Showing posts with label Suara Alam. Show all posts
Showing posts with label Suara Alam. Show all posts

Monday, April 4, 2016

Mari Dirikan Bank Sampah

Mari Dirikan Bank Sampah

bank-sampah-di-bekasi.jpg
Tebar Suara | Dari beberapa tulisan saya di media online sebelumnya, banyak mendatangkan pertanyaan mengenai Bank Sampah. Mulai dari sistematika sampai ke legalitas menjadi pertanyaan mereka. Pada kesempatan kali ini saya hanya membahas sebagian dari pertanyaan-pertanyaan mereka terhadap Bank Sampah.
Rujukan yang saya gunakan disini adalah Bank Sampah Pelopor Mandiri yang dulunya dikenal dengan Bank Sampah Safa Mandiri. Bank Sampah itu merupakan suatu system pengelolaan sampah secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan aktif di dalamnya. 
Di Bank Sampah kita mengelola dan mengolah sampah menjadi berkah menghilangkan masalah. Menurut kami di Bank Sampah Pelopor Mandiri Sampah itu sebagai Aset, komoditas, potensi, serta menjadikan sampah sebagai solusi. “Waste for Improvement, Trash for Emendation.” 
Konsep Bank Sampah "Pelopor Mandiri" berbeda dengan Bank Sampah "konvensional" yang cenderung kapitalistik serta materialistik yang telah ada selama ini. Hal  ini tentu berbeda dengan Bank Sampah yang berkarakter holistic dan semangat spiritual serta sosial (gotong royong) dan juga penerapan iptek tepat guna ramah lingkungan serta ramah finansial yang berupa sistem ekonomi kerakyatan anti ribawi.
Selama ini sampah selalu dipahami sebagai material yang tidak berguna. Padahal, Sampah dapat kita ubah menjadi berkah. Kita dapat menabung dengan menggunakan sampah untuk sekolah, menabung sampah untuk aqiqah, menabung sampah untuk khitanan, menabung sampah untuk qur’ban, menabung sampah untuk umroh dan menabung sampah untuk haji. Sehingga bersama Bank Sampah kita dapat mewujudkan lingkungan menjadi bersih dan sehat serta sejahtera yang penuh dengan keberkahan.
Menurut Unilever dalam buku “Sistem Bank Sampah…” ada 5 langkah sukses mendirikan Bank Sampah yaitu; Sosialisasi awal, Pelatihan teknis, Pelaksanaan sistem, pemantauan dan evaluasi serta pengembangan. 
Sosialisasi awal yaitu memperkenalkan apa itu Bank Sampah kepada RT/RW dan warga setempat agar bisa bersama mendirikan Bank Sampah. Setelah disetujui bersama lahkah berikutnya pelatihan teknis yang berupa bagaimana sistem bank sampah?, bagaiman mengelola sampah?, bagaimana manajemennya?, bagaimana pembukuannya? dan seterusnya.
Setelah pelatihan teknis Bank Sampah harus berjalan langsung, dengan membuat data registasi perserta, buku tabungan administrasi dan buku tabungan nasabah. Buku tabungan nasabah bisa juga tidak diperlukan jika dalam hal ini ada teknis IT yang bisa diakses langsung melalui Smartphone Nasabah dan tentu hal ini akan memudahkan. Dalam masalah ini bisa dilihat gambar diatas sebagai contoh dari Bank Sampah Pelopor Mandiri dan sudah barang tentu bisa disepakati sampah apa saja yang diterima atau tidak oleh bank Sampah.
Setelah Bank Sampah berjalan, jangan lupa untuk dievaluasi. Evaluasi bisa berupa pendapatan, bisa juga burupa masalah dengan lingkungan dan lain-lain. Jika mendapatkan masalah tentu harus dicarikan solusi bersama dengan musyawarah. Untuk pengembangan bisa dengan mengurus legalitas koperasi, simpan pinjam dan unit usaha lainnya.
Mekanisme dalam Bank Sampah hanya menerima sampah yang telah terpilah dari rumah tangga, kemudian baru di setor kepada Bank Sampah dengan ditimbang jumlah sampah dan kemudian di catat dalam buku tabungan, baik dalam tabungan administrasi maupun dalam buku tabungan nasabah. Sampah yang sudah terkumpul dari nasabah silahkan untuk berkreasi, bisa berupa kerajinan tangan, kompos, energi dan juga tentunya bisa diangkut ke pengepul untuk dijual.
*) Penulis adalah Pengurus Bank Sampah Pelopor Mandiri dan Team BOS Consulting Kota Bekasi (BOS-Berkah Oleh Sampah dan Berkah Olah Sampah) Tulisan ini telah di muat di Suara Warga Bekasi | Bekasi Media | Status Aceh | Lintas Aceh | Aceh Baru  | Tebarsuara.com | Info Bekasi

Wednesday, March 2, 2016

Agar Sampah Tak Jadi Masalah

Agar Sampah Tak Jadi Masalah

12717924_10208447700814685_6022085383055701363_n
Hari Peduli Sampah Nasional
Oleh: Amriadi Al Masjidiy*

Sebenarnya ini tulisan lama dan telah dimuat di beberapa media Aceh dan Bekasi. Namun dalam tulisan ini terdapat banyak kesalahan pengetikan sehingga mengharuskan saya untuk mengedit kembali.

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) hari ini serentak dan semarak di 104 Kota/Kabupaten. HPSN ini merupakan sebagai gerakkan nasional bebas sampah 2020. Menurut bebassampah.id Gerakkan ini sebagai kerja bakti nasional yang diselengggarakan setiap tahunnya pada tanggal 21 februari diseluruh Indonesia. Mulai dari Kota, Pesisir Pantai dan bahkan sampai ke gunung. Gerakkan HPSN hari ini didukung oleh 465 komunitas, lembaga dan yayasan, kemudian ditambah lagi ratusan komunitas Bank Sampah. Bank Sampah termasuk sebagai penggerak bebas sampah nasional dengan partner Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

HPSN di Kota Bekasi berjalan dengan langsar di Plaza Bekasi. Waste4Chage.com (W4C) menegaskan HPSN serentak dilaksanakan care free day, baik secara inisiatif sendiri maupun komunitas kemudian ditutup dengan operasi pugut sampah. W4C dalam hal ini berkalaborasi dengan 30 komunitas peduli lingkungan lainnya. Pelopor bebas sampah 2020 didukung oleh semua lapisan masyarakat.

Saya di Kota Bekasi berkaborasi dengan Berkah Oleh Sampah dan Berkah Olah Sampah (BOS Consulting) dan Bank Sampah Pelopor Mandiri dengan dukungan Komunitas Empatisan Revolusi Energi Nasional (KEREN), Lembaga Edukasi Nasional Teknologi dan Energi Rakyat Indonesia (LENTERA), Yayasan Persaudaraan Pelopor Peradaban, Sieben Ahren (sebuah komunitas peduli lingkungan Jerman) dan Sahabat Archery.

Dalam acara tersebut kami membawa spanduk yang fenomenal dengan tulisan besar “SAMPAH BUKAN MASALAH”, keberanian tulisan yang kami buat bukan tidak berdasar tapi karena dukungan dibelakang kami yang siap mengolah sampah. Sehingga harga sampah sangat bernilai di jika diolah dan dikelola dengan cara enterpreuneur.

Gerakkan HPSN ditempat lain, sebutkan saja Aceh khususnya di kota Lhokseumawe yang di pelopori oleh sahabat saya satu sekolah dulu di MTs.S Muhammadiyah Lhokseumawe, yaitu Heru Tesar Ichsan yang mengambil lokasinya di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe. Begitu juga teman-teman yang lain seperti Riau, Lampung, NTB, Kalimatan Barat, Sulawesi Selatan juga melakukan hal yang sama.

Kembali ke Kota Bekasi, HPSN di Kota Bekasi diikuti oleh beberapa sekolah, Yayasan, LSM, Komunitas, dan Bank Sampah se Kota Bekasi. Bank Sampah se Kota Bekasi juga berkumpul dalam sebuah wadah yaitu Sentra Bank Sampah Kota Bekasi, yang didukung pemerintah dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rahmat Efendi dalam sambutannya selaku Wali Kota Bekasi, mengatakan bahwa sampah di Kota Bekasi harus ditangani secara keseluruhan. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan termasuk pihak sekolah yang bisa membuat atau menambahkan jam kebersihan baik di lingkungan sekolah,  turun jalan atau ke tempat lainnya. Dengan hal ini kita berharap kota Bekasi terbebas dari yang namanya sampah, tegas Wali Kota di Lapangan Gedung Plaza Kota Bekasi (21/2/2016).

Setelah Apel di Lapangan Plaza Kota Bekasi kemudian di lanjutkan dengan gerakkan pugut sampah di sepanjang jalan Samarecon dan sekitarnya. Dan akhiri dengan timbang sampah di Sentra Bank Sampah Kota Bekasi yang diketua Pak Sairoji. Sampah yang dikumpulkan itu kemudian diserahkan kepada Rumah Sedekah Sampah. Untuk diolah dan dipergunakan dalam kegiatan sosial lainnya.

“Diharapkan dengan acara seperti ini Indonesia terbebas dari yang nama sampah”. Tulisan ini telah dimuat di Litas Atjeh, Berita Ekpres, Bekasi Media, Klik Kabar dan Tebar Suara


*) Penulis Merupakan Aktivis Lingkungan di Kota Bekasi, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam di STID Mohammad Natsir.

Wednesday, April 29, 2015

Hancurnya Pendidikan di Indonesia

Hancurnya Pendidikan di Indonesia



Oleh: Amriadi (Islamic Research Forum-IRF)

Pendahuluan
Hancurnya pendidikan di Indonesia memiliki beberapa sebab. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh bebebrapa hal seperti kurikulum, guru, sekolah, media, teman dan lingkungan. Sebagai bukti yang tampak, bisa di lihat langsung ketika lulus ujian, terutama ujian nasioanl. (Baca; UN, Produk Pembodohan siswa) Digelarnya berbagai pesta, corat-coret baju, dan berbagai kebebasan lainnya. Hal ini adalah imbas dari hasil kurikulum atau system pendidikan yang tidak pas untuk anak. Jadi mereka merasa bebas ketika lulus ujian seperti orang bebas dari penjara yang didalamnya dikurung dan disiksa. Begitu juga dengan pendidikan yang seperti penjara, maka hasil didikannya juga akan merasa bebas jika selesai ujian. Maka dari itu Indonesia membutuhkan system pendidikan yang dalam bahasa kerennya “Sistem pendidikan yang gue banget.” Bagaimana system pendidikan yang gue banget. Ini akan kita bahas pada kesempatan lain sebagai solusi dari permasalahan ini. Disini dapat kita gamabarkan kalau system pendidikan yang gue banget itu adalah system pendidikan yang mempunyai basis semua siswa dapat menerima semua peraturan dan kurikulum yang akan diajarkan.
Maka jikalau system pendidikan yang tidak memadai maka jangan heran kalau hasil lulusannya adalah error. Error kita maksud disini adalah dalam system pendidikan adanya penipuan, maka jangan heran kalau melahirkan hasil didikan yang koruptor. Jika system pendidikan dipengaruhi oleh asing, maka jangan heran, kalau yang akan lahir adalah para penghancur Negara. Jika system pendidikan adalah pembodohan, maka jangan heran jikalau hasilnya adalah pengannguran. Maka dari itu kita harus bisa merancang system pendidikan yang cocok untuk tidak mengahasilkan penjahat di Indonesia. Agar lebih mudah kita pahami bagaiman pendidikan hancur, maka dapat dibuat beberapa poin yang menurut penulis adalah akar penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia.

