. Keperawanan sudah tidak berharga lagi disana, yang terjadi pada mereka yang kaya akan alam, tapi mereka putus sekolah. Katanya 12 tahun gratis sekolah, tapi nyatanya mereka harus bayar uang seragam, SPP dan uang lainnya.
Setelah lulus SMA, mereka hanya 20% diantara mereka yang melanjutkan ke penguruan tinggi. Sisanya mereka memilih untuk berhenti sekolah dengan beribu macam alasan. Mulai dari putus ekonomi sampai karena budaya mereka, untuk apa kuliah jika akhirnya pengangguran juga. Memang kenyataannya begitu, 30% dari mereka yang lulus sarjana yang mendapatkan kerja, dan sisa 70% lagi hanya membawa title sarjana saja.
Anehnya lagi di penguruan tinggi Islam Negeri Bebek Al-Qur’an di hina, Nabi dicaci maki. Ketika ditanya siapa tuhannya, mereka menjawab Allah, siapa nabinya, Muhammad. Tapi segala perintah dan larangannya mereka tinggalkan. Mereka lebih memilih perintah dan larangan adat budaya, dan yang paling menegangkan lagi mereka lebih mengikuti budaya barat. Segala yang datang dari barat semua itu benar, menurut mereka.
Para pemimpin mereka juga memiliki macam model, namun tidak lebih dari pada para pecundang dan pengecut. Mereka menutup mata ketika umat Islam yang dibantai. Mereka lebih senang untuk mengelingi dunia dengan uang rakyat. Walau ada kiyai yang masuk kedalam ranah pemerintah di negeri bebek. Masuk Kiyai dan keluarnya pengelapan dana haji. Dari itu muncul kata opini bahwa “rakyat dilarang korupsi karena kami tidak suka berkompetisi”. Sehingga dari dulu sampai sekarang korupsi tetap paling tinggi didunia.  
Apakah semua di negeri bebek buruk semua? Tenang!!! Mereka masih memiliki prestasi yang tidak dimiliki oleh Negara lain. Ketika Negara Jepang mengunjungi negeri bebek. Mereka kagung terhadap prestasi kreatif di negeri bebek. Di Jepang hantu itu, itu-itu saja. Namun di negeri Bebek ada banyak hantu. Ada hantu pocong, ada hantu kuntilanak, ada hantu casablangca ada juga suster ngesot. Ada pocong perawan, ada juga tali pocong perawan, yang belum ada tali pinggang perawan. Sehingga Jepang meminta satu hantu kepada Negeri Bebek sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jepang. Sesampai di Jepang hantu diganti nama menjadi Sudako. Filmnya laris manis dan mendapatkan perhargaan dunia Internasional, maka dari itu negeri Bebek dikenal sebagai negeri yang sukses mengekspor setan.
Prestasi lain ngeri bebek, disetiap ulang tahun kemerdekaan mereka akan selalu mengadakan perlombaan makan kurupuk, tarik tambang, panjat pinang. Ketika ditanya pak RT kenapa lombanya itu-itu saja. Maka pak RT bilang dari dulu juga begitu. Jadi pantas mereka tidak maju-maju. Karena mereka tidak berani untuk meninggal yang dulu. Coba dibalik tarik kurupuk, makan karung, berani tidak.
Sebauh kareta eksekutif tujuan Internasional, didalanya memiliki fasilitas yang lengkap dan bisa keliling dunia dalam waktu 10 jam. Jika anda diberikan kesempatan secara gratis untuk naik kereta itu mau atau tidak. Mau..!!! tapi tujuannya ke juran, mau. Maka sebelum naik Tanya dulu kemana tujuannya.
Semua yang terjadi di negeri bebek karena mereka tidak memilik The way To Belief (Jalan menuju keimanan). Mereka belum bisa menjawab Way of Litle. Dari mana asal manusia?, apa tujuannya dan hendak kemana setelah hidupnya. Jika anda pernah menonton film The Matrix, maka akan menjawab pertanyaan tersebut. Manusia berasal dari mesin, sekarang lagi diaktifkannya dan akan kembali menjadi mesin. Namun jika anda pernah menonton film Cina “Sun Go Kong”, ini juga bisa menjawab tiga pertanyaan tadi. Dari mana asal manusia ada dengan sendiri, dan hendak kemana natinya, mereka memahami rekernasi. Setelah mati roh akan masuk ke tubuh yang lain, setiap kehidupan akan ada kematian dan setiap kematian akan ada penghidupan dan begitu seterusnya.
