Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts

Thursday, March 30, 2023

Suasana Kehangatan dan Kebersamaan Ramadhan di Medan - Part 2 dari seri Ramadhan Journey

Suasana Kehangatan dan Kebersamaan Ramadhan di Medan - Part 2 dari seri Ramadhan Journey


Oleh: @amriadits 
Ex Joernalist

Ramadhan Joerney kali ini memotret Ramadhan di Sumatra Utara, ini adalah serial kedua setelah Ramadhan Journey yang memotret Tradisi Meugang di Aceh. 

Suasana Ramadhan di Medan selalu terasa meriah dan penuh kebersamaan. Sebagai kota terbesar di Sumatera Utara, Medan memiliki banyak tradisi unik yang dilakukan oleh umat muslim jelang Ramadhan. Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah pasar malam Ramadhan yang menjual berbagai makanan khas seperti ketupat, opor ayam, kolak, dan masih banyak lagi.

Selain itu juga ada tradisi Punggahan yaitu; Tradisi yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan sarana untuk berkumpul bersama masyarakat di sekitar tempat tinggal. Punggahan biasanya dilakukan di rumah dengan mengundang tetangga sekitar dan kyai untuk memimpin pembacaan tahlil dan doa, atau bisa juga diadakan di masjid atau mushola-mushola yang ada, dikutib dari berbagai  sumber terbuka.

Menu hidangan yang harus ada adalah nasi kluban, bubur nasi, dan menu wajib pada tumpeng yang harus ada yaitu apem, pasung, gedang rojo (pisang raja) dan ketan. Makanan yang dibawa ini pada dasarnya sebagai simbol datangnya bulan suci Ramadan yang diperintahkan untuk kita mensucikan diri, saling memaafkan terhadap sesama dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Mengenai hal ini saya menghubungi beberapa warga Medan, Ari dan Eliza Silaen. Menurut Ari, sebelum masuk Ramadhan di Medan diadakan dulu Punggahan sebagai bentuk tasyakuran dan kebersamaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Selain itu juga ada tradisi buka puasa di rumah, masjid dan mushalla. Namun tidak ada jadwal takjil bergiliran, karena masyarakat disana membawa masing-masing makanan untuk berbuka. Tetapi makanan yang dibawa tersebut kemudian di campur semua dan dihidangkan untuk buka bersama. Jika masih tersisa setelah shalat Tarawih mereka lanjutkan makan bersama menu buka puasa yang tadi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Eliza Silaen di desa Labuhan Batu Utara.  Tradisi Punggahan disini masyarakat desa akan membawa makanan dan berkumpul di masjid yang berada di kampung itu. Kemudian, setelah itu masyarakat akan duduk bersama sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan dan membersihkan hati sebagai persiapan untuk menyambut Ramadhan esok harinya.

Selain itu juga ada pawai keliling dan safari Ramadhan bersama tokoh agama serta Organisasi Da'wah dan Kemasyarakatan.

Tujuan utama dari kegiatan diatas sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam suasana Ramadhan di Medan, terasa kebersamaan dan kehangatan di antara umat muslim. Termasuk suasana membangun saur dan juga saur bersama menjadi suasana yang sulit di lupakan.

Semoga tradisi-tradisi yang dilakukan selama bulan suci ini dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Wednesday, March 15, 2017

Ketika Bungoeng Jeumpa Mengah di Aceh

Ketika Bungoeng Jeumpa Mengah di Aceh

Perangko Indonesia Tahun 1993

Amriadi Al Masjidiy*
Ada yang pernah dengar dengan dendangan yang satu ini?
“Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di Aceh
Bungong teuleubeh, teuleubeh indah lagoena
Puteh kuneng meujampu mirah
Keumang siulah cidah that rupa…”

Dalam lagu itu menceritakan tentang bunga cempaka yang indah dan harum. Bunga tersebut sangat terkenal di Aceh dan bahkan menjadi identitas (Maskot) provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Bunga ini juga memiliki hubungan sejarah dengan kerajaan-kerajaan di Aceh terdahulu. Bahkan lagu bungong jeumpa tersebut juga dipersembahkan kepada sang raja, walaupun pengarang tidak dikenal.


Perangko Indonesia 1993
Menurut Wikipedia, bunga cempaka merupakan bunga yang berbau harum dan indah. Bunga ini dikenal juga dengan nama Michalia champaka (Mognolia champaca), yang dalam bahasa Aceh dikenal dengan istilah “Bungoen Jeumpa”.

