Tuesday, September 1, 2015

Konsep Nabi Dalam Islam

Konsep Nabi Dalam Islam
Nabi diambil dari kata an-nabiy, jamak al-anbiya. Kata an-nabiy dan jamaknya al-anbiya, banyak ditemukan dalam Al-Qur’an dan dan hadist. Makna kata Nabi berarti orang yang diberi wahyu, baik yang disuruh untuk menyampaikannya atau tidak. Nabi adalah seorang manusia biasa yang dapat mendapatkan keistimewaan menerima wahyu dari Allah Subhanahu Ta’ala. Di anatara para Nabi ada yang diamanatkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada ummat manusia. Nabi yang demikian itu disebut rasul. Semua Nabi dan Rasul biasanya diperlengkapi dengan mujizat, yaitu suatu perbuatan luar biasa yang dapat dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, biasa digunakan untuk membuktikan diri mereka sebagai seorang Nabi atau Rasul.
Rasulullah dibimbing wahyu, dalam Al-Qur’an Allah l menjelaskan: “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al-Kahfi: 110 )
Rasulullah dibimbing wahyu oleh Allah melalui perantaraan malaikat jibril, di setiap ingin menyampaikan sesuatu tentang agama Islam. Nabi adalah manusia biasa, dan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanallahu Ta’ala, dan nabi juga hidup bersama masyarakat lainnya dan bersifat seperti             manusia biasa seperti dalam berpakaian, makan,  minum dan bekerja sebagaimana dalam firman Allah l.
(#qä9$s%ur ÉA$tB #x»yd ÉAqߧ9$# ã@à2ù'tƒ uQ$yè©Ü9$# ÓÅ´ôJtƒur Îû É-#uqóF{$#   Iwöqs9 tAÌRé& Ïmøs9Î) ҁn=tB šcqä3uŠsù ¼çmyètB #·ƒÉtR ÇÐÈ   ÷rr& #s+ù=ムÏmøs9Î) î\Ÿ2 ÷rr& ãbqä3s? ¼çms9 ×p¨Yy_ ã@à2ù'tƒ $yg÷YÏB 4 tA$s%ur šcqßJÎ=»©à9$# bÎ) šcqãèÎ6­Gs? žwÎ) Wxã_u #·qßsó¡¨B ÇÑÈ   öÝàR$# y#øŸ2 (#qç/uŽŸÑ šs9 Ÿ@»sWøBF{$# (#q=ŸÒsù Ÿxsù tbqãèÏÜtGó¡o WxÎ6y ÇÒÈ   x8u$t6s? üÏ%©!$# bÎ) uä!$x© Ÿ@yèy_ y7s9 #ZŽöyz `ÏiB y7Ï9ºsŒ ;M»¨Zy_ ̍øgrB `ÏB $ygÏFøtrB ㍻yg÷RF{$# @yèøgsur y7©9 #IqÝÁè% ÇÊÉÈ  
Artinya: “dan mereka berkata: "Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat agar Malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?. Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang Dia dapat Makan dari (hasil)nya?" dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir".Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu). Maha suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.” (QS. Al-Furqon: 7-10)
Nabi saat menyampaikan pesan kepada mad’unya, nabi mendapatkan wahyu melalui perantaraan malaikat jibril dalam menyampaikan wahyu dalam Al-kitab Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah l. Artinya: “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, Yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padanya. (QS. Al-Kahfi: 18 )
Selanjutnya dalam ayat lain: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” ( QS. Al-Hajj: 94 )
Pembahasan Selanjutnya: Konsep Wahyu Dalam Islam


SHARE THIS

Author:

Penulis merupakan penulis bebas dan juga penggiat blockchain dan Cryptocurrency. Terima Kasih sudah berkunjung ke Blog Saya, bebas copy paste asal mencantumkan sumber sebagaimana mestinya.

0 comments: