Showing posts with label Vedio. Show all posts
Showing posts with label Vedio. Show all posts

Tuesday, July 9, 2019

Menyoalkan Wacana Poligami di Aceh

Menyoalkan Wacana Poligami di Aceh



Sebagaimana obrolan santai antara saya dengan ketua Pemuda Atjeh Seurantau kemarin, terlihat memang kami setuju dengan poligami. Jauh sebelum ada wacana poligami legal di Aceh, saya sudah bicarakan nilai postif poligami dan harus diterapkan di berbagai tempat. Hal ini saya tulis dulu pada tahun 2015 yang lalu, untuk selengkapnya silahkan dibaca disini.
Kembali soal wacana poligami di Aceh yang menemui pro-kontra antara wanita dan pria. Hukum secara syariat sah poligami dan undang-undang perkawinan juga membolehkan menikahi lebih dari seorang Istri. Hal ini terdapat dalam undang-undang no 1 tahun 1974 pada BAB 1 pasal 3 yang berbunyi "Pengadilan, dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh fihak-fihak yang bersangkutan." Cek disini lengkapnya.
Jadi undang-undang di Indonesia memberikan ruang kepada pria untuk memiliki lebih dari satu istri. Namun kenapa DPRA menghembus wacana Poligami dengan alasan mau melindungi perempuan? Poligami memang sebuah keadilan yang nyata untuk wanita jika ia mau berbesar hati. Soal ini sudah selengkap kita bahas pada tulisan tahun 2015 yang lalu, silahkan baca kembali.
Apakah legalitas poligami sangat penting dibandingkan daripada setiap saat listrik mati di Aceh, barang-barang serba mahal dan berbagai permasalahan lainnya. Seperti pendidikan tidak memadai, banyaknya orang miskin dan pengangguran. Kenapa hal yang sangat krusial dan tentu tanggung jawab pemerintah Aceh terhadap rakyat.
Dari segi hukum agama dan syariat, poligami sesuatu yang sah. Suatu yang sudah sah dalam agama tidak perlu lagi di buat qanun dan undang-undang manusia. Cukup menjalankan dan memberikan ruang untuk penegakkan syariat tersebut. Sama halnya dengan hukum haram makan Babi yang tidak perlu udang-undang atau qanun, orang Islam pasti tau bahwa babi itu haram. Maka hal ini bukanlah prestasi bagi DPRA kalau pun ini sah menjadi undang-undang.
1.png
Akan berprestasi dan saya akan mengakuinya jika DPRA mewujudkan butir-butir MUO Helsingki seperti bendera Aceh dan yang lainnya. Boleh juga bila DPRA merancang undang-undang untuk yang belum menikah diberikan fasilitas dan tidak dibebankan dengan mahar yang terlalu tinggi.
Kita semua tau kalau banyak jomblo yang belum menikah salah satu faktornya adalah masalah biaya nikah yang tinggi di Aceh. Kalau DPRA mau mengatur soal pernikahan, maka yang belum nikah ini perlu perhatian DPRA. Jangan cuma mementingkan diri sendiri yang sudah memiliki banyak istri seperti beberapa elit di Aceh.
Berikan kesempatan kepada anak-anak Aceh lapangan pekerjaan yang lebih penting dibanding Poligami. Hal ini bukan berarti saya anti terhadap syariat poligami. Saya sudah membahas berbagai sudut pandang poligami. Saya juga setuju dengan legalitas Poligami, tapi itu tidak terlalu penting untuk Aceh saat ini.
Berikut adalah obrolan santai soal wacana poligami di Aceh, dimana disini kita setuju dengan Poligami.