Bunga yang pernah menjadi perangko Indonesia tahun 1993 ini, terdapat 50 spesies dari anggota genus Michelia. Bunga ini tumbuh dipinggir hutan, pada tanah yang subur dengan ketinggian 1500 M dpl. Perbanyakan bunga indah ini bisa dilakukan dengan biji. Lama pertumbuhan kurang lebih 3 bulan sesudah biji ditaburkan. Untuk menghasilkan bunga harus menunggu waktu yang lama, yaitu antara 4-5 tahun.
Ciri-cirinya
1.       Tinggi Pohon 15-25 m.
2.       Ujung ranting berambut
3.       Daun bulat telur bentuk lanset
4.       Bunga berdiri sendiri dengan berbagai variasi warna seperti oranye, putih, merah dan lain-lain
5.       Panjang bunga 3-5 cm dengan berbau harum
6.       Buah berbentuk bola memanjang, sedikit bengkok, mula-mula hijau, kemudian abu-abu pucat

Manfaatnya
1.       Bagian daun bermanfaat untuk batu ginjal, mulas dan napas/mulut bau.
2.       Kulit kayu bermanfaat untuk demam
3.       Bunganya dapat disarikan menjadi minyak wangi atau campuran pewangi pada kosmetika
4.       Bisa di campuran pada jamu

Syukur saja bunga indah dan harum ini tidak termasuk dalam kategori flora yang langka. Karena masih banyak ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Baik yang tumbuh liar maupun yang dibudidayakan sebagai tanaman hias.

*) Tulisan ini Telah dimuat oleh Tebar Suara

Friday, October 9, 2015

Belajarlah Persaudaraan dari Angsa

Belajarlah Persaudaraan dari Angsa


Bila antar teman kita seperti Angsa, bertapa indahnya. Bila anda sedang berada di negara 4 musim, kadang anda melihat Angsa terbang berombongan, pergi ke daerah yang lebih hangat, menghindari musim dingin. Perhatikan, mereka terbang dalam formasi  “V” Mungkin anda kepingin tahu kenapa. Dengan terbang dalam formasi “ V “, efisiensi seluruh” Grup” akan naik sebesar 71 %,        dibandingkan dengan terbang sendiri sendiri. Maka bekerja secara Team, bergerak ke arah tujuan yang sama, membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan lebih ringan.
Ketika salah satu Angsa meninggalkan formasi. Apa yang terjadi? Dia mengalami daya tahan udara yang besar, dan kesulitan terbang sendiri. Akhirnya dia dengan cepat kembali ke “formasi” untuk berbagi  efek terbang dalam formasi. Jadi selalu kompak di dalam team yang bergerak ke satu tujuan; akan membutuhkan  lebih sedikit energi.  Akan lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan. Setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama.
Ketika team leader  kelelahan. Apa  yang terjadi? Dia berpindah ke ujung formasi  “V”,
sementara itu. Angsa lain akan mengambil tempatnya. Berbagi kepeminpinan, harus  didasari   saling hormat dan percaya diantara anggota di setiap saat. Saling berbagi tugas  atau masalah yang paling berat pusatkan kemampuan, dan bakat team untuk memecahkan masalah. Angsa terbang dalam formasi  “V” sambil ber “kotek” hal ini akan memberi semangat terbang ‘Team leader” Juga dengan cara demikian mereka terbang dengan kecepatan yang sama.
Bila mana ada semangat dan “penyemangat, kecepatan penyelesain pekerjaan lebih besar.
Keberadaan “ semangat “akan selalu memotivasi, menolong dan menguatkan. Akan menghasikan kwalitas yang terbaik. Ketika salah satu Angsa sakit atau kelelahan. Dia akan tertinggal dan keluar dari formasi. Apa yang terjadi? Beberapa Angsa akan keluar juga dari formasi, dan membentuk formasi baru untuk menolong dan mengawal dia sampai dia sehat dan kembali masuk ke formasi atau terus dengan formasi tersebut atau jatuh dan meninggal.
Tinggalah berdampingan dengan yang lain apapun perbedaan kita. Lebih lebih pada waktu kesulitan dan tantangan yang besar. Jika kita kompak dan saling mendukung. Jika kita menjiwai kerja sama yang baik. Melupakan perbedaan masing masing maka kita akan selalu dapat mengatasi tantangan. Jika kita selami arti dari persahabatan dan kita selalu bersedia untuk berbagi maka hidup akan lebih berarti dan kita akan melewati waktu mendatang dengan kebahagiaan.
Innamal mukminuuna ikhwah, fa ashlihu baina akhawaikum, demikianlah potongan Surah Al-Hujurat ayat 10 yang termaktub dalam Alquran al-Karim. Dalam ayat tersebut, Allah Swt menyatakan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Tidak hanya bersaudara, tapi kita juga dilarang untuk bercerai-berai sebagaimana firman-Nya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)
Terkait dengan persatuan kaum muslimin, Rasulullah n telah bersabda dalam banyak hadits yang mana hadits-hadits tersebut telah terbukukan dengan baik, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengetahui keberadaan hadits-hadits itu. Dalam hal kasih sayang, Rasulullah mengumpamakan orang-orang beriman itu layaknya satu tubuh, di mana jika satu bagian merasa sakit, maka bagian lain juga akan merasakan kesakitan itu. Dalam riwayat lain, Rasul yang mulia memberi ibarat orang-orang beriman seperti satu bangunan di mana masing-masing bagian saling menguatkan satu sama lain.
Dalam redaksi yang lebih tegas, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari a dan juga beberapa perawi lainnya, Rasul telah bersabda bahwa mencela seorang muslim adalah kefasiqan dan membunuhnya adalah kekufuran. Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadis dengan makna yang hampir serumpun bahwa tidak sempurna iman seseorang itu sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Dari dalil tersebut maka sudah kiranya untuk kita melakukan persatuan dan kesataun serta membuang semua rasa iri, dengki, dendam dan dongkol kepada orang lain. Karena hal itulah yang membuat kita berpecah-belah. Selain itu menyalahkan yang lain tanpa dasar juga merupakan hal yang sama. Karena itu contoh angsa dalam kisah diatas sangat inspiratip untuk kita contohkan. Karena dengan demikian hidup damai, aman dan sejahtera.