Dari mana asal manusia. Jika anda pernah sekolah pas SD sampai SMA, akan ada mata pelajaran sejarah. Dari mana asal manusia? Manusia berasal dari Monyet. Guru mengatakan demikian, Prof dan Dr juga mengatakan hal yang sama. Akhirnya kita di doktrin bahwa manusia berasal dari monyet. Apakah benar manusia berasal dari monyet?
Menurut teori Evolusi atau yang lebih dikenal dengan teori Darwin, mengatakan bahwa makhluk ini ada begitu saja tanpa ada penciptaan. Makhluk yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan akan masnah. Tapi anehnya teori ini dipercayai oleh sebagian besar para ilmuan. Seharusnya jika teori demikian, maka Monyet tidak ada lagi. Semuanya sudah jadi manusia, atau paling tidak seharusnya Monyet tidak makan pisang lagi, sudah bisa main computer. Karena yang tidak bisa menyesuaikan diri, maka akan musnah. Disisi lain, capung yang ditemukan zaman dulu dengan sekarang tidak ada yang beda. Ikan dulu dengan sekarang juga sama. Sumut dulu dengan yang sekarang juga tidak berubah menjadi satria baja hitam. Tapi sekarang monyet ada dimana-mana. Kalau anak-anak pulang sekolah ditanyai sama orang tua, kira-kira kita berasal dari Monyet mana? Maka jangan marah, karena itu yang diajarkan di sekolah.
Sekarang pertanyaan kita, berasal dari manakah itu manusia?. Anda mungkin akan menjawab dari ibu dan bapak. Terus ibu dan bapak anda dari mana? Dari kakek dan nenek. Kakek dan nenek itu dari mana? Dari buyut dan seterusnya. Tidak ada jawaban yang pasti. Atau mungkin anda akan menjawab dari reproduksi. Hasil pencampuran antara sperma dan ovum. Dari ribuan sperma yang masuk yang selamat jadilah diri anda.
Bisakah terjadi begitu saja tanpa ada proses yang demikian sempurna. Tidak mungkin ada begitu saja kalau tanpa ada yang menciptakan. Sperma yang begitu kecil bisa menjadi diri anda yang begitu besar. Bagaimana bisa terjadi kalau tidak ada yang mengatur. Yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang menciptakan dan mengatur semua ini. Jawabannya adalah Allah l, dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 28 Allah menjelaskan bahwa kita manusia pertamanya mati kemudian Allah menhidupkannya. Dari sinilah kita ketahui bahwa Allah lah yang menhidupkan kita, yang mengerakkan kita, yang mengatur kita semua.
Setelah kita dihidupkan oleh Allah untuk apa kita didunia ini. Dalam hal ini Allah jelaskan bahwa tugas manusia didunia adalah untuk beribadah kepadanya. “dan tidak kuciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” (QS. Al-Ahzab:58). Semua itu kita dapatkan didalam Al-Qur’an. Pertanyaan kenapa kita percaya kepada Al-Qur’an. Karena kita muslim. Kenapa anda muslim. Karena ibu dan bapak muslim. Kenapa ibu dan bapak muslim. Karena kakek dan nenek juga muslim. Dan seterusnya. Karena sudah dari dulu juga demikian. Sama seperti bebek yang suka ikut-ikutan.