Saturday, July 6, 2019

Tidak Elok Sepak Bola Putri di Serambi Mekkah

Tidak Elok Sepak Bola Putri di Serambi Mekkah


Baru-baru ini @amriadits membuat sebuah video komentar terhadap turnamen sepak bola putri di Aceh. Turnamen tersebut digagas oleh Menpora ini memang mendapatkan reaksi dari berbagai lapisan Masyarakat.
Misalnya dalam channel Youtube Amriadi Al Masjidiy, ia menilai sepak bola putri tidak elok ada di negeri bersyariat. Ia juga meminta Menpora untuk meninjau kembali setiap turnamen yang diadakan, jangan sampai membuat resah di masyarakat.
Menurutnya sepak bola putri akan menjadi sesuatu yang aneh dan menjadi sumber perhajian yang berujung pada fitnah terhadap wanita. Selain itu juga tidak sesuai dengan kebudayaan dan adat-istiadat yang ada di Aceh yang notabene sebagai negeri Serambi Mekkah.
Diakhir video ia juga meminta Menpora untuk membatalkan turnamen tersebut. Ia juga sempat mengusulkan untuk Menpora agar menggelar turnamen yang cocok dengan Putri seperti Tata Boga. Selain itu ia juga mengusul olahraga memanah bisa menjadi alternatif dalam turnamen putri.
Sebelumnya seperti yang di langsir oleh acehfootball.net bahwa untuk pertama kalinya, sepakbola putri dipentaskan secara resmi di Aceh. Empat klub sepakbola putri sudah ambil bagian dalam Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora U-17 Putri Tingkat Provinsi Aceh.
Koordinator Provinsi Aceh Liga Menpora U-17 Putri 2019, Ishak Rizal kepada ACEHFOOTBALL mengatakan, “kami sangat kagum atas suksesnya kegiatan ini, karena sebelumnya kami tidak menduga terhadap kemampuan anak-anak putri (Aceh) dalam mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Ternyata penampilan dan permainan mereka tak kalah jauh dengan pemain pria pada umumnya. Ini membuktikan bahwa, para wanita Aceh khususnya para usia pelajar banyak yang menyenangi olahraga sepak bola.”
Bola-Wanita.jpg
Namun ternyata kegiatan tersebut mendapatkan penolakan dari kalangan masyarakat. Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe mengecam terkait adanya Liga Sepakbola Perempuan U-17 yang digelar Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh beberapa waktu lalu di Stadion eks PT Arun Batuphat Lhokseumawe.
Koordinator Forum Komunikasi Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Tgk Sulaiman Lhokweng, saat menggelar konferensi pers di depan Masjid Agung Islamic Center, Kamis (4/7), menyebutkan, pihaknya mengecam terkait adanya liga sepakbola perempuan di Lhokseumawe.
Sehingga dikeluarkan sejumlah pernyataan sikap, diantaranya menolak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
H. Sudirman alias Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh ikut mengecam perhelatan even Sepak Bola U-17 Putri tingkat nasional Piala Kemenpora yang dilaksanakan di Stadion Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Aceh, pada Juli hingga September 2019.
Hal tersebut disampaikan Haji Uma pada Kamis (4/7/2019) malam, setelah mengetahui even tersebut dari pemberitaan salah satu media lokal di Aceh.
Karena itu, Haji Uma berharap agar Kemenpora dan pihak pelaksana untuk menghentikan even tersebut atas pertimbangan yang disebutkannya diatas. Menurutnya, saat ini saja sudah mulai muncul reaksi penolakan dari unsur masyarakat di Aceh. Jika dilanjutkan maka akan melahirkan gejolak di masyarakat Aceh.
Selain itu Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga ikut angkat bicara menanggapi kompetisi sepak bola wanita yang telah berlangsung di Kota Lhokseumawe (30/6) lalu. Wakil Ketua MPU, Teungku H. Faisal Ali, menyebut haram hukumnya cabang olahraga sepak bola dimainkan oleh perempuan khususnya di Aceh.
“Secara umum untuk suasana di daerah (Aceh) perempuan bermain bola itu haram hukumnya,” kata Lem Faisal. Hukum haram itu tidak hanya terhadap wanita saja tapi juga berlaku bagi lelaki yang bermain tanpa menutup aurat. Apalagi dimainkan oleh wanita dengan menampilkan tubuhnya dan ditonton oleh semua orang.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Rahmad Raden menanggapi hal sama. Katanya, tidak ada aturan sepakbola wanita di Aceh.
“Kita kan daerah syariat Islam, tidak perlu memaksakan semua cabang olahraga harus ada di Aceh," katanya. Terkait dengan surat edaran akan aturan itu, kata Rahmad, sejauh ini pemerintah belum mengeluarkan imbauan.
“Ada kearifan lokal di Aceh, sejauh ini belum ada surat edaran,” ungkap Rahmad. []
Sumber:
  1. Aceh Foot Ball
  2. Serambi Indonesia
  3. Aceh Satu
  4. Kumparan
  5. Amriadi Al Masjidiy