Tetapi karena hal sepele kita saling bertengkar itu sama saja, menjauhkan diri kita dari persatuan dan ukhwah Islamiyah. Jika pun ada perbedaan-perbedaan mari kita selesaikan secara elegan dan beradab tanpa harus “bersangar muka” sesama syedara. Mari kita jaga kedamaian daerah kita agar kesejahteraan yang selama ini kita idam-idamkan dapat segera terwujud. Mari kita bangun kembali “kemesraan” itu. Semoga saja daerah kita dapat menjadi daerah yang baldatun thaiyyibatun wa rabbun ghafur. Wallahul Musta’an.

Thursday, October 1, 2015

Ormas Islam dalam Menata Ruang Publik

Ormas Islam dalam Menata Ruang Publik


            Organisasi Massa (Ormas) yang berasas Islam sangat banyak di Indonesia. Namun pada Orde Baru (Orba) Ormas Islam pernah mengalami pergantian asas, yaitu asas tunggal Pancasila di Zaman Soeharto. Karena yang tidak berasas Pancasila akan dibubarkan waktu itu. Tapi ada Ormas Islam yang tertua  namun tidak pernah mengantikan asasnya yaitu Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pimpinan Mohammad Natsir sang pendiri Republik Indonesia dengan Mosi Integralnya.
            DDII sekarang ini fokus pada da’wah perdalaman. Sebutkan saja program DDII Lampung yang mencadangkan satu desa satu da’i. Program DDII pusat juga menegangkan yaitu mencetak 1.000 da’I dengan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir. Selain itu DDII juga mengambil motto “Selamatkan Indonesia Dengan Da’wah”. Hal inilah yang memperjelas arah DDII dalam bergerak. Selain DDII yang berfokus pada Da’wah Perdalaman juga ada Ormas lain yang se-misal dengannya yaitu Hidayatullah.
            Hidayatullah juga sangat fokus pada da’wah perdalaman, ada beberpa kisah da’I Hidayatullah yang saya baca di Majalah Hidayatullah. Sangat terharu, tanpa diketahui jalan kemana arah yang harus dituju mereka ditugaskan untuk berda’wah diperdalaman. Bahkan ada yang sampai harus makan daun disana, hal yang sama juga dialami oleh para da’I DDII yang ditugaskan di perdalaman, perbatasan dan pulau-pulau kecil diseluruh Indonesia. Mereka memang tidak pernah berharap untuk berkompetisi seperti da’I di kota yang digandrongi oleh media.
            Baik DDII maupun Hidayatullah yang memiliki sedikit perbedaan, tapi tetap kota Jakarta sebagai sarana publik yang digunakan untuk memfasilitasi kegiatan da’wah diperdalaman. Media komunikasi publik DDII sebenar lebih banyak medianya dibandingkan Hidayatullah. Namun DDII macet lantaran manajemen yang belum pas. Tapi Hidayatullah dengan Majalahnya berkembang pesat diseluruh Indonesia. Dan bahkan oplahnya semakin meningkat. Selain Majalah Hidayatullah juga lebih maju dengan Wabsitenya hidaytullah.com.
            Kontor Ormas Islam yang terpampang di Kota Jakarta memiliki nilai pembangunan kota itu tersendiri. Bahkan ada Ormas Islam yang fokus terhadap pembangunan kota. Sebutkan saja yang sering saya amati yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah sangat terlihat dengan jelas arah penggerakkannya dengan mendirikan Sekolah-Sekolah dan Universitas. Sehingga Muhammadiyah sangat terkenal dengan sang pencerah, artinya mereka mencerahkan bangsa dari keterbelakangan dengan pendidikan yang memadai.