Kualitas Murid
Murid atau siswa adalah peserta didik. Sebelum sampai kesekolah anak terlebih dahulu mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Namun hal ini menjadi masalah karena orang tuanya tidak sempat peduli terhadap anak, karena sibuk dengan karirnya. Oleh sebab itu maka lingkunganlah yang menjadi guru pertama si anak. Namanya juga lingkungan, apa saja bisa dibentuk. Mulai dari perusakkan moral sampai perbaikan moral juga bisa diciptakan oleh lingkungan. Hal ini tergantung dilingkungan mana dia berada, kalau lingkungan baik tentu akan menjadi baik, namun jika lingkungan jelek yang pastinya juga jelek. 
Kembali lagi kepada guru pertama si murid yaitu orang tua, yang secara tidak langsung dia telah mengajarkan kepada anak beberapa hal yang salah, bagi mereka yang sibuk. Sehingga mereka sepulang kerja asyik duduk nonton televisi. Secara tidak sengaja orang tuanya telah memberikan kepada televise, untuk mengajarkan anaknya apa yang dia tonton. Disisi lain, orang tua yang sibuk tentunya tidak terlalu peduli dengan moral anaknya bagaimana?. Mereka juga sering terjadi problem solving antara suami dan istri didepan anak. Padahal anak kecil sangat mudah untuk menangkap kata-kata yang didengar dan apa yang dilihat. Oleh karena itu kualitas murid sampai kesekolah adalah kualitas bagaimana di rumahnya. 
Kualitas dirumah itu sangat menentukan akan kualitas di sekolahnya nanti. Seberapa jagonya guru untuk membentuk moral yang baik kepada anak, pasti tidak akan berhasil jika dirumah tidak di perdulikan. Maka dari inilah akan mengakibatkan merosotnya pendidikan di Indonesia.

Media
Media sering kali menjadi rujukan untuk anak. Oleh karena itu media menjadi guru bagi mereka. Tidak jarang sepulang sekolah anak-anak langsung di depan televise untuk menonton tayangan yang disajikan. Televise memiliki program dan tujuannya masing-masing. Misalnya infotaiment yang memberikan gossip aib para artis. Maka jangan heran setelah itu dia juga melakukan apa yang dia lihat dan dengarkan. Sehingga timbulnya berbagai permasalahan pada si anak. Mereka yang sering di depan tv dan melihat iklan perusak moral, kebanyakkan iklan dibintangi oleh wanita yang memperlihatkan aurat. Maka jangan heran setelah nonton tv dia berani melepaskan pakaian yang syar’I kepada pakaian artis yang dilihat. Selanjutnya anak-anak juga disuguhi senetron pecintaan. Bahkan kebanyakkan senetron tidak mendidik untuk anak-anak. Hasil dari didikan senetron tersebut juga sangat jelas kelihatan dalam pergaulan anak sehari-hari, mulai dari bebas bergaul dengan lawan jenis sampai pada perzinaan dan pemerkosaan. Maka jangan heran ujian belum habis mereka duluan pesta seks di hotel dengan pacarnya masing-masing, sebangainya yang lansir oleh www.tribunnews.com dan www.okezone.com. 
Itulah hasil dari didikan media yang menyebabkan kehancuran moral anak bangsa. Selanjutnya media penerbitan seperti majalah dan internet juga mempunyai basis merusak anak-anak. Indonesia pernah keluar majalah Playboy, dan sekarang yang paling ngetren adalah majalah Male dari detik.com.majalah ini dapat diakses secara gratis di internet. Selain itu juga hadir website pornografi dan pornoaksi yang menyebar luas di Internet tanpa batas. Tentu hal ini bukan saja problem para guru disekolah atau di bimble tapi juga termasuk para orang tua bagaimana halnya dalam mendidik anak dalam mengatasi berbagai perusakkan moral di Indonesia. 
Guru dituntut untuk untuk memperbaiki moral anak didiknya dengan gaji yang sempit dan bahkan tidak memadai. Namun para artis sebagai perusak moral bangsa digaji melebihi 90 banding 10 gaji guru. Gaji guru satu bulan masih ada yang lima ratus ribu rupiah, namun para artis sekali tampil saja mencapai 12 juta rupiah untuk artis papan bawah. Bagaimana dengan yang papan atas. Hal ini seharusnya tercium oleh para tokoh pendidikan akan bahayanya hal ini. Namun apa boleh buat, para tokoh bungkam seribu bahasa. Sehingga para perusak moral bebas berkarya dan berekpresi. Sedangkan guru dan alim ulama selalu diintai. 