Tuesday, July 2, 2019

Ulang Tahunnya ke 17 Tahun

Ulang Tahunnya ke 17 Tahun


Namanya Wina Damayani, sekarang umurnya sudah genap 17 tahun. Saat ini ia akan masuk SMA untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun terlahir dari keluarga kurang mampu tapi ia terlihat tegar dan tidak patah semangat dalam belajar. Memang hampir semua anak-anak yang tinggal disana demikian faktanya.
Saya kenal mereka sejak tahun 2015 yang lalu, waktu itu mereka masih kecil-kecil. Mereka masih berani bercanda tawa dengan saya. Saat itu saya menjadi karyawan di Sahabat Dhuafa, sebuah lembaga sosial di yang ada di depan rumah Wina.
IMG_3722.JPG
Sejak saat itulah kami menjadi sangat erat dengan mereka dan bahkan layaknya keluarga. Sampai saat ini mereka masih dekat dengan saya dan saya sering berkunjung kesana. Walaupun sebentar, sambil menunggu cetakan atau pun singgah sebentar dari pulang dinas luar, kalau kata anak-anak karywan. Tapi saya bukan lah karyawan yang memiliki banyak gaji, saya bagaikan penggangguran yang tidak ada akar tempat bersandar.
IMG_3705.JPG
Kembali lagi soal ulang tahun Wina yang 17 tahun kemarin. Saya tidak dikabarin sebelumnya, saya datang kesana juga Cuma mampir saat pulang dari Jakarta. Sesampai disana baru dicerita kalau Wina hari ini ulang tahun.

Ya saya tidak bisa buat apa-apa lagi, mu pulang tidak enak. Mau beli oleh-oleh juga uang pas-pasan. Karena baru pulang, yang ada adalah kamera dan tripod. Maklum saya suka hunting dan mengabadikan alam bebas.
Saat itu saya mendokumentasikan semua acara wina, memotret acara yang sederhana itu. Tapi kelihatan wow di mata teman-temannya. Karena hadirnya saya layaknya photography professional. Padahal amatiran.
IMG_3728.JPG
Dalam memeriahkan ulang tahunnya, teman-temannya juga ikut menyumbangkan lagu-lagu untuk dirinya, yang saat itu bagian penyedia microphone adalah om Buce. Om Buce juga ikut menyanyikan beberapa lagu, untuk dirinya. Saya membuat video ucapan selamat ulang tahun di HP nya.
Hal yang paling menarik saat itu, ada pada Keyla. Keyla adalah anak kecil yang masih berumur 3 tahun lebih itu ikut Perform juga di ulang tahun Wina. Dia menyanyikan lagu ulang tahun khusus untuk Wina. Dengan suara yang lucu Keyla mampu mencuri perhartian para hadirin saat ikut ketawa.
IMG_3755.JPG
Dari itu tadi malam saya bisa mengedit 2 Video lagu yang di nyanyikan oleh Pepi untuk di apload ke Youtube. Nanti akan saya post semua di Youtube video-video yang perform di Ulang Tahunnya ke 17 tahun tersebut. Di program “Spesial Ultah Wina” di youtube saya.
IMG_3741.JPG
Kedepannya akan banyak program di Channel Youtube saya, seperti isu terkini, teknologi, dan hal-hal yang lainnya. Ngobrol bareng inspirasi juga akan tayang dalam program “Indonesian Talk”. Program Traveling di dukung penuh oleh Hoka Travel. Sedangkan untuk Inspirasi Da’wah akan di dukung oleh KPZ Laznas Dewan Da’wah.
Semua sudah dan akan kita bicarakan mengenai program-program tayang di Youtube saya dan proses pengambilan video. Walaupun video diambil dengan kamera HP tapi yang terpenting adalah kontennya yang mau kita sampaikan. Semoga Channel Youtube saya bisa berjalan dengan sukses sesuai keinginan para jomblo lainnya. Terima kasih tak terhingga kepada para sucbcribe dan yang turut mendukung program youtube saya.
Sampai jumpa di edisi selanjutnya, tetap bersama @amriadits [author | art].