            Hal yang serupa juga terdapat pada tubuh NU, tetapi NU lebih dikenal dengan sang Kiyai karena memang banyak mendirikan Pondok Pesantren. Baru beberpa tahun terakhir ini NU merencanakan untuk melakukan pembangunan Sekolah-sekolah dan Universitas. Bahkan selama Saiq Aqil Siradj meminpin NU sangat jelas perkembangan pembangunan penguruan tinggi olehnya. Walaupun tidak bisa dipungkiri dengan ada Saiq Aqil didalam tubuh NU mendapatkan masalah yang besar, terutama dalam masalah pemikiran.
            Baik Muhammadiyah maupun NU mereka memiliki ruang publik tersendiri dalam menata komunikasi dengan masyarakat, dalam mengembangkan nilai-nilai keIslaman didalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semakin maju sebuah Ormas, maka semakin professional mereka dalam menata ruang publik dan komunikasi kepada masyarakat. Tentunya semua Ormas yang ada di Indonesia memiliki tujuan yang berbeda dan begitu juga dengan cara pandang mereka kedepan. Semua itu dilakukan untuk kemajuan bangsa Indonsia ini.
            Komunikasi publik yang unik memang terdapat pada Jamaah Tabligh (JT). JT memang memiliki karakteristik da’wah yang beda dengan yang lain termasuk DDII dan Hidayutullah. Cara menyampaikan pesan kepada masyarakat JT lebih kepada berjamaah. Sebutkan saja program bulanan mereka yang mabit ke masjid-masjid selama tiga hari tiga malam, seperti yang pernah penulis tukarkan cerita dengan seorang aktivis JT disebuah masjid di Kemayoran.
            Mereka melakukan da’wah sambil mabit di Masjid dengan kegiatan siraman rohani, walaupun warga tidak ada yang ikut, tapi pesan yang mereka sampaikan terdengar oleh masyarakat sekitar masjid karena mengunakan Toa. Sehingga banyak para maksiat yang bertaubat lantaran da’wahnya JT, disisi lain setelah bertaubat dan JT pergi tidak yang membimbing lagi. Dan tentunya akan mengulangi kepada kegiatan kemaksiatan seperti yang dia lakukan sebelumnya.
            Nilai positif lainnya dengan mabit para jamaah JT maka akan kelihatan ramai di masjid yang biasanya sepi. Sehingga membuat motivasi tersendiri para jamaah masjid setempat untuk ikut bersama JT dalam mendengarkan ceramah dari mereka. JT juga memiliki nilai negatif dimata sebagian dari kita, dikarena dengan perginya mereka berda’wah berhari-hari dan bahkan berbulan-bulan bagaimana denga Istrinya yang tinggal dirumah. Namun hal ini tertutupi dengan banyak kegiatan JT diluar. Jadi komunikasi JT dalam mengembangkan da’wah kepada masyarakat memang efektif. Dan patut untuk ditiru oleh yang ormas Islam lainnya, tentunya dengan tetap memperhatikan sang Istri dan anak-anak yang dirumah.
            Inilah beberapa Ormas Islam yang penulis amati selama ini, dan mereka memiliki ruang publik untuk menyampaikan aspirasi yang melembaga kepada pemerintah. Semoga saja dengan banyak ormas Islam di Indonesia dan saling mendukung satu sama lain. Karakteristik yang berbeda tidak ada permasalahan selama saling menghargai satu sama lain.  