Kurikulum
Kurikulum dalam pendidikan di Indonesia juga mengalami masalah. Penyusun buku untuk bahan ajar para siswa banyak yang aneh. Setelah keluar Latihan Kerja Siswa (LKS) yang menjelaskan tentang Miyabi dan membela Komunis. (www.inilah.com) Baru-baru ini juga tidak ketinggalan parahnya. Dalam sebuah buku ajar Sekolah Dasar (SD) mata pelajaran Agama Islam “Banci Boleh Jadi Imam”. Sejak kapan Allah SWT. Membagikan lebel manusia banci. (www.panjimas.com) Ada yang paling keren lagi dalam buku ajar untuk tingkat SLTA yaitu tertulis kata Jihad. Media langsung memproklamirkan ajaran ISIS sudah masuk kedalam kurikulum sekolah tingkat SLTA. (www.merdeka.com). Ada juga buku yang menggambarkan Umar Bin Khathab dengan babi, ini jelas ajaran sesat Syiah masuk ke kurikulum pendidikan. (www.panjimas.com). Tapi sekali lagi hanya sedikit tanggapan mengenai permasalahan seperti ini. Padahal jelas perusakkan aqikadah disini. (Lihat lengkap: Perusakan Aqidah Via Pendidikan)
Inilah problem pendidikan di Indonesia. Maka tidak heran kalau menghasilkan perserta didik yang error. Lebih lanjut dalam kurikulum pendidikan missalnya sejarah selalu ada penipuan akan kebenaran suatu peristiwa, seperti cerita tangkuban perahu yang tidak jelas asalnya. Penyebutan pemberontak terhadap para pahlawan. R.A Kartini sebagai pahlawan Wanita Indonesia yang dipilih oleh Belanda. (www.atjehcyber.net). Jadi jangan heran kalau hasilnya adalah peserta didik yang menipu. Karena kurikulum saja sudah pada menipu. Selain buku ajar disekolah-sekolah juga ada buku-buku aneh lain yang terbit sebagai penambah wawasan si anak, namun sekali lagi di Negara yang penuh bebas ini bisa hadir apa saja. 
Hadirnya buku “Aku Belajar Pacaran” yang didalamnya berisi ajakan untuk para remaja untuk melakukan zinayang diistilahkan dengan kata ML. sungguh kurang ajar penulis dan penerbit buku, seperti diatas yang tidak menghormati moral agama dan bangsa. Seharusnya buku-buku sebelum terbit disensor terlebih dahulu, sebelum di naikkan ke percetakan. Hal ini dilakukan untuk menjaga moral bangsa dan nama baik Negara. Maka dari itu kita membutuhkan sebuah system pendidikan dan kurikulum yang gue banget. Agar tidak terus meracun pemikiran anak didik dan perusakan moral bangsa. (temukan setiap hari artikel yang ter up to date, hanya di www.facebook.com/ust.amriadiatau di www.amriadicyber.blogspot.com) 
Silahkan Share Ke Teman-Teman Semoga Bermanfaat
===========(Amriadi Channel)==========
Blogger: http://amriadicyber.blogspot.com/
Youtube: https://www.youtube.com/user/CVCNTV
Facebook: https://www.facebook.com/ust.amriadi
Twitter: https://twitter.com/tgk_amriadi
Mobile: +628990019785