Monday, July 1, 2019

Perdana di Youtube, Inilah Sebuah Alasan

Perdana di Youtube, Inilah Sebuah Alasan


Tidak sadar ternyata saya sudah 4 hari tidak menulis di Blockchain ini. Kali ini saya kembali menulis lagi soal saya ke Youtube. Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya di beberapa postingan, saya kali ini akan kembali membahas tentang saya join Youtube. Kenapa saya join Youtube, padahal youtube itu sangat ketat persainganny? Tentu saya mengetahui itu, saat ini di Youtube kita kerja membuat konten 1 bulan belum tentu ada penghasilan di bulan kedua dan ketiga dan seterusnya. Belum ada juga orang yang berani investasi dengan presentasi kegagalan 99%.
Motivasi saya join Youtube sama seperti yang lain, berharap ada benih-benih berlian disana. Paling tidak dalam waktu beberapa bulan kemudian ada hasil Subscribe seperti yang kita harapkan, yaitu 1000 Subscribe. Seperti para pemuda lainnya yang bergelut di dunia digital. Mereka memiliki tujuan berbeda namun inti dari tujuan itu seperti Motto Komunitas "Aceh Crypto Airdrops" yaitu, Mimpi Untuk Kaya Tanpa Habis Uang Berjuta.
Itulah visi-misi dalam dunia digital, anda boleh mengatakan saya menulis dan membuat konten untuk populeritas dan yang lainnya. Tapi ada sebagian besar Jomblo digital itu sedang mencari nafkah untuk menghalalkan pujaan hatinya. Kita boleh menasehati mereka dengan model kita, bahwa hal itu buruk di dunia digital di mata dunia. Tapi pencarian modal untuk itu jarang ada peluang di negeri ini.
Baru-baru ini kita ikut berduka cita atas Pemutus Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di beberapa perusahaan yang ada di Indonesia. Alasannya karena bangkrut, belum lagi anda lagi enaknya menikmati kursi panas di tempat kerja, tiba-tiba saja anda di PHK. Dunia digital memberikan mimpi seluas-luasnya, dengan bayangan masa depan. Sebagian benar-benar mendapatkan apa yang di harapkan, namun sebagian lagi terjatuh dalam lautan mimpi yang luas ini.
Kembali lagi soal saya bergabung dengan youtube saat ini. Karena saya sudah mempelajari beberapa hal dan tehnik di Youtube, walaupun masih kacau dalam editing video. Seperti yang lainnya, saya lebih banyak vlog dan rewel yang tidak manfaat bagi anda, bagi sebagian lainnya. Dalam waktu dekat saya akan membuat video soal "Mengadili Makamah" dan beberapa hal lainnya, seperti digital Crypto dan Blockchain juga ikut kita bahas disana.
Kemarin saya sudah membuat video pengantar saya di Youtube, tidak panjang hanya 1 menit saja. semoga video kedua dan selanjutnya dapat tayang minimal 10 menit dan maksimal 30 menit. Kenapa panjang-panjang, tergantung pembahasannya dan tergantung saya memiliki materi untuk itu. Kalau saya banyak bicara ya wajar saja panjang.
Dalam video saya yang berjudul "My Introduction - Edisi Lebih Dekat" saya memperkenalkan diri sebagai pengguna dan aktif di beberapa media sosial blockchain. Saya juga memperkenalkan pekerjaan saya dan juga aktivitas lainnya seperti Design Freelance, penulis dan juga Photography.
Dalam keterangan saya menulis "Video pertama saya di Channel ini sebagai bentuk perkenalan. Bagi kawan-kawan mohon dukungannya. Video selanjutnya baru kita bikin yang lebih bermanfaat untuk khalayak. Terima kasih atas kunjungannya." Untuk lebih lanjut silahkan melihat video di bawah ini.
Bagi teman-teman blockchain ini memiliki channel Youtube, jangan lupa untuk Subscribe Channel saya dan komentar di bawahnya, biar saya ikut juga Subscribe channel anda. Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih kepada 3 Channel yang telah Subscribe channel saya.
Semoga kedepannya akan banyak Subscribe channel saya agar saya tambah semangat membuat video-video berikutnya. Akhirnya saya mengucapkan selamat malam dan selamat sukses untuk anda semua.[]