Tuesday, September 29, 2015

Sekilas Pandang Gerakkan HTI

Sekilas Pandang Gerakkan HTI


           
            Keberadaan Hizbut Tahri Indonesia (HTI) bermakna tersendiri bagi negeri ini. Bagaimana pun juga HTI merupakan barang impor dari luar, ini mengacu kepada istilah-istilah yang diberikan oleh yang anti akan HTI. Namun HTI sudah menjadi Ormas Islam di Indonesia yang rasa lokal. Begitu juga kalau kita mengacu kepada Ikhwanul Muslimin (IM), di Indonesia dikenal dengan nama Partai Keadilan (PK) waktu pertama dan Sabili sebagai medianya. Dan sangat dikenal dengan gerakkan tarbiyahnya, kemudian PK berubah menjadi Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS), ini juga sudah menjadi bagian dari penggerakkan Islam yang ada di Indonesia.
            Kembali lagi kepada masalah HTI yang keberadaannya banyak ditolak di Indonesia. Apapun Ormasnya tentunya memiliki Positif dan Negatifnya karena bukan Ormas Malaikat yang tidak memiliki kesalahan. HTI selama ini mengambil andil pada gerakkan Demonstrasi, baik yang dilakukan oleh Akhwat wa Ikhwan (Wanita dan Pria). Dimana HTI selalu terlihat dalam aksi demo Kenaikan BBM, Syariah Islam Solusi, Tolak Mis Word, Ledy Gaga dan lain-lainnya. Gerakkan HTI sangat terlihat kental dalam masalah politik (Siyasah Syar’iyah).
            Dalam sebuah wawancara juru bicara (Jubir) HTI mengatakan gerakkan HTI bukan gerakkan Politik Partai, dalam hal ini bukan berarti HTI anti Partai (Golput). Tetapi HTI berfokus pada perubahan peradaban, jadi anggota HTI yang ikut coblos silahkan mau pilih partai yang mana saja, itu tidak ada aturan main dalam HTI. Namun HTI juga memberikan arahan kepada kemaslahatan ummat Islam di Indonesia. Maka dari itu gerakkan HTI dapat kit abaca sebagai berikut;
            Pertama, HTI memperhatikan gerakkan politik partai walaupun tidak berpartai. Artinya gerakkan politik di pemerintah tetap ada dikalangan HTI. Kedua, gerakkan HTI gerakkan perubahan peradaban. Artinya HTI menginginkan Negara berdasarkan Khilafah, Negara berdasarkan Islam. Tetapi HTI juga membantah dan tidak mengakui keberadaan Islamic State (IS) yang dulunya dikenal dengan sebutan ISIS (Islamic State Iraq and Syam). Kerena menurut HTI menegakkan Khilafah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ketiga, Gerakkan HTI gerakkan yang netral. Tidak berada pada gerakkan bawah tanah ataupun terbuka. Artinya HTI susah untuk ditebak arahnya pengerakan oleh banyak kalangan.
            Idealnya HTI memiliki dua arah perubahan, pertama perubahan Negara dan kedua perubahan dunia. Cara da’wah HTI cenderung kepada kaum muda layaknya HASMI. Kenapa mereka lebih suka menda’wahkan kaum muda, karena kaum muda asset Negara dan Islam khususnya. Apapun juga keberadaan Islam yang akan datang tergantung pada kaum muda. Kalau kaum muda rusak maka pasti keberadaan Islam masa depan juga rusak. Maka dari itu HTI mengajak para kaum muda untuk da’wah dan sosialisasi kemasyarakatan.
            Hal ini bisa kita lihat dari para aktivis HTI layaknya Felix Y. Siauw, Salim A. Fillah dan lain-lain. Selain memberikan motivasi kepada kaum muda  dekat dengan agama, HTI juga mengambil peran melawan arus media. Hal ini sangat jelas terlihat dengan tabloid Media Umat dan Wabsite hizbut-tahrir.or.id, selain itu juga ada majalah Al-Wa’ie yang berisi seputar gerakkan perubahan peradaban (yang dimaksud adalah Khilafah). Maka dari itu tujuan HTI sebenarnya adalah gerakkan penegakkan Khilafah kembali di dunia Islam.
            Bagi yang anti akan HTI sebut saja NU yang pernah memasang spanduk anti HTI, seharusnya berterima kasih kepada HTI karena HTI pro rakyat, ketika BBM naik HTI demo agar BBM diturunkan dan berbagai macam aktivitas lainnya yang membawa manfaat kepada rakyat Indonesia. Namun disini penulis juga memiliki beberapa catatan untuk HTI, karena apapun itu HTI sudah lama ada di Indonesia dan juga selama ini kita tidak pernah komplik dengan HTI. Maka dari itu kalau pun ada catatannya, itu dari sumber luar yang harus menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi HTI.
            Dalam membela rakyat HTI lebih banyak dikuti kalangan Akhwat, jika kita pertimbangkan lebih lanjut, pulang dari demo mereka capek dan harus mengurus suami lagi. Selain itu percampur adukan antara laki-laki dan perempuan itu hal yang tidak baik untuk dilakukan. Sebagus apapun panitia membaut agar demo pria-pria dan wanita-wanita, tetap akan bercampur juga ketika jalan. Maka dari itu, jika ikut demo sebaiknya HTI mempertimbangkan kepada para akhwat agar yang diikutkan cukup pria saja, karena tugas wanita juga ada dirumah bukan dilapangan.
            Selama ini menurut sebagian sumber mengatakan HTI menolak hadits Ahad (hadits yang perawinya hanya satu jalur saja).  Maka hal ini HTI (jika benar klaim tersebut) keliru dalam menetapkan sebuah hokum, kerana ada banyak hadits ahad daripada hadits mutawatir terutama yang berkaitan dengan Aqidah. Maka perlu dipertanyakan dalam hal ini bagaimana aqidahnya HTI, bagaimana cara mengambil suatu hokum jika menolak hadits ahad yang begitu banyak. Bagaimana cara ibadah HTI jika hadits Ahad tidak dipakai.