Wednesday, December 24, 2014

Demi SDA, Aceh Konflik-Tsunami 2004

Demi SDA, Aceh Konflik-Tsunami 2004

0leh: Amriadi Al Masjidiy

Nangroe Aceh Darussalam merupakan salah satu wilayah dengan kandungan mineral terbesar di dunia. Minyak hidrokarbon di timur laut semeulue di perkirakan mencapai 320 miliyar barel. Sangat jauh lebih besar dari apa yang ada di Negara lain khususnya Saudi Arabia yang Negara penghasil minyak tertinggi tapi hanya ada 264 milyar barel, silahkan saudara bandingkan dengan apa yang ada di negeri kita. Kanapa penghasilan Negara Saudi bisa makmur padahal penghasilan mereka hanya bergantung pada minyak. Silahkan saudara menghayal lebih jauh lagi.
Selain minyak juga terdapat potensi tenaga panas bumi di Jaboi Sabang. Selain itu emas, tembaga, timah, krominium dan marmer di pidie, ada juga Native copper, Chalcopirit, Bornit, Chalcosit, covellit, dan tembaga lain yang bernilai tinggi, yang kalau digunakan untuk memakmurkan rakyat sungguh melebihi seluruh rakyat Indonesia walaupun penghasilannya di Aceh saja. Tapi tentunya kekayaan ini bukan di Aceh saja di daerah lain juga jauh dari pada itu.
Hal ini telah menimbulkan perang besar dan berkempanjangan antara Gerakan Aceh Mardeka (GAM) dan Republik Indonesia. Tapi demi kepentingan RI rela membunuh jutaan rakyat Aceh, dengan berbagai tindakan penyiksaan dimulai dari penyiksaan tubuh sampai membunuh mental terhadap wanita. Sumber Daya Alam Aceh telah menyebabkan Aceh dihadang oleh beberbagai kepentingan, baik dari RI maupun asing. Seharusnya RI menhormati Aceh sebagai benteng Indonesia pasca Kolonilisme dan saharusnya juga ikut malu menjajah Aceh yang telah menyumbang pesawat Selawah Agam dan Dara yang sampai saat ini masih ada di Taman Mini Nasional.
Apa yang terjadi di Negara kita, kenapa rakyat sensara padahal hasil bumi melimpah. Setelah kita cek lebih jauh ternyata korporasi asing yang menguasai seluruh isi perut bumi yang ada di Aceh yaitu Exxon, BerAwick dan Rio Tinto. Kenapa hasil bumi kita, kita berikan kepada asing padahal rakyat kita menjerit kelaparan, apa yang salah dengan rakyat. Silahkan tanyakan pada rumput yang bergoyang seperti kata Ebiet E. Gade.
Derita demi derita masyarakat Aceh terus di lalui, pada tahun 2004 Amerika turun tangan karena konflik di Aceh sudah kepanjangan. Mereka tidak sabar lagi ingin menguasa sumber daya alam di Aceh. Akhirnya dengan senjata pengalih cuaca High Frequency Active Auroral Researh (HAARD) ciptaan asli anak aceh Cut Annisa yang dijual ke Simon Solomon militer Amerika Serikat. Senjata buatan putri Aceh ini dimodifikasi menjadi HAARD yang nama pertama diberikan oleh Cut Annisa adalah Terestrial Phenomena. HAARD yang dimodifikasi mampu menciptakan iklim yang ekstim dan membuat getaran di Lempeng Bumi serta mendesain gempa dan tsunami buatan, sehingga hasil buatan anak Aceh ini di coba pada tanggal 26 Desember 2004. Selain itu HAARD juga bisa membuat semacam ilusi lewat gelombang yang dikirim ke udara kepada manusia sehingga mempengaruhi cara berpikir seseorang (mind-control).
Selain di Aceh senjata ini telah dicoba di Paskistan dengan banjir, gempa bumi di Ban, Iran, pada tahun 2003 tanaman di Moskow mati karena kasus Asap buatan HAARD, Serta gempa bumi di Haiti tahun 2010, di Sichuan dan Cina pada tahun 2008 sehingga dengan senjata ini telah membuat Amerika seperti tuhan, siapa yang dia kehendaki akan diturunkan bencana. Catatan gempa tsunami Aceh di beritakan secara berbeda, BMG mencatat 6,4 SR, NOAA 8,5 SR, sehingga pemerintah India pada waktu itu mencuriga gempa 9,2 SR itu bukanlah gempa alimiah. Akhirnya pada tanggal 28 Desember 2008 India mengusir paksa angkatan laut militer AS untuk menjauhi wilayah mereka. 