Sunday, June 9, 2019

3 Srikandi : Film Panahan Terbaik di Indonesia

3 Srikandi : Film Panahan Terbaik di Indonesia


Film ini sempat saya bahas dalam sesi lebih dekat dengan olahraga memanah, anda bisa membacanya disini. Film ini menceritakan tentang atlet panahan Indonesia yang pernah meraih perak di Olimpiade yaitu; Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani di bawah bimbingan atlet panahan senior Donald Pandiangan.
Film tersebut tayang di Biokop pada pertengahan tahun 2016 bertepatan dengan momen Olimpiade Musim Panas 2016. Namun film tersebut sudah selesai di produksi oleh MVP Pitures pada akhir 2015.
Film di Sutradarai oleh Iman Brotoseno, dan yang menjadi bintang dalam film tersebut adalah Reza Rahardian sebagai Donald, Bunga Citra Lestari sebagai Nurfitriyana Saiman, Chelsea Islan sebagai Lilies Handayani, Tara Basro sebagai Kusuma Wardhani dan Detri Warmanto sebagai Adang Ajiji.
Menurut saya film ini sangat luar biasa dalam film olahraga memanah Indonesia yang terjadi. Bagaimana tidak film ini memadukan 3 seni film yaitu Politik, Cinta, Impian dan Olahraga.
Pada tahun 1988 di ajang olimpiade Seoul, kontingen Indonesia berhasil meraih medali perak melalui cabang olahraga panahan pada kategori panahan beregu putri. Ini merupakan medali pertama bagi Indonesia sejak mulai turut berpartisipasi pada pesta olahraga paling bergengsi didunia itu. Film ini mengangkat kisah perjuangan tim panahan putri Indonesia dalam meraih medali tersebut.
Padahal saat itu cabang panahan berada di titik kritis, di mana dibutuhkan pelatih yang bisa menyiapkan tim panahan wanita dalam waktu yang singkat. Satu-satunya yang bisa diandalkan menjadi pelatih adalah Donald Pandiangan yang dikenal sebagai “Robin Hood Indonesia”.
Tapi Donald sendiri sudah lama menghilang. Ia masih terpukul ketika pada tahun 1980 saat ia bersiap mengikuti Olimpiade Musim Panas 1980 di Moskwa, ia batal pergi karena alasan politis. Kini ia hidup jauh dari panahan, bahkan olahraga. Selain pelatih, tim panahan pun harus dipilih 3 orang atlet wanita terbaik. Mereka adalah Nurfitriyana, Lilies dan Kusuma.
Sementara itu, waktu menuju olimpiade semakin dekat, tetapi para 3 Srikandi ini pun memiliki masalah rumitnya masing-masing. Di bawah ancaman tidak akan diberangkatkan sama sekali, pengurus persatuan panahan, Pak Udi, mesti membujuk dan meyakinkan Donald untuk mempersiapkan tim panahan wanita.
Pribadi Donald yang keras, militan dan amat disiplin, mesti mampu membentuk Yana, Lilies dan Suma mencapai puncak prestasi mereka. Masa latihan menjadi saat memacu diri bagi mereka semua. Pergesekan dan perseteruan satu sama lain, kerasnya medan berlatih dan waktu yang makin menipis, menempa mereka. Siang malam memeras fisik, emosi dan mental, tim panahan putri bersiap menuju Seoul. Dengan meneguhkan semangat, mereka pun bertempur di lapangan.
Secara keseluruhan film ini cukup menghibur dan bisa memberikan gambaran tentang perjuangan tim panahan putri Indonesia pada olimpiade Seoul 1988.[]