Jika hal ini benar, maka HTI sudah terlalu jauh dalam kekeliruan selama ini. Namun jika hal ini salah maka yang menulis dan yang menyebarkan kaidah tersebut telah melakukan fitnah. Maka dari itu penulis tidak bisa memvonis langsung dalam masalah ini benar atau salah. Karena belum pernah penulis dengar langsung dari aktivis HTI, yang menolak hadits ahad. Wallahu ‘alam….  

Saturday, September 26, 2015

Poligami

Poligami

Poligami
            Sekarang kita bahas masalah yang mungkin bagi ibu-ibu tidak setuju, yaitu poligami. Poligami sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu suatu system perkawinan seseorang memiliki lebih dari satu pasangan. Bagaimana dengan Islam, apakah Islam membolehkannya. Islam satu-satu agama yang mengatakan nikahi satu istri saja, jika kamu merasa tidak bisa berlaku adil. Hal ini Allah terangkan dalam Al-Qur’an, yang artinya: "Menikahlah dengan perempuan pilihan Anda, dua, atau tiga, atau empat, tetapi jika kamu takut kamu tidak akan mampu menghadapi adil (dengan mereka), maka (menikahlah) hanya satu. " (QS. Al-Maidah: 03)
            Kenapa Islam membolehkan poligami, karena wanita 7 banding 1 dengan laki. Wanita itu lebih banyak ketimbang laki-laki. Makanya Islam membolehkan Istri sampai 4, guna agar para wanita mendapatkan perlakuan seadil-adilnya. Membatasi seseorang satu Istri saja bukan hal yang praktis. Bagaimana dengan wanita selebihnya? Haruskah mereka menjadi wanita yang milik umum.
            Ada beberapa hal sehingga poligami perlu dikembangkan sekarang ini, dikarenakan pertumbuhan wanita didunia sekarang sangat banyak dibandingkan dengan pertumbuhan laki-laki. Selain itu laki-laki dibeberapa kota baik di Indonesia maupun masyarakat dunia secara umum ada homo (Gay). Sehingga sangat menyulitkan wanita untuk mendapatkan suami. Oleh karena itu poligami sangat boleh untuk dilakukan oleh orang-orang yang mampu untuk berbuat adil.
            Menjadikan alasan ujian Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dan Istri keduanya tidak tempat. Karena Allah menguji hambanya tidak diluar kemampuannya. Nabi Ibrahim meninggalkan anaknya di gurun pasir tanpa ada orang, karena istri yang sangat taat akan kepada Allah sehingga dia mampu bersabar dengan pertolongan Allah. Jika kita manusia biasa, tentu tidak seberat nabi Ibrahim. Karena itu ujian pasti tetap ada dari Allah l walaupun anda hanya memiliki satu istri saja.
            Disisi lain rentang kehidupan wanita lebih lama dibandingkan laki-laki. Maka jelas setelah suaminya wafat kalau tidak boleh poligami bagaimana? Poligami juga sunnah nabi n. Jadi bagi yang menikah lebih dari satu istri maka dia telah mengerjakan sunnah nabi n. Di bagian pernikahan. Pertanyaannya Nabi n. Menikah bukan Karena nafsu tapi demi menghidupkan anak-anak yatim dan da’wah. Sehingga istri beliau adalah para janda, bukan perawan. Perlu ditanyakan kembali keadaan di Indonesia sekarang, mohon maaf bukan bermaksud untuk merendahkan wanita tapi nyata sekarang demikian.