Selang satu hari kemudian Daily Editorial, Media India ini menurukan tulisan kontroversi berjudul, ”Was this a showdown by a country to show the region what havoc can be created?” pada posisi ini India menjelaskan apayang sesungguhnya terjadi pada gempa besaryang menghancurkan Asia Tenngara dan sebagian Asia Selatan. Judul editorial itu mengarahkan peristiwa gempa tersebut sebagai rekayasa dari senjata pengalih cuaca HAARD yangdigunakan oleh AS, hal ini juga disampaikan oleh presiden Chaves melalui RT Channel mengungkapkan permainan AS pada gempa Haiti walaupun keberadaan HAARD di Alaska. Korban tsunami di Aceh yang telah menewaskan ratusan ribu orang tanpa dosa atau tanpa salah apa-apa pada Amerika, tapi karena keserakahan AS pada sumber daya alam di Aceh hal ini tidak apa-apa bagi Amerika.
Joe Vialls jurnalis Australia mengata bala tentara AS yang dilengkapi tentara mariner lengkap dengan senjata memasuki Aceh, “ini semua demi mengagganti kerugian kegagalan pencurian minyak dan rekonstruksi di Irak”. Tanpa disadari oleh pemerintah Indonesia, Kapal yang seharusnya didatangkan ke Srilangka, USS Bonhome Richard memindahkan 3500 marinir ke USS Duluth, kapal dermaga yang sangat besar ini menuju Sumatra dan semua bergerak ke Aceh. sekarang Indonesia terjerat utang, sebagai bantuan asing dari Negara-negara donor. Kekuatan riba ini memerah Negara ini harus membayar dengan sumber daya alam yang ada di Aceh. Dengan penciptaan gempa dan tsunami buatan ini telah memenangkan AS mengeruk hasil bumi di Aceh tanpa bisa ditekan mundur. Inilah realita Negara demokrasi yang tamak harta dengan merampok Negara lain walau harus membunuh ratusan ribu rakyat sipil di Aceh.
Sekarang mesium tsunami Aceh, designya seperti angka 666 one-eyes. Sehingga dengan selesai mesium tersebut ramai-ramai Negara asing memperingati tsunami buatan tersebut. 10 tahun tsunami Aceh telah membuat banyak bagunan Aceh telah kembali. Tapi yang belum kembali rakyat Aceh tetap dalam tantaman penjajahan dari asing dan RI. Aceh belum damai karena SDA dan ekonomi masih ditangan orang lain. Aceh baru dapat dikatakan damai jika Politik, ekonomi dan lain-lain tidak dipengaruhi oleh Negara lain, tanpa terikat dan beban terhadap kepetingan luar.
10 tahun tsunami Aceh dan damai konflik antara GAM dan RI, Syariat Islam di Aceh masih belum rata ditegakkan bahkan syariat Islam di Aceh di gonggong oleh barat dan liberal, sehingga syariat Islam selalu terhambat oleh pengaruh oknum-oknum yang anti syariat Islam. Mari kita kembali sama merenung kembali tuan kita berjuang adalah untuk tegaknya syariat Islam di Aceh. Puluhan juta rakyat telah korban seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk tetap istiqamah membangun Syariat Islam. Membangun Musyawarah mufakat adalah anjuran untuk menemukan titik temu antara ide-ide yang telah ada. Perjuangkan suara rakyat dan jangan sekali memperjuangkan suara kepentingan diluar Aceh. Karena akan kehilangan kembali nyawa rakyat aceh jika turut digubris permintaan suara selain dari anak Aceh.
10 tahun tsunami dan damai Aceh dari konflik adalah momentum yang tepat untuk membangun seluruh kepentingan syariat Islam dan kepentingan kesyahteraan masyarakat Aceh, setelah berpuluhann tahun hidup dalam penderitaan konflik. Aceh telah damai dari segi konflik, maka saatnya rakyat Aceh merasa hidup aman tanpa ada suara penembakkan terhadap rakyat. Saat rakyat Aceh menikmati tantanan hidup baru yang damaian dan bersyariat, saatnya rakyat Aceh menikmati hidupnya tanpa ada perampokkan, pencurian apalagi penculikkan. Mari sama-sama kita membangun Aceh menuju kejayaan bersama. (dikutib: Berbagai Sumber)

  

Sunday, March 23, 2014