Wednesday, February 27, 2019

Ketika Lagu Jadi "Senjata" Lawan Penguasa

Ketika Lagu Jadi "Senjata" Lawan Penguasa


Jadi tersangkanya artis Ahmad Dani yang telibat politik praktis, membuat saya membuka kembali lembaran sejarah para musisi yang kritis terhadap penguasa. Kritik terhadap penguasa lewat lagu bukan saja dilakukan oleh Sang Alang lewat lagu 2019 Ganti Presiden. Tapi sebelumnya juga telah hadir berbagai musisi yang dikenal melawan para penguasa.

Di era Soekarno ada musisi bernama Koes Bersaudara yang di penjara lantaran menyanyikan lagu-lagu barat milik The Beatles dan Elvis Presley, yang dianggap menodai kebudayaan Indonesia pada tahun 1965. Pada era Soeharto juga ada musisi yang di penjara, salah satunya D'Lloyd lewat lagunya berjudul Hidup Di Bui. Karena Lagu tersebut dianggap tidak sesuai dengan keadaan lembaga pemasyarakatan yang sebenarnya.
Band yang berdiri pada tahun 1983, bernama Elpamas juga pernah merasakan nasip yang sama. Lantaran lirik lagu mengandung kritik sosial. Lagu Pak Tua menceritakan seorang pengusaha yang sudah tua tetapi tidak mau pensiun. Klip lagu tersebut juga dilarang tayang di televisi. Banyak yang menduga, kalau lagu itu ditujukan kepada Soeharto, yang menjabat sebagai Presiden Indonesia dalam periode yang cukup lama.


Selain itu juga ada artis top yang masih hidup sampai sekarang, walaupun tidak terdengar suaranya. Namun dia terkenal sebagai the legend, karena hampir semua lagunya mengkritik pemerintah Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Iwan Fals, lewat lagu yang berjudul Mbak Tini ia sempat dicekal pada tahun 1984. Lagu-lagunya yang sangat kental akan kritik kepada penguasa seperti Bento, Tikus Kantor, Surat Buat Wakil Rakyat, Bongkar, Manusia Setengah Dewa, Sarjana Muda dan lain-lain.
Di Aceh juga ada musisi yang the legend dalam mengkritisi penguasa. Salah satunya Apa Lambak, lewat lagunya yang populer seperti Pilsong, Wakie Rakyat, Pak Geuchiek dan lain-lain. Dalam menjelang pilpres 2019 ini juga ada yang terkenal dengan lagu-lagu yang kritis terhadap pemerintahan saat ini. Reneboy, band asal Aceh ini juga menyuarakan 2019 Ganti Presiden, dia juga mengkritik puisi Sukmawati yang kontroversi, kemudian Gak Tau Malu, Suara Rakyat, Suara Rakyat Dalam Kardus, dan yang terakhir lagu dukungannya terhadap salah satu calon presiden yaitu Prabowo - Sandi. Selain itu juga ada lagu Reuni 212, Otak Udang, Yang Gaji Kamu Siapa?, Toleransi dan lain-lain. Lagu-lagu mereka di kenal lewat media sosial seperti Youtue pada Channel Salsabil Aceh Production.