            Mengharapkan wanita yang perawan bagaikan melihat buah yang tertupi akan dedaunan. Karena harga keperawanan sekarang sudah tidak ada, masih ingat dengan pembahasan kemarin di negeri bebek dan pacaran. Jika masih ingat tentu tidak perlu dakwa dakwi. Karena memang demikian, siapa yang bisa menjamin jika poligami nantinya yang didapatkan juga bukan yang perawan. Sebenarnya Allah membolehkan poligami agar wanita menjaga kehormatannya. Bukan menjadi milik umum seperti binatang, tetapi kita manusia diberikan oleh Allah untuk berpikir jauh kedepan.
            Bagi wanita shaliha juga demikian, akan mengalami sulit mendapat pendamping yang shaleh pula. Karena memang sedikit tidak banyak. Kawin butuh, laki-laki tidak ada, ada yang jatang tapi jablai, pemabuk dan seterusnya. Melihat tetangga sebelah sudah nikah, dia belum. Umur semakin hari semakin panjang, kalau sudah begini gelisah jadinya. Makanya daripada sensara hidup, pilihan dalam Islam boleh menikah lebih dari satu bagi laki-laki.
            Laki-laki boleh poligami, apakah perempuan boleh juga? kan perempuan lebih berani daripada laki-laki. Pertama perlu ditegaskan kembali, bahwa fondasi masyarakat Islam adalah keadilan dan kesetaraan. Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan secara sama, namun dengan kemampuan dan tanggung jawab yang berbeda. Pria dan wanita berbeda, berbeda secara fisiologis maupun psikologis. Peran dan tanggung jawab pria dan wanita pun berbeda. Pria dan wanita adalah sama dalam Islam, tetapi tidak identik.
Jika seorang pria memiliki lebih dari satu istri, orang tua dari anak yang lahir dari pernikahan tersebut dengan mudah dapat diidentifikasi. Sang ayah serta ibu dengan mudah dapat diidentifikasi. Dalam kasus seorang wanita menikah lebih dari satu suami, hanya ibu dari anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut yang dapat diidentifikasi dan bukan ayahnya. Islam memberikan arti penting yang luar biasa dalam pengidentifikasian ibu dan ayah.
Secara biologis, lebih mudah bagi seorang pria untuk melakukan tugasnya sebagai suami meskipun memiliki beberapa istri. Seorang wanita, dalam posisi yang sama, memiliki beberapa suami, tidak akan mungkin untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Seorang wanita mengalami perubahan psikologis dan perilaku disebabkan beberapa fase yang berbeda dari siklus menstruasi. Dari alasan-alasan itu wanita haram untuk poligami, jadi tidak boleh. Wong wanita lebih banyak dari laki-laki. Jadi tidak adil nantinya. J Ibu sekarang mulai mikir, nati kalau suami minta nambah bagaimana jawabnya :D. Kan biar ada yang nemanin nyuci juga. Untuk berbagi-bagi sesame kenapa harus banyak mikir. 

Sekilas Hukum Waris.

Sekilas Hukum Waris.