Kenapa kita jadikan Al-Qur’an itu sebagai kitab suci. Karena firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 2;

y7Ï9ºsŒ Ü=»tGÅ6ø9$# Ÿw |=÷ƒu ¡ ÏmÏù ¡ Wèd z`ŠÉ)­FßJù=Ïj9 ÇËÈ  
“Kitab[1] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.[2]
Dari ayat diatas Allah l jelas menginformasikan kepada kita bahwa Al-Qur’an sebagai pedoman pentujuk yang tidak perlu diragukan lagi. Kenapa Al-Qur’an tidak perlu diragukan lagi? Dalam menjawab pertanyaan ini, Allah l. Memberikan jawabannya dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 23-24
bÎ)ur öNçFZà2 Îû 5=÷ƒu $£JÏiB $uZø9¨tR 4n?tã $tRÏö7tã (#qè?ù'sù ;ouqÝ¡Î/ `ÏiB ¾Ï&Î#÷VÏiB (#qãã÷Š$#ur Nä.uä!#yygä© `ÏiB Èbrߊ «!$# cÎ) öNçFZä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇËÌÈ   bÎ*sù öN©9 (#qè=yèøÿs? `s9ur (#qè=yèøÿs? (#qà)¨?$$sù u$¨Z9$# ÓÉL©9$# $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÅsø9$#ur ( ôN£Ïãé& tûï̍Ïÿ»s3ù=Ï9 ÇËÍÈ  
“dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[3] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
            Dari ayat diatas jelas, Al-Qur’an menantang bagi yang meragukan Al-Qur’an. Kalau anda mengajak adu jotos satu lawan satu itu fair. Namun Al-Qur’an tidak fair, Al-Qur’an mengatakan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah. Jika kamu yang benar. Tantangan ini sampai sekarang belum ada yang mampu untuk menandinginya. Maka disini jelas Al-Qur’an adalah mu’jizat sepanjang masa. Arti dari mu’jizat itu sendiri adalah melemahkan. Oleh karena itu Al-Qur’an melemahkan kita, untuk menerimanya sebagai kitab suci, karena tidak ada tandingannya.
Maka Way of Litle, manusia berasal dari Allah. Tugas didunia adalah beribadah kepada Allah. Dan kita akan kembali kepada Allah, hal ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 28. Inilah yang nama tauhid. Kita berasal dari Allah yang hidup didunia ini untuk beribadah kepada Allah l. Sesuai dengan aturan yang telah Allah tetapkan dalam Al-Qur’an dan As-sunnah. Sebagai contoh, ketika kita membeli HP, tentunya baru bisa digunakan harus memakai sim card, tidak membanting, tidak dimasukkan kedalam air. Semua aturan tersebut kita dapatkan dari buku petunjuk manual dari pabrik yang menciptkan HP. Namun bagaimana jikalau kita tidak menggunakan petunjuk atau kita menggunakan buku petunjuk yang lain missal petunjuk kulkas. Pasti akan rusak karena masuk air.
Begitu juga kita manusia sebagai ciptaan tuhan, Allah telah memberikan kepada kita buku petunjuk didunia ini agar kita tidak tersesat. Yaitu Al-Qur’an yang manulia dan Allah menurunkan rasul sebagai suri tauladan yang harus kita ikuti. Bukan saja kita yakin ada aturan-uturannya tetapi kita juga nantinya akan dihisap oleh Allah. Yaitu mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan didunia ini. Sesuai dengan petunjuk atau tidak.
Contoh lain, misalnya untuk menjadi seorang karyawan anda tentunya akan di Interview, dan ada perjanjian kotrak kerja. Misalnya masuk jam 7 keluar jam 12. Namun bagaimana jika kita melanggarnya. Tentu akan ada SP 1 dan SP2. Setelah SP 2 kita datang jam 10 untuk kerja maka cari bos lain saja, karena kita tidak bisa kerja sama dengan mereka. Begitu juga dengan hidup kita didunia. Kita telah ada perjanjian dengan Allah bahwa dialah tuhan kita.
Namun jika kita melanggarnya maka jangan heran kalau Allah kasih untuk peringatan, seperti banjir dan sebagainya. Untung saja Allah tidak menyuruh kita untuk mencari tuhan yang lain.  Sebagaimana firman Allah l. Dalam Al-Qur’an:
öqs9ur ¨br& Ÿ@÷dr& #tà)ø9$# (#qãZtB#uä (#öqs)¨?$#ur $uZóstGxÿs9 NÍköŽn=tã ;M»x.tt/ z`ÏiB Ïä!$yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur `Å3»s9ur (#qç/¤x. Mßg»tRõs{r'sù $yJÎ/ (#qçR$Ÿ2 tbqç7Å¡õ3tƒ ÇÒÏÈ  
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Wallahu’alam…..
Amriadi Al Masjidiy (Direktur Islamic Research Forum)



[1] Tuhan menamakan Al Quran dengan Al kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.
[2] Takwa Yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
[3] Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad s.a.w.