Nah, itulah beberapa artis yang lagu-lagunya seperti "senjata" dimata para pemerintah. Karena dianggap menyindir pemerintah. Namun tahukah kamu, ternyata menyindir atau satire juga digunakan oleh wartwan senior Asyari Usman dalam mengkritik pemerintah saat ini. Bahkan ia pun sempat jadi tersangka karena tulisan satirenya.

Monday, February 11, 2019

Nussa Edutainment Series, Film Animasi Anak Yang Edukatif

Nussa Edutainment Series, Film Animasi Anak Yang Edukatif


Tepatnya pada tanggal 20 November 2018 lalu atau bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, film animasi produk kreatif pemuda Tanah Air dirilis. Film ini di produksikan oleh The Little Giantz, sebuah perusahaan penyiaran dan produksi media, terutama 3D Animasi.
Nussa Edutainment Series di sutradarai oleh Muhammad Arhan, yang menjadi pemeran utama Aysha Ocean Fajar dan Muzakki Ramadhan. Kisah yang menceritakan tentang adik-kakak ini mendapatkan perhatian lebih dari kalangan masyarakat. Baik di Indonesia maupun di dunia pada umumnya, bahkan ada yang meminta untuk di buat dalam versi bahasa Arab dan Inggris.

Maka tidak heran kalau Film Nussa dan Rara menjadi tranding di Youtube maupun media sosial lainnya. Di komentarin oleh banyak takoh dan Ustadz seperti Ust. Felix Y Siauw, Ust. Abdul Somad, Arie Untung dan yang lainnya. Film ini juga turut berbaur dalam Hijrah Fest yang di hadiri oleh tokoh-tokoh nasional, beberapa waktu yang lalu.
Film ini berkisah tentang Rara gadis cilik berusia 5 tahun yang gemar bermain mobil balap dan senang bermain. Kemudian Nussa yang selalu menyanyangi Rara. Film animasi yang disajikan dengan tema-tema Islami yang pastinya cocok menjadi tontonan anak kecil. Sehingga dengan demikian film ini diharapkan bisa memudahkan anak-anak dalam memahami nilai-nilai ke-Islaman, namun tetap kekinian.

“Misalnya mereka selalu membiasakan berdo'a sebelum melakukan sesuatu, jika mereka tidak melakukan nya maka mereka tidak akan bisa tidur karena hal itu sudah rutin mereka lakukan, Nussa dan Rara selalu mencari keberkahan dalam anjuran Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam.”
Banyaknya tontonan saat ini yang justru merusak anak-anak, maka kehadiran Nussa Edutainment Series bisa menjadi solusi alternatif yang edukasi. Film Nussa dan Rara ini bisa di nikmati pada Channel Youtube resmi Nussa Official, saat ini sudah ada 1.583.621 Subcriber.