            Bicara tentan Islam, maka kita akan membicarakan hokum dan perintah dan larangan. Karena itulah Islam itu indah. Islam selain memberikan larangan juga memberikan solusi yang pasti sebagaimana yang telah kita bahas beberapa hari yang lalu. Semua dibalik larangan pasti ada mudharatnya, semua yang wajib pasti aka nada hikmah yang luar bisa disana. Karena itulah Islam diidentik dengan keindahan. Islam itu Indah.
            Ketika kita membicarakan Alkohol kemarin yang dilarang dalam Islam, ternyata dalam Alkohol itu sangat berbahaya bagi manusia. Ketika kita bicara akan pasti yang akan terbesit dalam diri kita Islam tidak adil apakah benar demikian? Salah! Bagi kita yang salah, namun pernah lihat wacana Draf undang-undang tentang kesetaraan gender di Indonesia. Yang mengatakan hokum waris bagi tidak adil dalam Islam sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
y7tRqçFøÿtGó¡o È@è% ª!$# öNà6ÏFøÿムÎû Ï's#»n=s3ø9$# 4 ÈbÎ) (#îtâöD$# y7n=yd }§øŠs9 ¼çms9 Ó$s!ur ÿ¼ã&s!ur ×M÷zé& $ygn=sù ß#óÁÏR $tB x8ts? 4 uqèdur !$ygèO̍tƒ bÎ) öN©9 `ä3tƒ $ol°; Ó$s!ur 4 bÎ*sù $tFtR%x. Èû÷ütFuZøO$# $yJßgn=sù Èb$sVè=V9$# $®ÿÊE x8ts? 4 bÎ)ur (#þqçR%x. Zouq÷zÎ) Zw%y`Íh [ä!$|¡ÎSur ̍x.©%#Î=sù ã@÷WÏB Åeáym Èû÷üus[RW{$# 3 ßûÎiüt6ムª!$# öNà6s9 br& (#q=ÅÒs? 3 ª!$#ur Èe@ä3Î/ >äóÓx« 7OŠÎ=tæ ÇÊÐÏÈ  
Artinya: Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah).  Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. An-Nisa: 176)
            Menurut ayat diatas apakah hokum waris dalam Islam adil atau tidak? Tidak! Makanya itu ada wacana agar umat Islam tidak mau menegakkan Syariat Islam, karena dalil mereka Islam tidak adil. Islam itu sangat adil, dalam hal waris ini. Tidak perlu diragukan lagi sesuatu yang tetapkan oleh Allah itu pasti pas dan sesuai dengan kemauan kita. Yang menjadi tangungan hak-hak hidup atas wanita itu adalah laki-laki. Maksud saya, semua materialis tangungan laki-laki kepada perempuan. Istri yang cari nafkah suami.
            Maka dari itu Islam sangat adil. Kita misalkan saja ada seorang yang meninggal dunia seperti dalam ayat diatas. Laki-laki mendapat seluruhnya sedangkan perempuan hanya mendapatkan superempat. Jika ada uang 200 ribu rupiah anda di kasih 50 ribu sang laki-laki mendapat 150 ribu, tetapi uang anda itu yang 50 ribu utuh untuk anda semua. laki-laki yang mendapatkan 150 ribu itu memiliki tangungan rumah tangga untuk anda juga masalah didalamnya. Uang 150 ribu itu untuk tangungan keluarga yang ditinggal. Jadi 150 ribu kira habis dalam satu hari untuk dibelanjakan.
            Jadi anda yang mendapatkan 50 ribu tidak ada tangungan apa-apa selain untuk dirimu sendiri, anda bisa menyimpannya. Bisa memakai sesuka anda tetapi sang laki-laki tidak bisa demikian. Sekarang anda memilih 50 ribu atau 150 ribu yang banyak tanggungan. Tentu semua orang akan memilih opsi 50 ribu tampa tangungan. Inilah keindahan Islam, hokum dalam Islam itu jelas. Adil walau ketika kita lihat secara kasat mata tidak adil, tetapi Allah maha mengetahui segalanya.
            Coba jika di bagi rata sama mendapatkan 100 ribu, kira adil atau tidak . tentunya tidak adil laki memilik tangungan rumah tangga, sedangkan wanita tidak. Oleh karena itu pembagian waris dalam Islam sempurna. Tidak ada yang tidak setuju. Untuk itu, jika ingin adil dan Indah maka cukup untuk menerapakan syariat Islam.