Sunday, February 10, 2019

Lirik Youtube, @amriadits kunjungi Studio dakho.tv

Lirik Youtube, @amriadits kunjungi Studio dakho.tv

@amriadits saat di Dakho.tv studio

Saya sudah melihat beberapa youtuber sukses dengan berbagai konten di dalamnya. Hal ini bukan berarti saya ikut-ikutan mereka. Saya sudah hadir di youtube sejak tahun 2011 yang lalu, namun karena satu dan lain hal saya tidak aktif dalam membuat video. Kali ini saya siap untuk berkalaborasi bersama siapa saja yang bisa membuat kita bisa berkembang. Video-video saya yang dulu yang pernah ada di youtube sudah saya hapus, walaupun ada beberapa akun saya yang tidak bisa saya hapus lantaran di blokir oleh pihak youtube.
Kemarin beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi studio dakho.tv hanya sekedar tukar informasi dan wawasan. Belum ada kontrak kerja sama baik secara langsung maupun tidak langsung. Saya hanya ingin belajar dari mereka dalam mengedit dan mengolah konten. Mungkin kedepannya saya akan banyak mengunjungi beberapa youtuber agar bisa saling sinergi sesama youtuber Indonesia.
k5jh6o2dmp.jpg
Soal konten yang akan saya promosikan antara lain tentang teknologi blockhain, sesekali menyoalkan isu politik. Mungkin lebih banyaknya saya akan membuat video-video motivasi dan hal-hal yang unik serta masalah-masalah keagamaan. Lebih tepatnya isinya nantinya adalah vlog kalau istilah teman-teman youtuber.
Kenapa saya tidak memilih tema youtube yang spesifik? Karena saya ingin membangun brand @amriaditsmedia, karena kemarin saya tidak berhasil di tebarsuara.com maka sekarang saya akan menjadi diri sendiri tanpa harus bersembunyi untuk membuat sebuah karya, ide, atau gagasan lainnya. Baik itu bersifat pribadi atau yang menyangkut kepentingan publik. Karena kita berada di demokrasi yang menjamin setiap orang bebas berpendapat dan berekpresi.
a9kkj4os40.png
Kembali lagi soal kunjungan saya ke Dakho.tv tidak lebih hanya ingin belajar bagaimana mereka membuat konten-konten da'wah. Bentuk studio, graphic desain dan lain-lain. Lebih lengkapnya bisa kita lihat channel mereka di Youtube atas nama Dakho tv.
Dalam kunjungan tersebut saya juga sempatkan untuk selfie didalam studio sambil menyaksikan proses syuting video kajian Islam. Saya berharap mereka bisa sukses dalam mengembangkan channel da'wah tersebut dan tentunya juga channel saya nantinya. Sebelumnya saya sedang menyiapkan web khusus amriadits.com atau amriadi.ts tergantung domain yang sesuai nantinya. Dalam web ini nantinya isinya juga seputar tulisan saya, video saya dan juga karya-karya desain saya tentunya.
Video-video youtube nantinya akan saya publish jugadi web, begitu juga dengan tulisan-tulisan di blockhain nantinya akan saya kumpulkan disana. Itu saja rencana saya kedepannya. Semoga bisa berjalan dengan sukses sambil mempersiapkan diri untuk 2019 beukana maktuan. :-)

Wednesday, July 6, 2016

Monday, December 21, 2015

Thursday, August 27, 2015

Tuesday, August 18, 2015

#ParadeTauhidIndonesi | AMRIADI AL MASJIDIY

#ParadeTauhidIndonesi | AMRIADI AL MASJIDIY


#Amriadi4ParadeTauhidIndonesia
Parade Tauhid bukan saja Berparade, bukan saja berkumpul, bukan saja berorasi dan bukan saja jalan-jalan.
Parade Tauhid harus benar-benar menjadi momentum persatuan dan kesatuan umat Islam Indonesia. Parade Tauhid juga harus menjadi tembok atau benteng umat Islam dalam rangka menjaga ketauhidannya. jangan ada lagi Intimidasi, Diskriminasi, teror, dan sebagainya. parade Tauhid harus mampu kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari. Penumpahan Islam di Ambon, Poso, papua dan lain-lain harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali dimasa yang akan datang. 70 Tahun Indonesia mardeka, umat Islam belum pernah merasa aman dari kekhawatiran dan keresahan dari berbagai aliran sesat, atheisme, komunisme, pluralisme agama, Liberalisme dan sekulerisme. oleh karena itu parade tauhid harus menjadi bagian dari menjaga umat dan mensejahterakannya. Ayo kerja untuk umat bukan untuk membohongi umat. Ayo untuk goto r0yong bukan Ayo gosok-gosok.

Amriadi Al Masjidiy
(Pimpinan Islamic Rsearch Forum-IRF)

Sunday, June 7, 2015

Friday, January 30, 2015